oleh

Wali Kota Bekasi Mengaku Miris, Kotanya Dicap Sebagai ‘Sarang Teroris’

JAKARTA, KoranMetro.com – Baru-baru ini Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali meringkus seseorang yang diduga terlibat dalam kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kerapnya terjadi penangkapan sejumlah terduga teroris di wilayah Bekasi membuat Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi merasa prihatin.

Wali Kota yang kerap dipanggil Pepen ini miris karena kotanya tersebut kini dicap sebagai “sarang teroris”. Padahal penangkapan teroris tak hanya terjadi di kota Bekasi saja, namun juga di Kabupaten Bekasi.

“Sama dengan–umpamanya sekarang teroris ada di Bekasi–saya kadang-kadang miris, ini Bekasinya yang mana?,” ujar Rahmat Effendi, di kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Senin (15/10/2019).

“Temen-temen harus memberitakan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi, Tambun kabupaten Bekasi, jangan Bekasi aja. Bekasi itu kalau dicap ‘sarang teroris’ ada dua (kota/kabupaten), tolong dilurusin itu, Bekasi bayangin sarang teroris kan miris.”

Meski begitu, Rahmat Effendi mengakui ada beberapa terduga teroris yang bertempat tinggal di Bekasi. Namun, ia mengaku sulit mengidentifikasi keberadaan teroris yang bersembunyi di tengah-tengah warga. “Nah yang alamatnya di sini memang, di kota yang plural ini sulit untuk mengidentifikasi itu,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Wali Kota Bekasi itu menyebutkan bahwa penting untuk memperbarui data penduduk. Bahkan untuk penduduk pendatang pun diwajibkan untuk melapor 1×24 jam. “Makanya 1×24 jam tamu itu atau updating data berdasarkan RT dan RW itu juga penting, minimal sebulan sekali updating data,” terangnya.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau warganya untuk lebih peka dengan lingkungan sekitarnya. Terutama jika ada pendatang baru yang sikap dan perilakunya aneh.

“Kadang-kadang, ada orang datang lapor, apalagi orang sudah berperilaku aneh didiamkan itu kan kesalahan bersama,” tandasnya. “Tapi tadi, judge-nya itu Bekasi aduh.”

Sebelumnya, tim Densus 88 telah meringkus NAS yang merupakan terduga teroris dan terlibat dalam kasus penusukan Wiranto. NAS diamankan oleh polisi di kediamannya di Tambun, Bekasi.

Ketika rumah kontrakan tersebut digeledah, ditemukan sejumlah buku “menarik” di sana, seperti buku panduan jihad, Dabiq buku ISIS, buku Al-Khilafah, hingga buku “Tiada Khilafah Tanpa Tauhid dan Jihad”. Informasi ini dibenarkan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Candra Kusuma. Menurutnya, NAS adalah bagian dari Khilafatul Muslimin. “Tersangka merupakan bagian dari Khilafatul Muslimin,” jelas Candra, Minggu (13/10/2019) siang. (*)

Komentar

News Feed