Bos Honda Bongkar Rahasia ‘Fight Back’, Merger Raksasa & Hybrid Super Lawan Dominasi EV China

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah serbuan ganas produsen kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok seperti BYD dan NIO yang menguasai pasar global, Presiden Honda Motor,

Di tengah serbuan ganas produsen kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok seperti BYD dan NIO yang menguasai pasar global, Presiden Honda Motor,

koranmetro.com – Di tengah serbuan ganas produsen kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok seperti BYD dan NIO yang menguasai pasar global, Presiden Honda Motor, Toshihiro Mibe, tak tinggal diam. Dalam serangkaian konferensi pers terkini, sang bos Honda “spill” strategi jitu untuk membalikkan keadaan. “Kita harus fight back, kalau tidak, kita akan kalah,” tegas Mibe, mengakui keunggulan kompetitor Tiongkok yang “jauh lebih maju dari ekspektasi”.

Ancaman Serius dari ‘Raksasa Merah’

Produsen EV Tiongkok bukan main-main. Berkat subsidi pemerintah, rantai pasok baterai murah, dan inovasi software canggih, mereka banjiri pasar Eropa dan Asia dengan mobil listrik harga terjangkau. Honda sendiri merasakan pukulan telak: penjualan di Tiongkok anjlok lebih dari 30% tahun lalu, sementara BYD tembus pangsa pasar 10% di Eropa pada 2034. Mibe blak-blakan: “Kenaikan kekuatan Tiongkok telah mengubah industri otomotif secara drastis.”

Pandemi COVID-19 justru jadi ‘booster’ bagi mereka. Saat dunia terkunci, perusahaan Tiongkok fokus kembangkan teknologi EV tanpa gangguan, meninggalkan Honda cs ketinggalan jauh.

Baca Juga :  Mobil Listrik Seres E1 yang Tampil Dengan Gaya Agresif

Strategi 1: Merger Bombshell dengan Nissan – ‘Aliansi Jepang’ Lahir!

Pukulan pertama: Penggabungan raksasa senilai US$58 miliar (Rp 900 triliun) dengan Nissan, berpotensi libatkan Mitsubishi! Rencana merger ini dijadwalkan rampung 2026, ciptakan entitas sekelas Toyota untuk lawan dominasi Tiongkok.

Manfaatnya?

  • Pooling R&D: Bagikan biaya mahal pengembangan EV, manfaatkan data Leaf milik Nissan.
  • Efisiensi Produksi: Potong biaya pembelian dan manufaktur.
  • Skala Global: Saingi Volkswagen dan Tesla, sambil hindari tumpang tindih pasar.

Mibe yakin: “Ini cara kita fight back agar tak dikalahkan.”

Strategi 2: ‘Switch Course’ – Hybrid Jadi Andalan Sementara

Bukan mundur total dari EV, tapi realigned strategi pintar. Honda potong investasi EV Rp 450 triliun (dari 10 triliun yen jadi 7 triliun yen hingga 2031), alihkan ke hybrid e:HEV super efisien.

Alasan Mibe:

  • Regulasi lingkungan longgar di AS/Eropa (efek Trump).
  • Kebijakan perdagangan tak pasti, tunda adopsi EV 5-6 tahun.
Baca Juga :  Mazda CX-80 PHEV: Sudah Terjual 20 Unit, Yuk Kenali Spesifikasinya!

Target 2030:

Kategori Target Penjualan
Total Mobil >3,6 juta unit
Hybrid (e:HEV) 2,2 juta unit
EV <30% (turun dari 2 juta jadi 700-750 ribu unit)

Honda luncurkan 13 model hybrid baru dalam 4 tahun, efisiensi BBM naik >10%, biaya turun >50%!

Strategi 3: EV Masa Depan – Tak Tinggal Diam!

Long-term, EV tetap raja. Honda 0 Series debut 2026: Software Defined Vehicle (SDV) dengan AI 2.000 TOPS, ADAS next-gen.

Di Tiongkok khusus:

  • Kolaborasi Momenta: ADAS adaptif jalan lokal.
  • Model EV baru seperti P7, target 100% EV sales 2035.

Plus, pabrik EV dedicated, baterai lebih baik, dan supply chain aman.

Toshihiro Mibe bukan cuma bicara, tapi aksi nyata. Dengan merger ‘Aliansi Jepang’, hybrid sebagai jembatan, dan EV canggih di depan mata, Honda siap taklukkan dominasi EV Tiongkok. “EVs tetap solusi carbon neutrality, tapi kita ciptakan value baru sekarang,” ujarnya.

Berita Terkait

Lampu Strobo LED untuk Bus, Tren Estetika, Kisaran Harga, dan Panduan Pemasangan
MotoGP 2027 Resmi Rilis, 22 Balapan, Lima Benua, dan
DFSK E5 Plus Resmi Dijual, Harga Berubah Setelah Ribuan Unit Terpesan
Jadwal Balapan Moto3, Moto2, dan MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring
Toyota Pastikan Land Cruiser FJ Meluncur Akhir 2026, Harga Masih Menjadi Teka-Teki
Membangun Mobil Nasional, Pelajaran Indonesia dari Pengalaman Malaysia
Mitsubishi Pastikan Pengembangan Hybrid untuk Pajero dan Triton, Namun Butuh Waktu
MotoGP 2027 Resmi Jadwalkan Tes Pramusim, Sepang dan Buriram Jadi Panggung Awal Era 850cc
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Lampu Strobo LED untuk Bus, Tren Estetika, Kisaran Harga, dan Panduan Pemasangan

Minggu, 27 September 2026 - 11:33 WIB

MotoGP 2027 Resmi Rilis, 22 Balapan, Lima Benua, dan

Rabu, 23 September 2026 - 11:18 WIB

DFSK E5 Plus Resmi Dijual, Harga Berubah Setelah Ribuan Unit Terpesan

Minggu, 20 September 2026 - 11:04 WIB

Jadwal Balapan Moto3, Moto2, dan MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

Toyota Pastikan Land Cruiser FJ Meluncur Akhir 2026, Harga Masih Menjadi Teka-Teki

Berita Terbaru