JAKARTA, koranmetro.com – Bintang Argentina Julián Álvarez kembali menjadi pusat perhatian di bursa transfer musim panas 2026. Setelah Atlético Madrid akhirnya membuka pintu negosiasi untuk melepaskannya, striker 26 tahun itu justru menolak opsi bergabung dengan Arsenal. Álvarez tetap bersikeras bahwa tujuannya adalah FC Barcelona.
Perkembangan Terbaru
Menurut laporan media Spanyol, termasuk Mundo Deportivo, Atlético Madrid mengubah sikap mereka. Klub yang dilatih Diego Simeone sebelumnya bersikeras tidak akan menjual Álvarez, terutama ke rival La Liga Barcelona. Namun, situasi yang semakin tidak nyaman membuat pihak Atlético bersedia bernegosiasi—dengan syarat transfer dilakukan ke klub luar Spanyol, khususnya Arsenal.
Arsenal sendiri sudah lama menunjukkan minat pada Álvarez. Bahkan sempat beredar skenario pertukaran yang melibatkan Viktor Gyökeres. Bagi Atlético, opsi ini dianggap lebih masuk akal karena mereka bisa mendapatkan dana serta pemain pengganti potensial.
Akan tetapi, Álvarez menolak tawaran tersebut. Pemain yang pernah membela Manchester City itu tidak ingin kembali ke Liga Inggris. Prioritas utamanya tetap satu: bergabung dengan Barcelona.
“Saya Ingin Merealisasikan Mimpi Saya”
Pernyataan Álvarez sendiri sebelumnya sudah cukup jelas. Usai pertandingan Argentina di Piala Dunia 2026, ia menyatakan ingin meninggalkan Atlético demi “merealisasikan mimpinya”. Meski tidak menyebut nama klub secara eksplisit, banyak pihak—termasuk laporan dari Fabrizio Romano dan media Spanyol—meyakini bahwa mimpi tersebut adalah bermain di Camp Nou.
Agen Álvarez juga dilaporkan sudah menyampaikan kepada Arsenal dan Paris Saint-Germain bahwa fokus kampanye pemain saat ini hanya tertuju pada Barcelona.
Posisi Barcelona dan Atlético
Barcelona sempat mengajukan tawaran sekitar €100 juta yang langsung ditolak Atlético. Klub Catalan bahkan sempat digugat ke FIFA oleh Atlético terkait dugaan pendekatan terhadap pemain yang masih berkontrak. Hubungan kedua klub sempat memanas.
Belakangan, ada laporan bahwa Barcelona menunda atau menghentikan sementara pengejaran Álvarez karena sikap keras Atlético. Hansi Flick tetap menginginkan striker murni, sementara Deco mulai melihat opsi lain. Namun, Álvarez sendiri belum menunjukkan tanda-tanda mengubah pendirian.
Atlético masih memegang kendali karena Álvarez terikat kontrak hingga 2030 dengan klausul pelepasan yang sangat tinggi (sekitar €500 juta). Mereka lebih terbuka menjual ke Arsenal atau klub lain di luar Spanyol, tetapi tidak ke Barcelona.
Situasi ini menciptakan kebuntuan klasik: pemain hanya mau ke satu klub, sementara klub asal menolak menjual ke klub tersebut. Arsenal menunggu kesempatan, Barcelona menunggu peluang, dan Atlético berusaha mencari solusi terbaik sebelum bursa transfer ditutup.
Bagi Álvarez, keputusan menolak Arsenal menunjukkan komitmen kuat terhadap mimpinya bermain di Barcelona. Apakah sikap tegas itu akan memaksa Atlético berubah pikiran, atau justru membuatnya terjebak di Madrid lebih lama? Waktu akan menjawab.









