BYD Atto 2 vs MG ZS EV, Mana yang Lebih Unggul sebagai SUV Listrik Kompak?

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persaingan SUV listrik kompak semakin ketat. Dua nama yang sering dibandingkan adalah BYD Atto 2 dan MG ZS EV. Keduanya menawarkan dimensi mirip,

Persaingan SUV listrik kompak semakin ketat. Dua nama yang sering dibandingkan adalah BYD Atto 2 dan MG ZS EV. Keduanya menawarkan dimensi mirip,

JAKARTA, koranmetro.com – Persaingan SUV listrik kompak semakin ketat. Dua nama yang sering dibandingkan adalah BYD Atto 2 dan MG ZS EV. Keduanya menawarkan dimensi mirip, harga relatif terjangkau, serta orientasi sebagai kendaraan listrik harian. Namun, keduanya punya karakter dan keunggulan berbeda. Berikut perbandingan spesifikasi dan nilai yang ditawarkan masing-masing.

Desain dan Dimensi

Keduanya merupakan SUV kompak dengan panjang sekitar 4,3 meter, cocok untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan menengah.

  • BYD Atto 2: Panjang sekitar 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, dengan wheelbase 2.620 mm. Desainnya lebih modern dan tegas, mengusung bahasa desain BYD terkini.
  • MG ZS EV: Panjang sekitar 4.314 mm, lebar 1.809 mm, tinggi sekitar 1.624–1.649 mm, dengan wheelbase 2.585 mm. Tampilannya lebih sederhana dan familiar di pasar Indonesia.

Dari sisi ruang kabin, keduanya mampu menampung lima penumpang. Kapasitas bagasi MG ZS EV sedikit lebih besar di beberapa varian (sekitar 470 liter), sementara Atto 2 menawarkan ruang yang cukup praktis dan bisa diperluas saat kursi belakang dilipat.

Baterai dan Jarak Tempuh

Ini menjadi salah satu titik pembeda utama.

  • BYD Atto 2: Menggunakan Blade Battery berjenis LFP. Varian umum menawarkan kapasitas sekitar 45–51 kWh, dengan klaim jarak tempuh WLTP di kisaran 312–345 km (tergantung varian dan pasar). Di pasar China, ada varian yang mengklaim hingga 401–501 km (standar CLTC).
  • MG ZS EV: Tersedia dalam beberapa pilihan baterai. Varian Standard Range sekitar 50 kWh dengan jarak tempuh sekitar 320 km (WLTP), sementara Long Range bisa mencapai 440 km lebih dengan baterai lebih besar (sekitar 72 kWh pada beberapa pasar).
Baca Juga :  Bos VR46 Racing Team Minta Rossi Kurangi Balap Mobil Demi Fokus di MotoGP

MG ZS EV unggul di opsi jarak tempuh jauh, sedangkan BYD menonjol dengan teknologi Blade Battery yang dikenal aman dan tahan lama.

Performa

  • BYD Atto 2: Motor listrik sekitar 130 kW (sekitar 174–177 hp) dengan torsi sekitar 290 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim di kisaran 7,9–9 detik, tergantung varian.
  • MG ZS EV: Daya sekitar 115–130 kW (154–177 hp) dengan torsi sekitar 280 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam berada di kisaran 8–8,6 detik.

Keduanya terasa cukup responsif untuk penggunaan harian. BYD Atto 2 sedikit lebih bertenaga di beberapa konfigurasi.

Pengisian Daya

  • BYD Atto 2 mendukung pengisian cepat DC hingga sekitar 65–82 kW, dengan waktu 10–80% sekitar 35–40 menit.
  • MG ZS EV pada beberapa varian mendukung pengisian lebih tinggi (hingga 85–100 kW), dengan waktu pengisian cepat yang kompetitif.
Baca Juga :  Fungsi Tutup Pentil pada Ban, Pentingnya Aksesori Kecil untuk Keselamatan dan Kinerja Kendaraan

Keduanya sudah mendukung pengisian AC dan DC yang umum digunakan.

Fitur dan Teknologi

BYD Atto 2 biasanya unggul di sisi teknologi kabin, dengan layar sentuh besar, sistem infotainment mutakhir, serta fitur bantuan keselamatan yang lengkap. MG ZS EV menawarkan kelengkapan yang kompetitif di kelasnya, meski terasa lebih sederhana dibandingkan rival terbarunya.

Keduanya dilengkapi fitur keselamatan aktif seperti sensor parkir, kamera, serta sistem bantuan pengemudi.

Mana yang Lebih Unggul?

Pilihan tergantung kebutuhan:

  • Pilih BYD Atto 2 jika mengutamakan teknologi baterai yang lebih maju (Blade Battery), desain lebih segar, serta performa yang sedikit lebih bertenaga.
  • Pilih MG ZS EV jika menginginkan opsi jarak tempuh lebih jauh (varian Long Range), ruang bagasi yang lebih lega, serta harga yang sering lebih kompetitif di beberapa pasar.

Keduanya merupakan SUV listrik yang layak dipertimbangkan di segmen kompak. Yang terbaik adalah menyesuaikan dengan kebutuhan harian, ketersediaan pengisian daya, serta anggaran yang dimiliki. Test drive keduanya tetap disarankan agar bisa merasakan langsung perbedaan karakter berkendaranya.

Berita Terkait

Denza Perkenalkan Z9 GT dan New D9 dengan Teknologi Flash Charging di Indonesia
Jelajah Bursa Kendaraan Bekas WTC Mangga Dua, Dari Mobil Keluarga hingga Motor Gede
Suzuki e-SKY Resmi Mengaspal di Jepang, EV Kei Termurah dengan Baterai LFP dari BYD
Almansa Menang Dramatis di Moto3 Jepang, Veda Ega Kalahkan Hakim Danish
Lampu Strobo LED untuk Bus, Tren Estetika, Kisaran Harga, dan Panduan Pemasangan
MotoGP 2027 Resmi Rilis, 22 Balapan, Lima Benua, dan
DFSK E5 Plus Resmi Dijual, Harga Berubah Setelah Ribuan Unit Terpesan
Jadwal Balapan Moto3, Moto2, dan MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:24 WIB

BYD Atto 2 vs MG ZS EV, Mana yang Lebih Unggul sebagai SUV Listrik Kompak?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Denza Perkenalkan Z9 GT dan New D9 dengan Teknologi Flash Charging di Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Jelajah Bursa Kendaraan Bekas WTC Mangga Dua, Dari Mobil Keluarga hingga Motor Gede

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Suzuki e-SKY Resmi Mengaspal di Jepang, EV Kei Termurah dengan Baterai LFP dari BYD

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Almansa Menang Dramatis di Moto3 Jepang, Veda Ega Kalahkan Hakim Danish

Berita Terbaru

Sandal jepit memang praktis dan nyaman dipakai di rumah. Bentuknya sederhana,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Ahli Kaki Ingatkan, Jangan Terlalu Lama Pakai Sandal Jepit di Dalam Rumah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 11:01 WIB