Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi menimpa tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS),

Tragedi menimpa tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS),

JAKARTA, koranmetro.com – Tragedi menimpa tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Empat orang yang terdiri dari petugas dan relawan dinyatakan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api saat berupaya memadamkan kebakaran pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menegaskan bahwa keselamatan personel harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penanganan karhutla.

Kronologi Kejadian

Kebakaran terjadi di kawasan Mentigen dan Blok Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, relawan Masyarakat Peduli Api, serta karyawan hotel setempat bergerak memadamkan api sejak pagi hari.

Sekitar pukul 13.30 WIB, situasi berubah drastis. Angin kencang yang tiba-tiba berbelok arah membuat api merambat cepat dan mengepung enam anggota tim yang berada di garis depan. Akibatnya, empat orang gugur dan dua lainnya mengalami luka bakar serius.

Baca Juga :  Peningkatan Suhu Global Mencapai 1,5 Derajat, Melewati Batas Perjanjian Paris

Tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu orang meninggal saat proses evakuasi dan perawatan. Dua korban luka bakar kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan intensif.

Identitas Korban

Para korban yang gugur diketahui sebagai:

  • Sukaris (55), petugas TNBTS
  • Hendra Rony Wagiyanata (Cak Panda), petugas TNBTS
  • Wisnu Yuda Pratama, karyawan hotel setempat
  • Sefriel Ardiansyah, karyawan hotel setempat

Sementara dua korban yang masih dirawat adalah Munawi (relawan Masyarakat Peduli Api) dan Suraji (sekuriti hotel).

Pernyataan Kemenhut

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga memberikan penghormatan atas keberanian para petugas, relawan, dan masyarakat yang terlibat di garis depan.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa operasi pemadaman karhutla merupakan kegiatan berisiko tinggi. Karena itu, keselamatan personel harus diutamakan melalui berbagai langkah, antara lain:

  • Membaca perkembangan api dan arah angin secara cermat
  • Memastikan kesiapan jalur evakuasi
  • Menjaga komunikasi antarpersonel
  • Melakukan penilaian kondisi lapangan sebelum dan selama operasi berlangsung
Baca Juga :  Prabowo Terbitkan Perpres, Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional untuk Perkuat Keamanan Negara

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan duka cita. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pengabdian para korban yang berjuang mengendalikan kebakaran di kawasan konservasi tersebut. Biaya perawatan korban luka dijamin akan ditanggung.

Tragedi di Bromo kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi petugas dan relawan dalam menangani karhutla. Di tengah upaya menjaga kelestarian kawasan taman nasional, keselamatan jiwa manusia tetap harus menjadi prioritas utama.

Kemenhut menekankan pentingnya prosedur yang lebih ketat dan kesiapsiagaan yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang. Pengorbanan para petugas dan relawan ini semoga menjadi pengingat bersama akan pentingnya perlindungan bagi mereka yang bertugas di garis depan penanganan bencana.

Berita Terkait

Privasi Warga dan Batas Kewenangan Penyadapan dalam Hukum Indonesia
Persatuan yang Sehat Justru Butuh Ruang untuk Kritik
Pajak pada Produk Menstruasi, Beban Tersembunyi yang Masih Dipertanyakan
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada
Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat
Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya
Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas
Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:07 WIB

Privasi Warga dan Batas Kewenangan Penyadapan dalam Hukum Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

Persatuan yang Sehat Justru Butuh Ruang untuk Kritik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pajak pada Produk Menstruasi, Beban Tersembunyi yang Masih Dipertanyakan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat

Berita Terbaru

Babak playoff MPL ID Season 18 dibuka dengan hasil mengejutkan. Pada hari pertama di Surabaya, Rabu (4/11/2026), dua nama besar langsung tersingkir.

TEKNOLOGI

Shock Playoff MPL ID S18, ONIC dan EVOS Gugur di Hari Pertama

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:03 WIB

Kepolisian Republik Indonesia menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta dua perwira tinggi lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal.

INTERNASIONAL

Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:31 WIB