Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Akuisisi Greenland, Ancaman Baru bagi NATO?

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintahan Donald Trump kembali membahas rencana akuisisi Greenland, wilayah otonom Denmark di Arktik,

Pemerintahan Donald Trump kembali membahas rencana akuisisi Greenland, wilayah otonom Denmark di Arktik,

koranmetro.com – Pemerintahan Donald Trump kembali membahas rencana akuisisi Greenland, wilayah otonom Denmark di Arktik, dengan militer AS disebut sebagai “opsi yang selalu tersedia”. Pernyataan ini muncul setelah operasi militer sukses di Venezuela, di mana AS menangkap Presiden Nicolás Maduro. Greenland, dengan sumber daya mineral langka dan posisi strategis di Arktik, menjadi prioritas keamanan nasional bagi Trump, meski menuai kecaman dari Eropa.

Latar Belakang Rencana Akuisisi Greenland

Trump pertama kali mengungkapkan minat membeli Greenland pada 2019, menyebutnya sebagai “transaksi real estate besar”. Namun, Denmark menolaknya sebagai “absurd”. Kini, di periode kedua kepresidenannya, diskusi ini semakin serius. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan Trump sedang membahas “berbagai opsi” untuk mengakuisisi pulau tersebut, termasuk penggunaan militer jika diperlukan. Ini dianggap sebagai langkah untuk mengamankan Arktik dari pengaruh Rusia dan China, yang semakin aktif di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Iran Umumkan Senjata Canggih Baru, “Siap Digunakan Jika AS Bertindak”

Menurut Stephen Miller, penasihat Trump, AS sudah memiliki basis militer Thule di Greenland, dan klaim Denmark atas pulau itu dipertanyakan. “Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS untuk melindungi kepentingan NATO,” katanya. Namun, 85% penduduk Greenland menolak aneksasi, dan Denmark memperingatkan bahwa serangan militer akan mengakhiri NATO.

Reaksi Internasional dan Dampak Potensial

Pemimpin Eropa seperti Emmanuel Macron (Prancis), Giorgia Meloni (Italia), dan Mette Frederiksen (Denmark) mengecam ancaman ini sebagai pelanggaran Piagam PBB tentang kedaulatan. Mereka menekankan bahwa keamanan Arktik harus ditangani secara kolektif melalui NATO, bukan aksi unilateral AS. Frederiksen bahkan menyatakan, “Serangan terhadap Greenland berarti akhir dari aliansi pasca-Perang Dunia II.”

Di media sosial X, diskusi memanas. Beberapa pengguna mendukung Trump untuk alasan strategis, sementara yang lain mengkritiknya sebagai imperialisme modern. Sebuah post menyebutkan rencana militer AS sudah dibahas sejak Mei 2025, termasuk skenario invasi jika negosiasi gagal.

Baca Juga :  Dubes Selandia Baru Diberhentikan Usai Mengkritik Donald Trump

Mengapa Greenland Penting bagi AS?

Greenland kaya mineral langka seperti lithium dan rare earth, penting untuk teknologi hijau dan militer. Dengan mencairnya es Arktik akibat perubahan iklim, rute pelayaran baru terbuka, membuatnya strategis melawan ekspansi Rusia dan China. AS sudah mengoperasikan basis Thule untuk pemantauan rudal, tapi Trump ingin kontrol penuh untuk “melindungi NATO”—meski ini justru mengancam aliansi tersebut.

Langkah ini bisa menjadi preseden berbahaya setelah Venezuela, di mana AS mengambil alih aset minyak. Dunia kini menunggu apakah diskusi ini berujung negosiasi damai atau eskalasi militer. Bagi Trump, ini bagian dari “America First”, tapi bagi sekutu, ini ancaman stabilitas global.

Berita Terkait

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat

Berita Terbaru

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Saran Epidemiolog agar Tetap Aman

Senin, 7 Sep 2026 - 11:28 WIB