Bagaimana Teknik Penalti Neymar Membantu Messi Meraih Piala Dunia

- Jurnalis

Jumat, 28 Februari 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penalti merupakan salah satu momen paling menentukan dalam sepak bola, dan bagi Lionel Messi, keberhasilannya di Piala Dunia 2022 tidak lepas dari pelajaran yang ia peroleh dari Neymar.

Penalti merupakan salah satu momen paling menentukan dalam sepak bola, dan bagi Lionel Messi, keberhasilannya di Piala Dunia 2022 tidak lepas dari pelajaran yang ia peroleh dari Neymar.

JAKARTA, koranmetro.com – Penalti merupakan salah satu momen paling menentukan dalam sepak bola, dan bagi Lionel Messi, keberhasilannya di Piala Dunia 2022 tidak lepas dari pelajaran yang ia peroleh dari Neymar. Pemain asal Brasil itu dikenal memiliki teknik penalti yang unik dan efisien, yang ternyata menjadi inspirasi bagi Messi dalam mengeksekusi tendangan 12 pas di turnamen bergengsi tersebut.

Gaya Penalti Neymar: Kunci Ketajaman di Depan Gawang

Neymar terkenal dengan teknik eksekusi penalti yang khas. Ia sering melakukan gerakan stutter-step, yaitu langkah-langkah kecil sebelum menendang bola, dengan tujuan untuk membaca gerakan kiper. Teknik ini memberikan waktu bagi penendang untuk menentukan arah bola setelah melihat reaksi penjaga gawang.

Strategi ini terbukti efektif dalam berbagai kesempatan, dan Neymar menjadi salah satu eksekutor penalti terbaik di dunia. Gaya ini memberi keuntungan besar karena kiper cenderung terpengaruh oleh gerakan kecil tersebut, sehingga sulit untuk menebak arah bola secara akurat.

Baca Juga :  Iran Lancarkan Serangan Balasan Massif, Drone dan Rudal Hujani Israel serta Basis AS, Ledakan Guncang Yerusalem

Messi dan Transformasi Teknik Penalti

Selama bertahun-tahun, Lionel Messi sering dikritik karena eksekusi penaltinya yang tidak selalu konsisten. Namun, di Piala Dunia 2022, Messi menunjukkan peningkatan signifikan dalam tekniknya. Banyak yang melihat bahwa ia mengadopsi sebagian dari pendekatan Neymar, terutama dalam cara ia memperlambat langkah sebelum menendang.

Dalam beberapa pertandingan penting, Messi menggunakan gaya penalti yang lebih tenang dan penuh perhitungan. Hasilnya? Ia berhasil mencetak gol dari titik putih dalam laga-laga krusial, termasuk di final melawan Prancis. Kemampuannya dalam membaca gerakan kiper, yang diperkuat dengan inspirasi dari Neymar, menjadi faktor kunci keberhasilan Argentina dalam memenangkan Piala Dunia.

Dampak Besar dalam Kesuksesan Argentina

Keberhasilan Messi dalam mengeksekusi penalti membawa Argentina ke posisi juara dunia. Beberapa tendangan penaltinya di turnamen itu menjadi penentu nasib Albiceleste, baik dalam waktu normal maupun dalam adu penalti. Jika Messi masih menggunakan pendekatan lamanya yang lebih terburu-buru, mungkin hasilnya akan berbeda.

Baca Juga :  Tiga Poin Perdana di GBK, Indonesia Bungkam Singapura 2-0, Romeny Jadi Algojo yang Dingin

Pengaruh Neymar terhadap Messi dalam aspek ini menunjukkan bahwa bahkan pemain terbaik di dunia pun selalu belajar dan berkembang. Kedekatan mereka sebagai rekan satu tim di Barcelona telah membantu Messi memahami trik penalti yang lebih efektif, yang akhirnya berkontribusi pada pencapaiannya sebagai juara dunia.

Kisah penalti Neymar dan Messi membuktikan bahwa sepak bola adalah olahraga yang terus berkembang, di mana pemain dapat belajar dari satu sama lain untuk meningkatkan kemampuan mereka. Messi mungkin adalah salah satu pemain terbaik sepanjang masa, tetapi pelajaran dari Neymar membantunya menyempurnakan eksekusi penalti dan membawa Argentina meraih gelar yang telah lama dinantikan. Sebuah bukti bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari rival atau sahabat di lapangan.

Berita Terkait

Klausul Khusus di Kontrak Cesc Fàbrega, Jalan Terbuka ke Barcelona, Arsenal, dan Chelsea
Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Tiga Poin Perdana di GBK, Indonesia Bungkam Singapura 2-0, Romeny Jadi Algojo yang Dingin
Persija Tegaskan Komitmen, Shin Tae-yong Tetap Nahkoda Macan Kemayoran
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Lamine Yamal Yakin Raih Ballon d’Or 2026, “Saya dan Mbappe yang Terbaik, Tapi Saya yang Lebih Layak”
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:47 WIB

Klausul Khusus di Kontrak Cesc Fàbrega, Jalan Terbuka ke Barcelona, Arsenal, dan Chelsea

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Sabtu, 26 September 2026 - 11:50 WIB

Tiga Poin Perdana di GBK, Indonesia Bungkam Singapura 2-0, Romeny Jadi Algojo yang Dingin

Selasa, 22 September 2026 - 11:14 WIB

Persija Tegaskan Komitmen, Shin Tae-yong Tetap Nahkoda Macan Kemayoran

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Berita Terbaru

Dua ajang modest fashion terbesar di Indonesia, IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW),

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:24 WIB