JAKARTA, koranmetro.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengonfirmasi bahwa dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat rangkaian serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Kedua korban terluka pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurut keterangan resmi KBRI Riyadh yang diterima media pada Rabu, 14 Oktober 2026, informasi tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sehari sebelumnya, Selasa 13 Oktober 2026. Kedua WNI mendapat perawatan medis di dua rumah sakit berbeda, yaitu Rumah Sakit Sulaiman Habib Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib Al-Takhasusi di Riyadh.
“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama,” demikian pernyataan KBRI Riyadh.
Sebelumnya, KBRI telah melakukan berbagai upaya verifikasi. Tim kedutaan mengirim nota diplomatik kepada otoritas Arab Saudi serta mendatangi sejumlah rumah sakit, termasuk Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital, untuk memastikan ada tidaknya WNI lain yang menjadi korban. Hasil pengecekan di rumah sakit tersebut menunjukkan tidak ada tambahan korban berkewarganegaraan Indonesia.
Tidak Ada WNI yang Meninggal
Sejak awal insiden, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Riyadh memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa dalam serangan tersebut. Serangan yang dilancarkan kelompok Houthi Yaman menyebabkan puluhan hingga ratusan orang terluka dan menewaskan sejumlah warga negara dari berbagai negara, namun tidak satu pun WNI yang tewas.
Imbauan bagi WNI di Arab Saudi
KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Riyadh. Kedutaan mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi untuk:
- Meningkatkan kewaspadaan
- Menghindari lokasi yang berpotensi rawan
- Mematuhi arahan otoritas setempat
- Memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh
Selain itu, operasional Bandara Internasional King Khalid dilaporkan ditutup sementara dan diperpanjang hingga 17 Oktober 2026. WNI yang memiliki rencana perjalanan disarankan mengecek ulang status penerbangan masing-masing kepada maskapai.
KBRI Riyadh menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang Arab Saudi dan memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia sesuai kebutuhan.









