Gelombang Ransomware Berbasis AI, Ancaman Kejahatan Siber Terbesar di 2025

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahun 2025 menjadi titik balik dalam lanskap kejahatan siber global, di mana ransomware yang didukung kecerdasan buatan (AI) semakin merajalela dan canggih.

Tahun 2025 menjadi titik balik dalam lanskap kejahatan siber global, di mana ransomware yang didukung kecerdasan buatan (AI) semakin merajalela dan canggih.

JAKARTA, koranmetro.com – Tahun 2025 menjadi titik balik dalam lanskap kejahatan siber global, di mana ransomware yang didukung kecerdasan buatan (AI) semakin merajalela dan canggih. Menurut berbagai laporan seperti CrowdStrike, Trend Micro, dan ESET, serangan ransomware naik hingga 34% dibanding tahun sebelumnya, dengan AI menjadi katalisator utama. Malware seperti PromptLock—prototipe ransomware AI pertama yang ditemukan—menunjukkan bagaimana AI bisa membuat enkripsi lebih adaptif, phishing lebih personal, dan serangan lebih sulit dideteksi. Di Indonesia, dengan digitalisasi cepat di sektor keuangan dan UMKM, ancaman ini semakin nyata—biaya rata-rata kebocoran data mencapai miliaran rupiah per insiden. Artikel ini membahas tren ransomware AI 2025, dampaknya, dan cara mitigasi.

Mengapa Ransomware AI Ramai di 2025?

AI memungkinkan penyerang:

  • Personalisasi Serangan: AI analisis data korban untuk phishing hyper-targeted, seperti email palsu dari atasan.
  • Malware Adaptif: Ransomware seperti PromptLock gunakan LLM (Large Language Model) untuk generate kode enkripsi unik secara real-time, hindari deteksi antivirus.
  • Otomatisasi Penuh: Agentic AI (AI mandiri) lakukan reconnaissance, eksploitasi, hingga enkripsi tanpa campur tangan manusia.
  • Deepfake dan Vishing: AI buat video/audio palsu untuk social engineering, tingkatkan sukses rate.
Baca Juga :  Xiaomi Siap Luncurkan HP Flagship Terbaru di Indonesia, Beberapa Model Masih Rahasia!

Laporan CrowdStrike 2025 sebut 89% organisasi anggap AI-powered protection esensial karena legacy defense tak mampu lawan kecepatan AI attacker.

Tren Utama Kejahatan Siber 2025 Selain Ransomware AI

  1. Supply Chain Attacks: Serangan via vendor ketiga naik, seperti kasus SolarWinds dulu tapi lebih sering.
  2. Phishing AI-Enhanced: Deepfake voice/video untuk bypass MFA.
  3. Insider Threats: AI bantu insider (karyawan) eksfiltrasi data diam-diam.
  4. Critical Infrastructure Targeting: Sektor energi, kesehatan, dan transportasi jadi sasaran utama.
  5. Encryption-Less Ransomware: Extortion tanpa enkripsi—hanya ancam bocor data.

Microsoft Digital Defense Report 2025 catat lebih dari separuh serangan bermotif extortion/ransomware.

Dampak Ransomware AI di Indonesia dan Global

Global: Biaya cybercrime diprediksi $10.5 triliun (Cybersecurity Ventures). Di APJ (Asia-Pacific Japan), India, Australia, Jepang paling terdampak AI ransomware (CrowdStrike).

Baca Juga :  Apple Siap Memproduksi iPhone di Indonesia, Langkah Strategis untuk Pasar Global

Indonesia: Kasus seperti kebocoran data BSSN atau serangan ke bank naik. UMKM rentan karena kurang security AI.

Cara Mitigasi Ancaman Ransomware AI

  • Adopsi AI Defense: Gunakan AI untuk deteksi anomali (Microsoft Purview, Palo Alto).
  • Zero Trust Architecture: Verifikasi setiap akses, bukan percaya default.
  • Backup Offline dan Immutable: Pastikan data tak bisa dienkripsi ulang.
  • Training Karyawan: Waspada phishing AI/deepfake.
  • Patch dan Update Rutin: Tutup vulnerability cepat.

Di 2025, perang siber jadi “AI vs AI”—siapa unggul AI, dia menang.

Gelombang ransomware AI di 2025 adalah alarm bagi semua: dari individu hingga perusahaan besar. Dengan malware adaptif dan serangan otonom, kejahatan siber lebih pintar dan destruktif. Tapi dengan strategi proaktif dan AI defense, kita bisa bertahan. Saatnya tingkatkan security—sebelum terlambat!

Berita Terkait

Robot Humanoid Elon Musk dan Zuckerberg, Penjualan Meroket dengan Harga Fantastis Miliaran Rupiah
Penurunan Harga iPhone Air di Indonesia, Momentum Tepat untuk Upgrade?
Rahasia Produk Apple 2026, Dari iPhone Murah hingga Perangkat Lipat yang Revolusioner
HMD Dub Series, Earbuds TWS Budget dengan Fitur Premium yang Menggiurkan
Samsung Luncurkan Exynos 2600, Prosesor Smartphone 2nm Pertama di Dunia
Bocoran Desain iPhone Lipat, Layar Dalam Landscape yang Revolusioner
Telkomsel Waspada Gelembung AI, Strategi Investasi yang Lebih Bijak dan Terukur
5 Flagship Smartphone Inovatif yang Paling Dinanti di 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:07 WIB

Gelombang Ransomware Berbasis AI, Ancaman Kejahatan Siber Terbesar di 2025

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:40 WIB

Robot Humanoid Elon Musk dan Zuckerberg, Penjualan Meroket dengan Harga Fantastis Miliaran Rupiah

Senin, 29 Desember 2025 - 11:20 WIB

Penurunan Harga iPhone Air di Indonesia, Momentum Tepat untuk Upgrade?

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:14 WIB

Rahasia Produk Apple 2026, Dari iPhone Murah hingga Perangkat Lipat yang Revolusioner

Kamis, 25 Desember 2025 - 11:13 WIB

HMD Dub Series, Earbuds TWS Budget dengan Fitur Premium yang Menggiurkan

Berita Terbaru

Di penghujung tahun 2025, Indonesia kembali dihadapkan pada cobaan berat berupa serangkaian bencana alam yang melanda Pulau Sumatra.

NASIONAL

Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa

Kamis, 1 Jan 2026 - 11:23 WIB