Robot Humanoid Elon Musk dan Zuckerberg, Penjualan Meroket dengan Harga Fantastis Miliaran Rupiah

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

koranmetro.com – Di akhir 2025, dunia teknologi digemparkan oleh lonjakan penjualan robot humanoid dari dua raksasa tech: Optimus milik Tesla (dipimpin Elon Musk) dan Astro versi terbaru dari Meta (dipimpin Mark Zuckerberg). Kedua robot ini, yang dirancang untuk tugas rumah tangga hingga industri ringan, laris manis meski harga per unit mencapai miliaran rupiah—Optimus sekitar Rp 4-6 miliar dan Astro premium Rp 3-5 miliar. Penjualan awal untuk kalangan korporat dan selebriti melebihi ekspektasi, dengan waiting list panjang hingga 2027. Robot-robot ini bukan hanya alat bantu, tapi simbol kemajuan AI dan robotika yang membawa kita lebih dekat ke era “asisten manusia” di rumah. Artikel ini membahas spesifikasi, alasan popularitas, serta dampak penjualan ini.

Optimus Tesla: Robot Elon Musk yang “Hidup” dengan AI Grok

Optimus Gen 2, diluncurkan resmi pada akhir 2024, adalah robot humanoid setinggi 1,73 meter dengan berat 57 kg. Dilengkapi 40 aktuator untuk gerakan halus seperti manusia, tangan dengan 22 derajat kebebasan, dan integrasi AI Grok dari xAI untuk percakapan natural serta belajar tugas baru.

Baca Juga :  Langkah Mudah Menyimpan Lagu Instagram ke Spotify

Fitur utama:

  • Tugas rumah: Lipat baju, masak sederhana, bawa barang.
  • Industri: Assembly line atau warehouse assistance.
  • Autonomi: Navigasi mandiri dengan vision Tesla FSD-like.

Elon Musk klaim Optimus bisa “lakukan apa saja yang manusia lakukan, tapi lebih baik”. Penjualan awal fokus enterprise (pabrik Tesla sendiri pakai ribuan unit), tapi versi consumer mulai 2026 dengan harga target $20.000-30.000 (Rp 300-500 juta di masa depan).

Astro Meta: Robot Zuckerberg untuk Rumah Pintar

Meta’s Astro, update besar pada 2025, adalah robot rumah dengan desain lebih humanoid daripada versi awal (yang seperti Alexa on wheels). Tinggi 1,5 meter, dilengkapi lengan robotik, layar sentuh, dan integrasi Meta AI (berbasis Llama).

Fitur:

  • Asisten rumah: Pantau anak/anak lansia, video call, main musik.
  • Security: Patrol rumah, deteksi intruder.
  • Interaksi: Gesture recognition dan voice natural.

Zuckerberg promosikan Astro sebagai “teman rumah” yang aman dan fun. Penjualan laris untuk keluarga kaya dan smart home enthusiast.

Alasan Penjualan Laris Meski Harga Miliaran

  1. Status Symbol: Seperti mobil supercar, punya robot humanoid jadi prestige—selebriti Hollywood dan miliarder Asia pesan pertama.
  2. Utilitas Nyata: Bantu lansia, orang sibuk, atau bisnis kecil.
  3. Hype Media: Demo viral Elon Musk (Optimus lipat baju) dan Zuckerberg (Astro main dengan anak) ciptakan FOMO.
  4. Investasi Masa Depan: Banyak beli untuk koleksi atau antisipasi harga naik saat mass production.
  5. Teknologi AI: Integrasi Grok/Meta AI buat robot “pintar” bukan gimmick.
Baca Juga :  Xiaomi Siap Luncurkan HP Flagship Terbaru di Indonesia, Beberapa Model Masih Rahasia!

Di Indonesia, meski belum resmi masuk, beberapa unit impor pribadi sudah ada di kalangan ultra-rich.

Dampak dan Prospek Masa Depan

Penjualan ini percepat adopsi robot humanoid: Tesla target produksi jutaan unit pada 2030 dengan harga turun ke $20.000. Meta fokus consumer massal.

Tantangan: Privasi data (kamera/mikrofon terus aktif), etika (pengganti pekerja manusia), dan regulasi safety.

Di 2025, robot Elon Musk dan Zuckerberg bukan sci-fi lagi—mereka nyata, laris, dan mahal. Bagi yang mampu, ini investasi ke masa depan; bagi lainnya, tanda era baru di mana robot jadi bagian rumah tangga. Akankah harga turun cukup untuk massal? Waktu akan jawab—tapi hype sudah dimulai!

Berita Terkait

Di Balik Layar Dracin Populer, Peran Tim AI dalam Menghadirkan Cerita yang Adiktif
MacBook Air M1 Jadi Tameng Hidup, Laptop Apple Selamatkan Tentara Ukraina dari Serpihan Artileri
ChatGPT Health, Asisten AI Baru dari OpenAI untuk Manajemen Kesehatan Pribadi
Pebble Round 2, Kembalinya Smartwatch Tipis dengan Baterai Monster 14 Hari
Gelombang Ransomware Berbasis AI, Ancaman Kejahatan Siber Terbesar di 2025
Penurunan Harga iPhone Air di Indonesia, Momentum Tepat untuk Upgrade?
Rahasia Produk Apple 2026, Dari iPhone Murah hingga Perangkat Lipat yang Revolusioner
HMD Dub Series, Earbuds TWS Budget dengan Fitur Premium yang Menggiurkan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:13 WIB

Di Balik Layar Dracin Populer, Peran Tim AI dalam Menghadirkan Cerita yang Adiktif

Senin, 12 Januari 2026 - 11:12 WIB

MacBook Air M1 Jadi Tameng Hidup, Laptop Apple Selamatkan Tentara Ukraina dari Serpihan Artileri

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:06 WIB

ChatGPT Health, Asisten AI Baru dari OpenAI untuk Manajemen Kesehatan Pribadi

Senin, 5 Januari 2026 - 11:37 WIB

Pebble Round 2, Kembalinya Smartwatch Tipis dengan Baterai Monster 14 Hari

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:07 WIB

Gelombang Ransomware Berbasis AI, Ancaman Kejahatan Siber Terbesar di 2025

Berita Terbaru

Liga Inggris

Michael Carrick Beri Peringatan Usai Man United Gasak Man City

Minggu, 18 Jan 2026 - 19:55 WIB