JAKARTA, koranmetro.com – Babak playoff MPL ID Season 18 dibuka dengan hasil mengejutkan. Pada hari pertama di Surabaya, Rabu (4/11/2026), dua nama besar langsung tersingkir. ONIC Esports dikalahkan Alter Ego dengan skor 1-3, sementara EVOS harus angkat kaki setelah kalah dramatis 2-3 dari Bigetron by Vitality.
Sistem yang Tidak Memberi Ruang Kedua
Putaran pertama playoff MPL ID S18 menggunakan sistem eliminasi tunggal. Artinya, tim yang kalah langsung terhenti dan tidak masuk lower bracket. Format ini membuat laga pembuka sangat berisiko tinggi bagi ONIC dan EVOS.
Alter Ego Singkirkan ONIC
Pertandingan Alter Ego kontra ONIC berlangsung dalam empat game. ONIC sempat unggul di game pertama, tetapi momentum itu tidak bertahan lama. Alter Ego kemudian mendominasi game-game berikutnya dan menutup seri dengan skor 3-1.
Kemenangan ini membawa Alter Ego melaju ke round 2 upper bracket, sementara perjalanan ONIC di musim ini berakhir lebih cepat dari ekspektasi banyak pihak.
Bigetron Tumbangkan EVOS di Laga Ketat
Laga kedua jauh lebih dramatis. Bigetron by Vitality dan EVOS bermain sampai game kelima. EVOS sempat unggul, tetapi Bigetron mampu melakukan comeback dan menang 3-2.
Kegigihan Bigetron di fase krusial menjadi penentu. Hasil ini memastikan Robot Merah lolos ke babak selanjutnya, sedangkan EVOS harus pulang lebih awal.
Empat Tim Tersisa
Dengan tersingkirnya ONIC dan EVOS, sisa kontestan playoff MPL ID S18 adalah:
- Alter Ego
- Bigetron by Vitality
- Natus Vincere (NAVI)
- Team Liquid ID
Pada hari kedua, NAVI dijadwalkan menghadapi Alter Ego, sementara Team Liquid ID akan bertemu Bigetron by Vitality.
Apa Artinya bagi Musim Ini?
Hari pertama playoff langsung mengubah peta persaingan. Dua tim dengan basis penggemar besar harus berhenti di fase awal, menandakan betapa ketatnya kompetisi musim ini. Di sisi lain, Alter Ego dan Bigetron membuktikan bahwa performa di regular season bukan satu-satunya penentu keberhasilan di tahap gugur.
Pembukaan playoff MPL ID S18 berlangsung panas dan penuh kejutan. Kekalahan ONIC dan EVOS di hari pertama menegaskan bahwa di sistem eliminasi tunggal, satu seri buruk saja cukup untuk mengakhiri musim.









