JAKARTA, koranmetro.com – Hairspray merupakan salah satu produk penata rambut yang paling populer dan banyak digunakan, baik oleh wanita maupun pria. Namun, sering muncul pertanyaan: Apakah hairspray berbahaya bagi rambut? Jawabannya tidak hitam-putih. Hairspray bisa aman jika digunakan dengan benar, tetapi juga berpotensi merusak rambut jika dipakai secara berlebihan dan tidak benar.
Kandungan Hairspray yang Perlu Diwaspadai
Hairspray umumnya mengandung bahan-bahan berikut:
- Alcohol (Alcohol Denat) → Bahan yang paling sering dikritik. Alcohol dapat membuat rambut kering, rapuh, dan mudah patah.
- Polimer (PVP, VA/Crotonates) → Memberikan efek “hold” atau mengunci gaya rambut, tetapi dapat menumpuk di batang rambut.
- Fragrance & Propellant → Dapat menyebabkan iritasi kulit kepala pada orang sensitif.
- Silicone → Memberi efek halus sementara, tapi jika menumpuk bisa membuat rambut terlihat lepek.
Bahaya Hairspray bagi Rambut
Berikut risiko nyata jika hairspray digunakan secara berlebihan:
- Kekeringan dan Kerapuhan Alcohol yang terkandung dapat menghilangkan kelembapan alami rambut, sehingga rambut menjadi kering, kusam, dan mudah patah.
- Penumpukan Produk (Build-up) Sisa polimer yang menumpuk di rambut membuat rambut terasa kasar, sulit diatur, dan kurang bernyawa.
- Iritasi Kulit Kepala Pada orang dengan kulit sensitif, hairspray dapat menyebabkan gatal, ketombe, atau bahkan dermatitis.
- Rambut Rontok Bukan langsung menyebabkan rontok, tetapi rambut yang kering dan rapuh lebih mudah patah, sehingga terlihat seperti rontok banyak.
- Pemudaran Warna Rambut Rambut yang dicat lebih rentan rusak jika sering terkena hairspray beralkohol tinggi.
Kapan Hairspray Aman Digunakan?
Hairspray tidak berbahaya jika Anda:
- Menggunakannya secukupnya (tidak setiap hari)
- Memilih hairspray dengan kadar alkohol rendah atau berlabel “alcohol-free”
- Membersihkan rambut secara menyeluruh setiap malam
- Menggunakan hair mask atau kondisioner secara rutin
- Memberi jeda beberapa hari tanpa hairspray
Tips Memilih dan Menggunakan Hairspray yang Lebih Aman
- Pilih hairspray dengan formula Alcohol-Free atau berbahan dasar air.
- Pilih yang mengandung keratin, argan oil, atau vitamin E.
- Semprotkan hairspray dari jarak 20–30 cm.
- Hindari menyemprot langsung ke akar rambut.
- Gunakan hairspray dengan hold sedang (medium hold) daripada extra strong.
- Selalu keramas 2–3 kali seminggu dengan shampoo yang melembapkan.
Hairspray bukan musuh mutlak rambut, tetapi bisa menjadi masalah jika digunakan secara berlebihan dan tanpa perawatan yang tepat. Seperti halnya produk styling lainnya, kuncinya adalah moderasi dan perawatan rambut yang baik.
Jika rambut Anda sedang rusak, kering, atau rontok, sebaiknya kurangi penggunaan hairspray sementara waktu dan fokus pada perawatan intensif terlebih dahulu.









