Hamas Sepakat Serahkan Senjata Berat di Gaza, Sementara Warga AS Nilai Perang Iran Tak Sebanding

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, koranmetro.com – Dua isu global menjadi sorotan pada akhir Juli 2026. Di Timur Tengah, muncul perkembangan penting terkait pelucutan senjata Hamas di Jalur Gaza. Sementara di Amerika Serikat, jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas warga menilai perang melawan Iran tidak sebanding dengan biayanya.

Hamas Mulai Proses Inventarisasi dan Penyerahan Senjata Berat

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Board of Peace telah mencapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza. Trump menyebutnya sebagai langkah bersejarah menuju perdamaian dan keamanan jangka panjang.

Menurut laporan media yang mengutip draf dokumen, Hamas dan faksi Palestina lainnya sepakat memulai proses inventarisasi serta penyerahan senjata berat, fasilitas produksi militer, gudang senjata, dan jaringan terowongan. Proses ini akan diawasi oleh komisi internasional dan dikelola oleh Komite Nasional Palestina untuk Administrasi Gaza. Senjata tidak akan diserahkan langsung kepada Israel.

Baca Juga :  Suriah Disebut Mau Normalisasi Hubungan dengan Israel

Jadwal pelaksanaan direncanakan disusun dalam waktu 14 hari, dengan kemungkinan perpanjangan jika disetujui pihak terkait. Penarikan pasukan Israel diharapkan berlangsung secara paralel dengan kemajuan proses pelucutan senjata.

Namun, pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad, menegaskan bahwa langkah tersebut bersifat bersyarat. Hamas tidak akan memulai proses apa pun terkait persenjataan sebelum Israel memenuhi kewajibannya, termasuk menghentikan operasi militer, menarik pasukan sesuai kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, dan membuka akses bantuan kemanusiaan secara memadai.

“Kesepakatan ini adalah satu paket. Kami tidak akan memulai langkah apa pun terkait persenjataan sebelum Israel melaksanakan komitmennya,” ujar Hamad.

Hingga saat ini, Israel belum memberikan komentar resmi yang detail terkait pengumuman tersebut, sehingga implementasi masih menyisakan ketidakpastian.

Warga AS: Perang Iran Dinilai Sia-sia

Di Amerika Serikat, jajak pendapat AP-NORC yang dirilis pada 30 Juli 2026 menunjukkan bahwa sekitar 64 persen orang Amerika berpendapat perang melawan Iran tidak sebanding atau tidak worth it. Hanya sekitar 33 persen yang menganggap konflik tersebut layak diperjuangkan.

Baca Juga :  Pengamat Prediksi Masa Depan Ketegangan China-Taiwan di Era Trump, Analisis Geopolitik yang Menjanjikan Dampak Global

Survei ini dilakukan pada 23–27 Juli 2026 terhadap 1.165 orang dewasa. Terdapat perbedaan sikap yang jelas antarpartai: dukungan terhadap penanganan konflik oleh pemerintahan Trump jauh lebih tinggi di kalangan Republik dibanding Demokrat. Sejumlah responden juga menyoroti dampak ekonomi, termasuk kenaikan harga bahan bakar.

Hasil jajak pendapat ini mencerminkan meningkatnya keraguan publik terhadap keberlanjutan operasi militer di Iran, yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Konteks Lebih Luas

Kedua isu ini menggambarkan dinamika politik dan keamanan global yang masih penuh tantangan. Di Gaza, kesepakatan pelucutan senjata menjadi potensi terobosan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada implementasi di lapangan dan kepercayaan antar pihak. Sementara di AS, opini publik yang mayoritas kritis terhadap perang Iran menunjukkan tekanan domestik terhadap kebijakan luar negeri.

Berita Terkait

Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi
Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Berita Terbaru