JAKARTA, koranmetro.com – Ketegangan geopolitik antara Barat dan China kembali memanas. Kali ini, militer Inggris dilaporkan menaruh kecurigaan serius terhadap mobil listrik buatan China. Mereka khawatir kendaraan tersebut dilengkapi perangkat mata-mata yang dapat membahayakan keamanan nasional.
Isu ini muncul setelah adanya laporan intelijen yang menyebutkan kemungkinan adanya perangkat pelacak, kamera tersembunyi, atau sistem pengumpulan data yang tersemat di dalam mobil listrik China.
Latar Belakang Kekhawatiran
Inggris bukan satu-satunya negara yang khawatir. Beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Australia, juga mulai membatasi penggunaan teknologi China di sektor sensitif. Kekhawatiran utama meliputi:
- Kemampuan mobil untuk mengumpulkan data lokasi secara real-time
- Potensi akses jarak jauh ke sistem kendaraan
- Risiko kebocoran data pribadi dan data militer
- Ancaman spionase industri dan keamanan nasional
Respons Pemerintah Inggris
Menurut sumber di Kementerian Pertahanan Inggris, mereka sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap risiko keamanan dari kendaraan listrik China, khususnya merek-merek besar seperti BYD, NIO, dan XPeng.
Beberapa langkah yang sedang dipertimbangkan:
- Larangan penggunaan mobil listrik China di area militer dan fasilitas sensitif
- Pemeriksaan ketat terhadap software dan hardware
- Dorongan untuk memperkuat produksi kendaraan listrik domestik dan Eropa
Reaksi dari China
Pihak China menyangkal keras tuduhan tersebut. Mereka menyebut kekhawatiran Inggris sebagai bentuk proteksionisme dan diskriminasi terhadap produk China. Menurut Beijing, tuduhan spionase ini tidak berdasar dan hanya digunakan untuk menghambat persaingan bisnis.
Dampak ke Pasar Otomotif
Isu ini berpotensi memengaruhi penjualan mobil listrik China di Eropa. Beberapa negara Eropa sudah mulai menerapkan pembatasan impor, sementara konsumen pun menjadi lebih waspada.
Di sisi lain, hal ini juga mendorong produsen Eropa dan Amerika untuk mempercepat inovasi dan produksi kendaraan listrik mereka sendiri.
Kecurigaan militer Inggris terhadap mobil listrik China mencerminkan semakin ketatnya persaingan teknologi dan keamanan antara kekuatan besar dunia. Bagi konsumen, isu ini menjadi pengingat penting untuk lebih teliti dalam memilih kendaraan, terutama yang berhubungan dengan data dan keamanan pribadi.









