Robot China Semakin Canggih, Kini Bisa “Meraba” Seperti Manusia

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Robot humanoid asal China terus mendekati kemampuan manusia. Setelah mahir berjalan, berbicara, dan mengenali objek lewat kamera,

Robot humanoid asal China terus mendekati kemampuan manusia. Setelah mahir berjalan, berbicara, dan mengenali objek lewat kamera,

JAKARTA, koranmetro.com – Robot humanoid asal China terus mendekati kemampuan manusia. Setelah mahir berjalan, berbicara, dan mengenali objek lewat kamera, kini mereka mulai dilengkapi indera peraba atau tactile sensing. Teknologi ini memungkinkan robot merasakan tekanan, tekstur, suhu, hingga mendeteksi benda yang mulai terlepas dari genggaman.

Mengapa Indera Peraba Penting?

Selama ini robot sangat bergantung pada penglihatan (vision). Namun, kamera memiliki keterbatasan. Saat tangan robot menutupi objek atau berada di area gelap, sistem visual sering gagal. Indera peraba mengisi celah tersebut.

Dengan sensor taktil, robot bisa:

  • Mengatur kekuatan genggaman secara presisi (tidak meremas telur terlalu kuat atau menjatuhkan benda berat).
  • Mendeteksi tekstur dan kekerasan permukaan.
  • Merasakan suhu dan perubahan tekanan secara real-time.
  • Bereaksi lebih cepat saat terjadi kontak tak terduga.

Kemampuan ini sangat krusial untuk tugas-tugas seperti merakit komponen kecil, melayani lansia, atau bekerja di lingkungan rumah tangga yang tidak terstruktur.

Kemajuan Terkini dari China

Beberapa perusahaan dan lembaga riset China sedang gencar mengembangkan “kulit elektronik” (electronic skin) untuk robot:

  • PaXini Technology (Tianjin) mengembangkan sensor taktil multidimensional. Menurut klaim perusahaan, sekitar 80 persen robot humanoid di dunia sudah menggunakan sensor mereka. Harga sensor dasar bahkan hanya sekitar 199 yuan, jauh lebih murah dibandingkan produk impor sebelumnya.
  • Tim dari University of Science and Technology of China berhasil menciptakan kulit elektronik fleksibel setebal 0,1 mm. Kulit ini mampu mendeteksi tekanan, arah gaya, suhu, hingga sinyal yang menyerupai “rasa sakit”. Bahan bakunya berasal dari material biologis seperti limbah pertanian, sehingga lebih ramah lingkungan dan murah diproduksi.
  • Startup Perception Era Technology mengembangkan electronic skin multimodal yang sangat elastis (bisa diregangkan lebih dari 400 persen) dan tahan uji lebih dari satu juta siklus. Satu lembar kulit elektronik ini bisa menutupi seluruh permukaan tubuh robot.
Baca Juga :  Gelembung AI Menggantung, Tapi Nvidia Masih Melaju Kencang: Apakah Ini Titik Balik atau Jebakan?

Selain itu, perusahaan seperti Tashan Technology juga merilis chip sensing taktil dinamis yang sangat hemat daya dan responsif dalam hitungan mikrodetik.

Dampak ke Industri Robotika

Indera peraba dianggap sebagai “kilometer terakhir” dalam pengembangan embodied AI atau kecerdasan yang tertanam di tubuh fisik robot. Tanpa kemampuan meraba, robot tetap kaku dan berisiko merusak objek atau mencederai manusia di sekitarnya.

Baca Juga :  Android Masih Dominan, iOS dan HarmonyOS Berebut Ruang di Peta OS Smartphone Global

Dengan biaya sensor yang semakin murah dan performa yang meningkat, China berpotensi mempercepat komersialisasi robot humanoid untuk pabrik, logistik, hingga layanan rumah tangga.

Tantangan yang Masih Ada

Meski kemajuan pesat, tantangan masih tersisa. Integrasi data taktil ke dalam model AI masih kompleks. Robot perlu “belajar” menafsirkan sinyal sentuhan sama seperti manusia belajar dari pengalaman. Selain itu, daya tahan sensor dalam jangka panjang dan kemampuan membedakan berbagai jenis material masih terus disempurnakan.

Pemberian indera peraba menandai babak baru dalam evolusi robot China. Dari sekadar “melihat” dunia, kini mereka mulai “merasakan”-nya. Jika teknologi ini terus berkembang, robot humanoid tidak hanya akan terlihat mirip manusia, tetapi juga mampu berinteraksi secara lebih alami dan aman di kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Lenovo IdeaPad Slim 3i, Pilihan Laptop Kuliah Berbasis AI di Harga Terjangkau
Robot Turun ke Jalan di Polandia, Serukan Regulasi AI yang Lebih Ketat
Empat Flagship Android Siap Mengaspal di Indonesia, Termasuk Ponsel Lipat Vivo
macOS 27 Golden Gate Resmi Tersedia di Indonesia, Ini Fitur-Fitur Barunya
Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk
Warga Singapura Berusia 22 Tahun Mengaku Otak Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun
Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan
Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:45 WIB

Lenovo IdeaPad Slim 3i, Pilihan Laptop Kuliah Berbasis AI di Harga Terjangkau

Senin, 21 September 2026 - 11:16 WIB

Robot Turun ke Jalan di Polandia, Serukan Regulasi AI yang Lebih Ketat

Sabtu, 19 September 2026 - 11:01 WIB

Empat Flagship Android Siap Mengaspal di Indonesia, Termasuk Ponsel Lipat Vivo

Rabu, 16 September 2026 - 11:17 WIB

macOS 27 Golden Gate Resmi Tersedia di Indonesia, Ini Fitur-Fitur Barunya

Senin, 14 September 2026 - 12:22 WIB

Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk

Berita Terbaru

Manajemen Persija Jakarta menegaskan dukungan penuh kepada pelatih kepala Shin Tae-yong meski sang pelatih menerima sanksi dari Korea Football Association (KFA).

Liga Indonesia

Persija Tegaskan Komitmen, Shin Tae-yong Tetap Nahkoda Macan Kemayoran

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:14 WIB