Tips Pintar Membeli Mobil Listrik Bekas yang Terjangkau dan Aman

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah maraknya kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik semakin populer di Indonesia. Harga mobil listrik baru yang masih relatif tinggi membuat banyak orang melirik opsi bekas sebagai alternatif hemat.

Di tengah maraknya kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik semakin populer di Indonesia. Harga mobil listrik baru yang masih relatif tinggi membuat banyak orang melirik opsi bekas sebagai alternatif hemat.

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah maraknya kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik semakin populer di Indonesia. Harga mobil listrik baru yang masih relatif tinggi membuat banyak orang melirik opsi bekas sebagai alternatif hemat. Pada akhir 2025, pasar mobil listrik bekas semakin ramai, dengan harga mulai dari Rp90 jutaan hingga ratusan juta, tergantung model dan kondisi. Model populer seperti Wuling Air EV, BinguoEV, Hyundai Ioniq, dan BYD sering menjadi incaran karena biaya operasional rendah dan efisiensi tinggi.

Namun, membeli mobil listrik bekas tidak sama dengan mobil konvensional. Komponen utama seperti baterai menjadi fokus utama, karena biaya penggantiannya mahal. Berikut panduan lengkap untuk memilih mobil listrik bekas secara aman, agar Anda mendapatkan unit berkualitas tanpa risiko tinggi.

1. Periksa Kondisi Baterai Secara Teliti

Baterai adalah “jantung” mobil listrik dan komponen termahal. Degradasi baterai (penurunan kapasitas) adalah masalah umum, tapi studi menunjukkan bahwa baterai EV modern rata-rata masih mempertahankan 90% kesehatan setelah beberapa tahun pemakaian.

  • Cek State of Health (SoH): Idealnya di atas 80-90%. Banyak mobil listrik punya fitur diagnostik bawaan untuk melihat ini.
  • Garansi baterai: Pilih unit yang masih dalam masa garansi pabrik (biasanya 8-10 tahun). Ini mengurangi risiko biaya perbaikan besar.
  • Riwayat pengisian: Hindari mobil yang sering fast charging, karena lebih cepat merusak baterai dibanding slow charging.
  • Hindari unit bekas banjir: Air bisa merusak sistem kelistrikan tinggi secara permanen.
Baca Juga :  Changan Lumin EV, Mobil Listrik Mini Imut Rp178 Juta yang Lincah dan Efisien untuk Kota

2. Lakukan Test Drive dan Inspeksi Menyeluruh

Jangan pernah beli tanpa mencoba langsung.

  • Rasakan akselerasi, jarak tempuh real, dan regeneratif braking.
  • Periksa odometer (jarak tempuh rendah lebih baik) dan riwayat servis di bengkel resmi.
  • Bawa ke bengkel spesialis EV untuk inspeksi baterai, motor listrik, inverter, dan charger.

3. Pilih Merek dengan Ekosistem Kuat

Prioritaskan merek yang punya jaringan servis luas dan suku cadang mudah didapat di Indonesia.

  • Wuling Air EV dan BinguoEV: Paling populer di pasar bekas, harga mulai Rp100-150 jutaan, cocok untuk kota.
  • Hyundai Ioniq/Kona Electric: Garansi baterai panjang, servis resmi banyak.
  • BYD models: Teknologi baterai blade yang tahan lama. Hindari merek dengan layanan purna jual terbatas, karena perbaikan bisa mahal dan sulit.
Baca Juga :  Risiko Serius Jika Terminal Aki Tidak Dicabut Setelah Mobil Terendam Banjir

4. Perhatikan Dokumen dan Riwayat Kendaraan

  • Pastikan STNK, BPKB, dan faktur lengkap.
  • Cek apakah pernah kecelakaan atau modifikasi odometer.
  • Pertimbangkan tambahan garansi pihak ketiga untuk proteksi ekstra.

5. Hitung Biaya Jangka Panjang

Mobil listrik bekas hemat BBM (listrik lebih murah dari bensin), pajak rendah, dan perawatan minim (tak perlu ganti oli). Tapi siapkan dana untuk potensi penggantian baterai di masa depan, meski jarang terjadi sebelum 10-15 tahun.

Dengan mengikuti tips ini, membeli mobil listrik bekas bisa jadi investasi cerdas: hemat biaya awal, ramah lingkungan, dan nyaman dikendarai. Pasar EV bekas di Indonesia semakin matang pada 2025, jadi manfaatkan momen ini untuk beralih ke mobilitas masa depan tanpa khawatir. Selamat berburu mobil impian!

Berita Terkait

Denza Luncurkan D9 PHEV Varian Murah, Harga Lebih Terjangkau untuk Pasar Indonesia
Veda Akui Sulit Kejar Rombongan Depan Usai Finis Posisi 8 di Moto3 Jerman
Kronologi Tragis Kecelakaan Andra ST. McLaren 720S Terbelah Dua di Tol
Hyundai Siap Produksi Mobil Listrik 7-Seater di Indonesia
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Ini Perbedaannya dengan B40
Harga BBM Terus Naik, Mengapa Motor Listrik Masih Sulit Laris?
Marco Bezzecchi Absen di MotoGP Ceko 2026, Hukuman Berat dari Steward
Perbandingan Lengkap Tiga Varian iCAR V23 di Indonesia, Mana yang Paling Worth It?
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 11:36 WIB

Veda Akui Sulit Kejar Rombongan Depan Usai Finis Posisi 8 di Moto3 Jerman

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:15 WIB

Kronologi Tragis Kecelakaan Andra ST. McLaren 720S Terbelah Dua di Tol

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:21 WIB

Hyundai Siap Produksi Mobil Listrik 7-Seater di Indonesia

Senin, 29 Juni 2026 - 11:15 WIB

Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Ini Perbedaannya dengan B40

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:21 WIB

Harga BBM Terus Naik, Mengapa Motor Listrik Masih Sulit Laris?

Berita Terbaru

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan logo resmi untuk Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar pada tahun 2026.

NASIONAL

PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU, Ini Maknanya

Senin, 20 Jul 2026 - 11:07 WIB