Perusahaan Diduga Tipu Subsidi Motor Listrik, CEO Gogoro Mundur

- Jurnalis

Rabu, 18 September 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Gogoro, perusahaan terkemuka dalam industri motor listrik, mengumumkan pengunduran dirinya di tengah dugaan penipuan terkait subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik.

CEO Gogoro, perusahaan terkemuka dalam industri motor listrik, mengumumkan pengunduran dirinya di tengah dugaan penipuan terkait subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik.

JAKARTA, koranmetro.com – Dalam sebuah perkembangan mengejutkan, CEO Gogoro, perusahaan terkemuka dalam industri motor listrik, mengumumkan pengunduran dirinya di tengah dugaan penipuan terkait subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik. Langkah ini diambil setelah laporan mengenai manipulasi data yang mengarah pada klaim subsidi yang tidak sah.

Sumber internal mengungkapkan bahwa investigasi yang dilakukan oleh otoritas terkait menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah motor listrik yang terdaftar dan yang sebenarnya diproduksi. Dugaan ini memicu kekhawatiran publik dan mengguncang kepercayaan konsumen terhadap brand Gogoro.

Baca Juga :  Chery Catat Kenaikan Penjualan Global 38,4 Persen: Indonesia Menyumbang Pertumbuhan

Dalam pernyataannya, CEO yang baru saja mundur mengakui bahwa perusahaan perlu melakukan evaluasi menyeluruh terkait praktik bisnisnya. “Kami berkomitmen untuk mematuhi semua regulasi dan standar etika. Saya percaya bahwa dengan langkah ini, perusahaan dapat kembali ke jalur yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Gogoro menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan yang sedang berlangsung. Pihak perusahaan berjanji untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang terbukti terlibat dalam praktik curang.

Baca Juga :  Xpeng Resmi Kenalkan Dua Model Kendaraannya di Indonesia

Kejadian ini telah menarik perhatian media dan aktivis lingkungan, yang khawatir bahwa skandal semacam ini dapat merusak upaya untuk mempromosikan penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi terhadap masalah polusi dan perubahan iklim.

Sebagai tanggapan, banyak pihak meminta transparansi lebih besar dari perusahaan-perusahaan di industri kendaraan listrik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Berita Terkait

Persaingan Sengit LMPV Hybrid, Toyota Veloz Hybrid vs Suzuki Ertiga Hybrid
Distribusi Veloz Hybrid 400 Unit di Auto2000, Strategi dan Dampaknya ke Pasar
Harga BYD Seal Turun Drastis, Peluang Emas bagi Pencinta Elektrik
BJ41, Penantang Baru di Segmen SUV Ladder Frame, Siap Guncang Pasar Indonesia
Toyota Hilux Travo Prerunner, Modifikasi Ceper yang Tetap Siap Berpetualang
Penagihan Pintu ke Pintu, Penunggak Pajak Kendaraan Kini Dikejar Sampai Rumah di 2025
Bos Honda Bongkar Rahasia ‘Fight Back’, Merger Raksasa & Hybrid Super Lawan Dominasi EV China
Avanza vs Xenia, Mana yang Lebih Unggul untuk Keluarga Anda?
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:22 WIB

Persaingan Sengit LMPV Hybrid, Toyota Veloz Hybrid vs Suzuki Ertiga Hybrid

Senin, 8 Desember 2025 - 15:39 WIB

Distribusi Veloz Hybrid 400 Unit di Auto2000, Strategi dan Dampaknya ke Pasar

Kamis, 27 November 2025 - 11:11 WIB

BJ41, Penantang Baru di Segmen SUV Ladder Frame, Siap Guncang Pasar Indonesia

Kamis, 13 November 2025 - 14:54 WIB

Toyota Hilux Travo Prerunner, Modifikasi Ceper yang Tetap Siap Berpetualang

Minggu, 9 November 2025 - 11:16 WIB

Penagihan Pintu ke Pintu, Penunggak Pajak Kendaraan Kini Dikejar Sampai Rumah di 2025

Berita Terbaru