Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pujian terhadap Wali Kota New York Zohran Mamdani,

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pujian terhadap Wali Kota New York Zohran Mamdani,

JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pujian terhadap Wali Kota New York Zohran Mamdani, meski sebelumnya keduanya sempat saling menyerang secara terbuka. Dalam pertemuan di Gracie Mansion, New York, pada Senin (21 September 2026), Trump menyatakan bahwa Mamdani memiliki “potensi besar” dan berharap sang wali kota bisa menjadi “wali kota yang hebat”.

Latar Belakang Saling Serang

Sebelum Mamdani menjabat sebagai Wali Kota New York pada Januari 2026, Trump kerap mengkritiknya dengan sebutan keras. Trump pernah menyebut Mamdani sebagai “komunis kecil”, “gila total”, dan “lunatic”. Di sisi lain, Mamdani juga sempat melabeli Trump sebagai “despot” dan “fasis”.

Keduanya berasal dari spektrum politik yang sangat berlawanan. Trump adalah tokoh Republik konservatif, sementara Mamdani dikenal sebagai demokrat sosialis yang fokus pada isu keterjangkauan biaya hidup, perumahan, dan hak imigran.

Pertemuan yang Mencairkan Suasana

Pertemuan di Gracie Mansion merupakan pertemuan tatap muka ketiga antara keduanya dalam kurang dari setahun. Sebelumnya, mereka bertemu di Gedung Putih pada November 2025, yang juga berlangsung dalam suasana cukup hangat.

Baca Juga :  Erdogan Menyatakan Kekhawatiran, Mengizinkan Ukraina Akses Senjata AS adalah Langkah yang Salah

Setelah pertemuan sekitar satu jam, Trump menyatakan di hadapan media:

“Saya ingin dia menjadi wali kota yang hebat. Dia tentu punya potensi, potensi yang besar. Semoga kamu akan menjadi salah satu yang hebat. Kamu sudah memulai dengan baik.”

Trump menekankan bahwa ia menginginkan kebaikan bagi New York, kota kelahirannya. “Kalau saya punya pilihan antara dia menjadi wali kota buruk atau mengerikan, saya tidak menginginkannya. Saya ingin dia sukses,” ujar Trump.

Topik yang Dibahas

Menurut keterangan Mamdani, diskusi mereka mencakup sejumlah isu penting, di antaranya:

  • Proyek perumahan besar di Sunnyside Yards, Queens, yang membutuhkan pendanaan federal sekitar US$21 miliar.
  • Isu penegakan imigrasi dan Temporary Protected Status (TPS) bagi warga Haiti di New York.
  • Upaya menjaga keamanan dan keterjangkauan biaya hidup bagi warga kota.

Mamdani menyampaikan bahwa ia menyampaikan pandangan yang tegas terkait perlindungan warga imigran, sambil tetap menghargai komitmen Trump terhadap kota New York.

Baca Juga :  Saudi Ajak Masyarakat Ikut Pantau Hilal Ramadan 2025

Hubungan yang Tak Biasa

Hubungan antara Trump dan Mamdani menjadi salah satu dinamika politik paling mengejutkan di Amerika Serikat saat ini. Meskipun perbedaan ideologi sangat tajam, keduanya tampak mampu menjaga komunikasi yang relatif santun ketika bertemu secara langsung.

Bagi Mamdani, pertemuan dengan Trump dinilai penting untuk memperjuangkan kepentingan warga New York. Sementara bagi Trump, keberhasilan Wali Kota New York dianggap membawa dampak positif bagi citra kota yang ia cintai.

Pujian Trump terhadap Zohran Mamdani menandai pergeseran nada dari konfrontasi terbuka menuju pendekatan yang lebih pragmatis. Meski perbedaan kebijakan masih jelas, keduanya tampak menyadari pentingnya kerja sama demi kepentingan kota New York.

Apakah hubungan ini akan terus bertahan di tengah dinamika politik yang panas? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun untuk saat ini, dunia politik Amerika kembali disuguhkan pemandangan tak terduga: seorang presiden Republik memuji wali kota sosialis demokrat sebagai pemimpin yang berpotensi hebat.

Berita Terkait

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya

Berita Terbaru

Manajemen Persija Jakarta menegaskan dukungan penuh kepada pelatih kepala Shin Tae-yong meski sang pelatih menerima sanksi dari Korea Football Association (KFA).

Liga Indonesia

Persija Tegaskan Komitmen, Shin Tae-yong Tetap Nahkoda Macan Kemayoran

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:14 WIB

Pernahkah Anda tiba-tiba mendapat ide bagus saat sedang mandi? Solusi masalah yang sejak tadi buntu justru muncul di antara guyuran air hangat.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Mengapa Ide Brilian Sering Muncul saat Mandi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:12 WIB