Trump, Perang dengan Iran Hampir Berakhir, Amerika Siap Kembali ke Meja Perundingan

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran telah memasuki tahap akhir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran telah memasuki tahap akhir.

koranmetro.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran telah memasuki tahap akhir. Dalam pernyataan yang disampaikan dari Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa “perang ini hampir selesai” dan Amerika Serikat kini siap melanjutkan perundingan dengan Iran untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif.

Pernyataan ini disampaikan Trump pada Rabu malam (8 April 2026), hanya beberapa hari setelah gencatan senjata sementara antara kedua pihak mulai berlaku. Trump menekankan bahwa Amerika telah mencapai sebagian besar tujuannya melalui serangkaian serangan presisi terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran.

“Kami telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan yang diperlukan. Perang ini hampir selesai. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk berunding dan membuat kesepakatan yang baik bagi semua pihak,” kata Trump.

Latar Belakang Pernyataan Trump

Konflik antara AS-Israel dan Iran yang meletus sejak akhir Maret 2026 telah memasuki fase yang semakin intens. AS melakukan serangkaian serangan udara terhadap situs-situs strategis Iran, sementara Iran merespons dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk.

Baca Juga :  Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Akuisisi Greenland, Ancaman Baru bagi NATO?

Meski demikian, kedua belah pihak akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata sementara setelah tekanan internasional dan kekhawatiran eskalasi yang lebih luas. Trump mengklaim bahwa tekanan militer AS berhasil memaksa Iran untuk duduk di meja perundingan.

Isi Pesan Trump

Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan bahwa Amerika tidak berniat menduduki Iran atau mengubah rezim secara paksa. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan mengurangi aktivitas militernya di kawasan.

“Kami tidak ingin perang yang berkepanjangan. Kami ingin perdamaian yang kuat dan adil. Iran tahu bahwa kami siap berunding, tapi kami juga siap melanjutkan tekanan jika diperlukan,” tegasnya.

Trump juga mengatakan bahwa negosiasi akan melibatkan isu program nuklir Iran, dukungan terhadap kelompok proxy, dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga :  Trump Tawarkan 2 Juta PNS AS Pensiun Dini, Dapat Pesangon 8 Kali Gaji

Reaksi Internasional

Pernyataan Trump mendapat sambutan beragam. Beberapa sekutu AS seperti Israel dan Arab Saudi menyambut positif sinyal kesiapan berunding. Sementara itu, Rusia dan China menekankan pentingnya dialog yang melibatkan semua pihak dan menghormati kedaulatan Iran.

Di dalam negeri Iran, respons masih bersifat hati-hati. Pemerintah Iran menyatakan bahwa setiap perundingan harus dilakukan dengan prinsip saling menghormati dan tanpa tekanan militer.

Pernyataan Presiden Trump bahwa “perang dengan Iran hampir selesai” dan kesiapan AS untuk kembali ke meja perundingan menjadi angin segar di tengah ketegangan yang telah berlangsung hampir dua minggu. Meski demikian, banyak pihak tetap waspada karena sejarah menunjukkan bahwa proses perdamaian di Timur Tengah sering kali rapuh dan penuh tantangan.

Berita Terkait

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Berita Terbaru

Dua ajang modest fashion terbesar di Indonesia, IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW),

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:24 WIB