Menenun Masa Depan, Cita Tenun Indonesia Hadirkan Wastra Nusantara ke Generasi Muda

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenun Nusantara, warisan budaya yang kaya motif dan filosofi, kini semakin dekat dengan generasi muda berkat upaya Cita Tenun Indonesia (CTI).

Tenun Nusantara, warisan budaya yang kaya motif dan filosofi, kini semakin dekat dengan generasi muda berkat upaya Cita Tenun Indonesia (CTI).

JAKARTA, koranmetro.com – Tenun Nusantara, warisan budaya yang kaya motif dan filosofi, kini semakin dekat dengan generasi muda berkat upaya Cita Tenun Indonesia (CTI). Organisasi nirlaba yang didirikan pada 2008 oleh sekelompok perempuan pecinta kriya tenun ini terus berinovasi agar kain tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup anak muda masa kini.

Melalui berbagai program kreatif, CTI berhasil menjembatani kesenjangan antara tradisi dan tren kontemporer, sekaligus memberikan dampak sosial yang nyata.

Program “Weaving The Sky”: Tenun untuk Anak Muda dan Pendidikan

Salah satu inisiatif terbaru yang paling menonjol adalah Weaving The Sky, kolaborasi Cita Tenun Indonesia dengan One Fine Sky (OFS). Program ini mengolah kain tenun sisa desainer menjadi koleksi busana kekinian seperti kaus, jaket, dan aksesori yang edgy dan dinamis.

Tujuannya ganda: mendekatkan tenun ke generasi muda yang menyukai gaya streetwear dan casual, sekaligus mendukung penyediaan seragam sekolah bagi anak-anak kurang mampu di daerah terpencil. Setiap penjualan koleksi ini menyumbang dana untuk pendidikan, sehingga anak muda yang membeli produk tidak hanya tampil stylish, tapi juga turut berkontribusi pada kebaikan sosial.

Koleksi ini melibatkan 13 hingga 20 perancang mode Indonesia, menghasilkan tampilan busana yang fresh, relevan, dan jauh dari kesan kuno. Dengan harga yang lebih terjangkau, tenun ikat atau tenun lainnya kini bisa menjadi pilihan anak muda tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Baca Juga :  Resep Capcay Kuah yang Praktis dan Lezat untuk Acara Keluarga Besar

Kolaborasi dengan Desainer dan Brand Muda

Cita Tenun Indonesia aktif berkolaborasi dengan desainer muda dan brand fesyen untuk menghadirkan tenun dalam bentuk yang lebih modern. Melalui program seperti New Young Promising Designer, CTI memberikan kesempatan kepada lulusan sekolah desain untuk bereksperimen dengan tenun menggunakan benang katun yang ringan dan motif yang tidak terlalu rumit.

Hasilnya adalah busana yang tetap menghormati akar tradisi, tapi tampil lebih youthful — mulai dari siluet minimalis hingga desain street style. CTI juga sering tampil di Jakarta Fashion Week dengan tema seperti “Liminal”, yang menjadi jembatan antara warisan dan ekspresi modern.

Selain itu, CTI melakukan pelatihan langsung di berbagai daerah, seperti Sambas, Kapuas Hulu, Wajo, dan Lampung, untuk memperkuat kapasitas pengrajin lokal sekaligus memperkenalkan pendekatan desain yang lebih sesuai dengan selera pasar muda.

Mengapa Penting Dekatkan Tenun ke Anak Muda?

Menurut Sekretaris Jenderal CTI, Intan Fauzi, harga yang terjangkau dan desain yang tidak ribet menjadi kunci utama agar anak muda mau mencoba tenun. Dengan harga mulai Rp150.000–Rp350.000 per meter untuk beberapa jenis tenun ikat, kain tradisional ini semakin mudah diakses.

Baca Juga :  5 Pilihan Terbaik Serial Drama China Romantis yang Wajib Ditonton di Tahun 2025

Lebih dari sekadar fesyen, gerakan ini bertujuan melestarikan warisan budaya sekaligus memberdayakan perajin perempuan di pelosok Nusantara. Anak muda yang mengenakan tenun tidak hanya tampil berbeda, tapi juga ikut menjaga kelangsungan seni kriya yang hampir punah di beberapa daerah.

Dampak yang Telah Dihasilkan

Sejak berdiri, Cita Tenun Indonesia telah:

  • Memberikan pelatihan keterampilan menenun, pewarnaan alami, dan desain motif kepada ratusan perajin.
  • Mengadakan pameran, fashion show, dan kolaborasi yang memperkenalkan tenun ke khalayak luas.
  • Mendukung pendidikan anak melalui program sosial berbasis penjualan produk tenun.

Cita Tenun Indonesia membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku dan kuno. Dengan pendekatan kreatif, kolaborasi, dan kepedulian sosial, organisasi ini berhasil mendekatkan tenun ke hati anak muda — sekaligus memastikan warisan leluhur tetap hidup dan bernilai di era sekarang.

Bagi generasi muda yang ingin tampil unik sekaligus berkontribusi, mengenakan produk dari Cita Tenun Indonesia bisa menjadi pilihan yang bermakna. Karena menenun masa depan bukan hanya soal kain, tapi juga tentang menjaga identitas bangsa sambil bergerak maju.

Berita Terkait

Kembali Fit Setelah Lebaran, Panduan Pola Makan Sehat dari Ahli Gizi
Cinta Seimbang ala Libra, Siapa Pasangan Paling Serasi untuk Zodiak yang Romantis Ini?
Sneaker Digital, Tren NFT di Dunia Fashion dan Hiburan
Efek Positif Musik Klasik pada Kesehatan Mental Remaja
Malam Panggung Silent Disco Rooftop Jakarta, Alternatif Hiburan Kota yang Elegan
Micro-Festival Rumah, Alternatif Hiburan yang Mencuri Perhatian
Pameran Seni Digital Jakarta, Menggabungkan Kreativitas dan Teknologi
Urban Forest Bathing, Tren Relaksasi Kota yang Menyatu dengan Alam
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 11:11 WIB

Menenun Masa Depan, Cita Tenun Indonesia Hadirkan Wastra Nusantara ke Generasi Muda

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:11 WIB

Kembali Fit Setelah Lebaran, Panduan Pola Makan Sehat dari Ahli Gizi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:28 WIB

Cinta Seimbang ala Libra, Siapa Pasangan Paling Serasi untuk Zodiak yang Romantis Ini?

Senin, 3 November 2025 - 14:52 WIB

Sneaker Digital, Tren NFT di Dunia Fashion dan Hiburan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:08 WIB

Efek Positif Musik Klasik pada Kesehatan Mental Remaja

Berita Terbaru

Tenun Nusantara, warisan budaya yang kaya motif dan filosofi, kini semakin dekat dengan generasi muda berkat upaya Cita Tenun Indonesia (CTI).

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Menenun Masa Depan, Cita Tenun Indonesia Hadirkan Wastra Nusantara ke Generasi Muda

Minggu, 5 Apr 2026 - 11:11 WIB