SpaceX Menuju IPO Terbesar Sepanjang Masa, Target Valuasi Rp27.000 Triliun dan Dana Segar hingga Rp1.200 Triliun

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elon Musk dan SpaceX semakin dekat dengan momen bersejarah. Perusahaan antariksa swasta terbesar di dunia ini telah mengajukan.

Elon Musk dan SpaceX semakin dekat dengan momen bersejarah. Perusahaan antariksa swasta terbesar di dunia ini telah mengajukan.

JAKARTA, koranmetro.com – Elon Musk dan SpaceX semakin dekat dengan momen bersejarah. Perusahaan antariksa swasta terbesar di dunia ini telah mengajukan pendaftaran Initial Public Offering (IPO) secara rahasia ke Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat. Jika terealisasi sesuai rencana, IPO SpaceX berpotensi menjadi penawaran saham perdana terbesar dalam sejarah, melampaui rekor Saudi Aramco pada 2019.

Menurut laporan Bloomberg, Reuters, dan sumber terkait per awal April 2026, SpaceX menargetkan valuasi perusahaan mencapai US$1,75 triliun hingga lebih dari US$2 triliun (sekitar Rp27.000–Rp32.000 triliun dengan kurs saat ini). Perusahaan ini berencana mengumpulkan dana segar hingga US$75 miliar (sekitar Rp1.200 triliun), jauh melampaui rekor Aramco yang “hanya” mengumpulkan US$29,4 miliar.

Latar Belakang dan Timing IPO

SpaceX telah mengajukan filing secara confidential pada awal April 2026. Target listing diperkirakan pada pertengahan Juni 2026. Langkah ini dilakukan setelah SpaceX melakukan merger besar dengan xAI milik Elon Musk, yang menjadikan valuasi perusahaan gabungan mencapai US$1,25 triliun.

Proses IPO ini melibatkan puluhan bank investasi besar dan rencana alokasi saham yang cukup besar untuk investor ritel (retail investors) — diperkirakan hingga 20–30% dari total penawaran. Hal ini jarang terjadi pada IPO sebesar ini dan menunjukkan upaya SpaceX untuk memperluas basis pemegang saham.

Baca Juga :  iOS 18.5 Hadir dengan Fitur Koneksi Satelit untuk iPhone 13

Mengapa Valuasi Begitu Tinggi?

Valuasi astronomis SpaceX didorong terutama oleh Starlink, bisnis internet satelit yang menjadi mesin pendapatan utama perusahaan. Hingga akhir 2025, Starlink telah memiliki lebih dari 9 juta pelanggan aktif di seluruh dunia, dengan pertumbuhan sangat cepat. Jumlah satelit aktif di orbit juga sudah mendekati atau melebihi 10.000 unit, memberikan cakupan internet global yang semakin luas, termasuk ke daerah terpencil dan kontrak militer.

Selain Starlink, bisnis inti SpaceX meliputi:

  • Peluncuran roket Falcon 9 dan Starship yang semakin matang
  • Kontrak besar dengan NASA dan Departemen Pertahanan AS
  • Ambisi jangka panjang ke Mars
  • Integrasi dengan AI melalui xAI

Analis menilai Starlink sebagai “recurring revenue engine” yang stabil, mirip dengan model bisnis telekomunikasi tradisional, sehingga valuasi tinggi menjadi lebih masuk akal.

Dampak bagi Pasar dan Investor

Jika IPO ini berhasil, dampaknya akan sangat luas:

  • Memberikan likuiditas bagi investor awal dan karyawan SpaceX.
  • Membuka peluang bagi investor ritel untuk ikut serta dalam “space economy”.
  • Berpotensi memicu gelombang antusiasme terhadap saham-saham terkait antariksa dan satelit lainnya (seperti Rocket Lab, AST SpaceMobile, dll.).
  • Menjadi tolok ukur bagi mega-IPO lain yang direncanakan tahun ini, termasuk OpenAI dan Anthropic.
Baca Juga :  Penelitian Terbaru, AI Search Engine Kerap Mengandalkan Situs Berkualitas Rendah sebagai Sumber Utama

Namun, ada tantangan. Beberapa analis mempertanyakan apakah valuasi di atas US$1,75 triliun terlalu tinggi dibandingkan fundamental saat ini. Selain itu, risiko regulasi, persaingan di industri satelit, dan ketergantungan pada Elon Musk sebagai figur sentral juga menjadi perhatian investor.

SpaceX bukan lagi sekadar perusahaan roket. Dengan Starlink yang terus tumbuh pesat dan ambisi multiplanet Elon Musk, perusahaan ini siap menjadi salah satu perusahaan publik paling berharga di dunia. IPO yang direncanakan Juni 2026 berpotensi menjadi tonggak sejarah — bukan hanya karena ukurannya, tapi juga karena membawa industri antariksa dan konektivitas global ke panggung pasar modal mainstream.

Bagi investor, ini adalah momen langka untuk ikut serta dalam perjalanan “membuat manusia menjadi spesies multiplanet”. Namun, seperti biasa dengan perusahaan Elon Musk, volatilitas dan narasi ambisius akan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan saham SpaceX nantinya.

Situasi masih terus berkembang. Pantau pengumuman resmi dari SpaceX dan SEC dalam beberapa minggu ke depan untuk detail lebih lanjut mengenai jadwal, harga saham, dan alokasi.

Berita Terkait

Powerbank Modular Nimble Sharepower, Solusi Cerdas untuk Traveler yang Butuh Daya Ekstra!
China Bidik Supremasi AI Global,m Ambisi Besar dalam 5 Tahun ke Depan
Google Resmi Rilis Android 17, Update Besar yang Mulai Digulirkan Hari Ini!
HarmonyOS 7, Huawei Hadirkan Desain Futuristik Mirip Liquid Glass iOS dan AI yang Lebih Cerdas
Realme P4R Resmi Meluncur di Indonesia, HP Gaming Murah dengan Baterai Raksasa 8.000 mAh
Infinix XBook 15 Resmi Hadir di Indonesia, Spesifikasi Lengkap dan Harga Resmi
AMD Refresh Produk Gaming, Tiga Peluncuran Baru dengan Rasa Lama di 2026
WiFi Rumah Bisa Mengenali Identitas Anda Tanpa Kamera, Peneliti Ungkap Akurasi Hampir 100%
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:27 WIB

Powerbank Modular Nimble Sharepower, Solusi Cerdas untuk Traveler yang Butuh Daya Ekstra!

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:30 WIB

China Bidik Supremasi AI Global,m Ambisi Besar dalam 5 Tahun ke Depan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:08 WIB

Google Resmi Rilis Android 17, Update Besar yang Mulai Digulirkan Hari Ini!

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:38 WIB

HarmonyOS 7, Huawei Hadirkan Desain Futuristik Mirip Liquid Glass iOS dan AI yang Lebih Cerdas

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:41 WIB

Realme P4R Resmi Meluncur di Indonesia, HP Gaming Murah dengan Baterai Raksasa 8.000 mAh

Berita Terbaru