Meta Luncurkan AI yang Lebih Personal, Bukan Sekadar Chatbot, tapi “Superintelligence” yang Mirip Pengguna Asli

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meta Platforms tengah gencar mengembangkan generasi baru kecerdasan buatan (AI) yang melampaui fungsi chatbot biasa.

Meta Platforms tengah gencar mengembangkan generasi baru kecerdasan buatan (AI) yang melampaui fungsi chatbot biasa.

JAKARTA, koranmetro.com – Meta Platforms tengah gencar mengembangkan generasi baru kecerdasan buatan (AI) yang melampaui fungsi chatbot biasa. Fokus utamanya adalah menciptakan personal superintelligence — AI yang sangat memahami konteks pribadi pengguna, sejarah, minat, dan bahkan perilaku, sehingga terasa seperti “versi digital” yang mirip dengan pengguna asli.

Muse Spark dan Visi Personal Superintelligence

Pada April 2026, Meta melalui Meta Superintelligence Labs memperkenalkan Muse Spark, model AI terbaru yang dirancang khusus untuk memprioritaskan pengalaman manusia. Model ini bukan sekadar alat menjawab pertanyaan, melainkan fondasi untuk AI yang mampu bernalar mendalam di bidang sains, matematika, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari.

Mark Zuckerberg menyebut 2026 sebagai tahun krusial bagi Meta untuk menghadirkan AI yang benar-benar personal. AI ini akan memanfaatkan data konteks dari miliaran pengguna di WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Messenger untuk memberikan pengalaman yang disesuaikan secara mendalam.

Bukan Hanya Chatbot, tapi AI Agent yang Mirip Manusia

Meta sedang mengembangkan AI yang lebih agentic — mampu menjalankan tugas secara mandiri, mengingat konteks percakapan sebelumnya, dan berinteraksi secara alami. Beberapa terobosan yang sedang dipersiapkan:

  • Pemahaman Konteks Pribadi: AI dapat mengingat preferensi, riwayat obrolan, minat, dan hubungan sosial pengguna untuk memberikan jawaban yang jauh lebih relevan.
  • AI Avatars dan Clones: Meta dikabarkan mengembangkan AI yang meniru perilaku, nada bicara, dan gaya pengguna. Contohnya, perusahaan sedang membangun AI clone Mark Zuckerberg untuk keperluan internal, sehingga karyawan bisa “berbicara” langsung dengan versi digital sang CEO.
  • Simulasi Pengguna: Meta bahkan mendapatkan paten untuk teknologi AI yang bisa meniru aktivitas media sosial pengguna, termasuk saat pengguna tidak aktif atau dalam skenario tertentu.
Baca Juga :  Revolusi Kuantum China, Chip Zuchongzhi-3.0 Mengguncang Dunia Komputasi

Tujuannya adalah menciptakan AI yang tidak hanya membantu, tapi juga terasa seperti teman atau ekstensi diri pengguna sendiri.

Integrasi di Seluruh Platform Meta

AI baru ini akan tersebar di seluruh ekosistem Meta:

  • Standalone Meta AI App dengan voice conversation yang lebih natural.
  • Integrasi mendalam di WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
  • Dukungan untuk Ray-Ban Meta Smart Glasses, memungkinkan AI melihat dan merespons dunia nyata.
  • Fitur agen bisnis dan pribadi yang bisa menangani tugas kompleks.
Baca Juga :  Pekerja AI, Tren Permintaan yang Meningkat di 2025

Dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif harian, Meta memiliki keunggulan besar dalam mengumpulkan data kontekstual untuk melatih AI yang benar-benar personal.

Tantangan dan Kontroversi

Pengembangan AI yang sangat mirip dengan manusia asli ini menuai perhatian soal privasi dan etika. Banyak yang khawatir tentang bagaimana data pribadi digunakan, potensi penyalahgunaan, serta dampak psikologis jika AI terlalu mirip dengan orang sungguhan (termasuk simulasi orang yang telah meninggal).

Meta menyatakan terus meningkatkan transparansi dan memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna atas data mereka.

Meta tidak lagi puas hanya menyediakan chatbot biasa. Melalui Muse Spark dan visi personal superintelligence, perusahaan asal Menlo Park ini ingin menciptakan AI yang benar-benar memahami dan menyerupai manusia — menjadi mitra cerdas yang personal dan kontekstual.

Dengan investasi besar-besaran dan infrastruktur yang terus dikembangkan, 2026 diprediksi menjadi tahun di mana AI Meta berubah dari sekadar fitur menjadi bagian integral kehidupan digital miliaran orang.

Berita Terkait

Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk
Warga Singapura Berusia 22 Tahun Mengaku Otak Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun
Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan
Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A
Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Hadir di Indonesia, Dijual Mulai Rp20,9 Juta
TCL P80 Ultra Resmi Debut di IFA 2026, Ponsel Pertama dengan Layar AMOLED NxtPaper yang Mirip Kertas
Sony Hadirkan Live TV Gratis di PS5, Lebih dari 100 Channel Tanpa Biaya Langganan
Android Masih Dominan, iOS dan HarmonyOS Berebut Ruang di Peta OS Smartphone Global
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:22 WIB

Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk

Minggu, 13 September 2026 - 10:58 WIB

Warga Singapura Berusia 22 Tahun Mengaku Otak Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun

Jumat, 11 September 2026 - 11:12 WIB

Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A

Minggu, 6 September 2026 - 11:39 WIB

Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Hadir di Indonesia, Dijual Mulai Rp20,9 Juta

Berita Terbaru