Peluncuran Galaxy S26 di Pusat Inovasi AI, Langkah Berani Samsung di 2026

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah persaingan ketat industri smartphone, Samsung kembali mengejutkan dunia dengan rencana peluncuran seri Galaxy S26 yang tak biasa.

Di tengah persaingan ketat industri smartphone, Samsung kembali mengejutkan dunia dengan rencana peluncuran seri Galaxy S26 yang tak biasa.

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah persaingan ketat industri smartphone, Samsung kembali mengejutkan dunia dengan rencana peluncuran seri Galaxy S26 yang tak biasa. Bukan lagi acara rutin di markas besar Korea Selatan atau kota-kota Eropa yang mewah, Samsung dikabarkan akan menggelar Samsung Galaxy Unpacked 2026 di San Francisco, Amerika Serikat—pusat global kecerdasan buatan (AI). Langkah ini bukan sekadar perubahan lokasi, melainkan strategi cerdas untuk menegaskan posisi Galaxy S26 sebagai “pionir era AI smartphone”. Dengan tanggal peluncuran yang dijadwalkan pada 25 Februari 2026, Samsung seolah ingin memposisikan dirinya sebagai pemimpin revolusi teknologi seluler tahun depan. Apa yang membuat keputusan ini begitu luar biasa, dan apa saja rumor menarik seputar perangkat flagship ini? Mari kita ulas lebih dalam.

Alasan di Balik Pilihan “Kota AI” San Francisco

San Francisco bukanlah pilihan acak. Sebagai rumah bagi raksasa teknologi seperti OpenAI, Google, dan Meta, kota ini telah menjadi simbol inovasi AI yang tak tergoyahkan. Seorang eksekutif Samsung dilaporkan menyatakan bahwa San Francisco adalah “lokasi sempurna” untuk acara ini, karena kota tersebut telah muncul sebagai pusat AI global. Ini adalah kunjungan pertama Samsung ke San Francisco untuk peluncuran Galaxy S sejak acara Galaxy S23 pada 2023, menandai pergeseran strategis dari jadwal Januari tradisional menjadi akhir Februari.

Perubahan jadwal ini disebabkan oleh penyesuaian lineup produk. Awalnya, Samsung sempat mempertimbangkan model “Pro” sebagai pengganti base model dan “Edge” untuk varian Plus. Namun, penjualan lemah Galaxy S25 Edge mendorong perusahaan membatalkan rencana itu, dan kembali ke struktur klasik: Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra. Penundaan ini memungkinkan Samsung menyempurnakan integrasi AI yang lebih dalam, sambil menghindari konflik dengan peluncuran iPhone 17 Apple yang dirumorkan di September 2025. Dengan demikian, peluncuran di San Francisco bukan hanya simbolis, tapi juga taktis—mengundang kolaborasi potensial dengan ekosistem AI Silicon Valley.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Pre-order Samsung Galaxy S25 Series di Indonesia, Dapatkan Promo Menarik!

Rumor Spesifikasi yang Bikin Heboh: AI di Setiap Sudut

Galaxy S26 diharapkan menjadi lompatan besar dari pendahulunya, dengan fokus utama pada AI yang “selalu aktif”. Berikut beberapa bocoran yang sudah beredar:

  • Prosesor Canggih: Galaxy S26 Ultra kemungkinan akan menggunakan Exynos 2600 (di pasar tertentu) atau Snapdragon 8 Elite khusus Galaxy (global). Benchmark awal menunjukkan performa setara chip M5 Apple, dengan efisiensi daya hingga 20% lebih baik untuk mendukung fitur AI intensif.
  • Kamera Revolusioner: Sensor kamera utama tetap 200MP seperti S25 Ultra, tapi lensa telephoto 3x ditingkatkan menjadi 12MP S5K3LD untuk low-light superior. Tambahan codec APV baru memungkinkan dua mode rekam video: kualitas tinggi untuk penyimpanan optimal. AI akan mengintegrasikan Perplexity AI untuk pencarian real-time langsung di browser, melengkapi Gemini Google yang sudah ada.
  • Desain dan Baterai: Tanpa model Edge, fokus pada desain lebih ramping (5.8mm untuk S26 Edge jika dirilis). Baterai 5000mAh+ dengan pengisian nirkabel Qi2 yang lebih kompatibel, dan layar AMOLED 6.9 inci 120Hz dengan kecerahan puncak 3000 nits.
  • Fitur AI Unggulan: Integrasi Perplexity memungkinkan pencarian kontekstual tanpa meninggalkan app, sementara AI generatif akan menawarkan editing foto/video otomatis yang lebih pintar. Samsung juga merumorkan “AI Personal Assistant” yang belajar dari kebiasaan pengguna untuk jadwal harian.
Baca Juga :  Mengungkap Proses Kreatif, Perancang iPhone Cerita di Balik Desain iMac Pertama

Harga awal diperkirakan mulai dari $799 untuk model base, kompetitif dengan iPhone 17, meski investor khawatir dengan siklus produksi yang lebih panjang.

Peluncuran di San Francisco adalah pernyataan berani Samsung untuk mendominasi narasi AI smartphone. Di tengah dominasi Apple Intelligence dan Google Gemini, Samsung ingin menonjol dengan ekosistem Galaxy AI yang lebih terintegrasi—dari kamera hingga baterai pintar. Namun, tantangan tetap ada: penjualan Edge yang mengecewakan menunjukkan perlunya inovasi yang lebih inklusif. Jika sukses, Galaxy S26 bisa menjadi “iPhone moment” bagi Android, mendorong adopsi AI di pasar emerging seperti Asia Tenggara.

Apakah langkah ini akan membayar dividen? Kita tunggu saja 25 Februari 2026. Bagi penggemar gadget, ini adalah undangan untuk menyaksikan bagaimana “Kota AI” membentuk masa depan ponsel kita. Siapa tahu, peluncuran ini bisa menjadi titik balik di mana smartphone tak lagi hanya alat komunikasi, tapi mitra cerdas dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel ini berdasarkan rumor dan laporan industri terkini. Spesifikasi akhir bisa berubah. Ikuti update dari Samsung resmi untuk konfirmasi.

Berita Terkait

ChatGPT Health, Asisten AI Baru dari OpenAI untuk Manajemen Kesehatan Pribadi
Pebble Round 2, Kembalinya Smartwatch Tipis dengan Baterai Monster 14 Hari
Gelombang Ransomware Berbasis AI, Ancaman Kejahatan Siber Terbesar di 2025
Robot Humanoid Elon Musk dan Zuckerberg, Penjualan Meroket dengan Harga Fantastis Miliaran Rupiah
Penurunan Harga iPhone Air di Indonesia, Momentum Tepat untuk Upgrade?
Rahasia Produk Apple 2026, Dari iPhone Murah hingga Perangkat Lipat yang Revolusioner
HMD Dub Series, Earbuds TWS Budget dengan Fitur Premium yang Menggiurkan
Samsung Luncurkan Exynos 2600, Prosesor Smartphone 2nm Pertama di Dunia
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:06 WIB

ChatGPT Health, Asisten AI Baru dari OpenAI untuk Manajemen Kesehatan Pribadi

Senin, 5 Januari 2026 - 11:37 WIB

Pebble Round 2, Kembalinya Smartwatch Tipis dengan Baterai Monster 14 Hari

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:07 WIB

Gelombang Ransomware Berbasis AI, Ancaman Kejahatan Siber Terbesar di 2025

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:40 WIB

Robot Humanoid Elon Musk dan Zuckerberg, Penjualan Meroket dengan Harga Fantastis Miliaran Rupiah

Senin, 29 Desember 2025 - 11:20 WIB

Penurunan Harga iPhone Air di Indonesia, Momentum Tepat untuk Upgrade?

Berita Terbaru