Marine One Trump Hampir Langgar Jarak Aman dengan Jet Komersial di Washington, Prosedur Pasca-Tragedi 2025 Dipertanyakan

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Helikopter kepresidenan Amerika Serikat Marine One yang membawa Presiden Donald Trump sempat berada terlalu dekat dengan sebuah pesawat penumpang yang baru lepas landas dari Bandara Nasional Ronald Reagan,

Helikopter kepresidenan Amerika Serikat Marine One yang membawa Presiden Donald Trump sempat berada terlalu dekat dengan sebuah pesawat penumpang yang baru lepas landas dari Bandara Nasional Ronald Reagan,

JAKARTA, koranmetro.com – Helikopter kepresidenan Amerika Serikat Marine One yang membawa Presiden Donald Trump sempat berada terlalu dekat dengan sebuah pesawat penumpang yang baru lepas landas dari Bandara Nasional Ronald Reagan, Selasa (4/8/2026). Insiden ini memicu investigasi Federal Aviation Administration (FAA) karena diduga melanggar prosedur keselamatan ketat yang diberlakukan setelah tabrakan maut Januari 2025.

Kronologi Kejadian

Marine One lepas landas dari kawasan Ellipse dekat Gedung Putih sekitar pukul 14.33 waktu setempat. Helikopter itu membawa Trump menuju Joint Base Andrews di Maryland, sebelum melanjutkan perjalanan dengan Air Force One ke Los Angeles.

Hampir bersamaan, pesawat regional Envoy Air penerbangan 3742 (jenis Embraer E170) yang dioperasikan untuk American Airlines lepas landas dari Bandara Reagan menuju Pensacola, Florida, sekitar pukul 14.34. Menurut sumber yang mengetahui kejadian tersebut, pengendali lalu lintas udara tidak menghentikan penerbangan komersial seperti yang diwajibkan.

FAA menyatakan dalam tinjauan awalnya bahwa terjadi “kehilangan separasi sementara” (momentary loss of separation). Setelah itu, kedua pesawat saling menjauh. Pesawat jet sedang menanjak di atas Marine One sehingga keduanya tidak berada di jalur tabrakan.

Beberapa laporan menyebutkan jarak lateral sempat mencapai kurang dari 1,5 mil (sekitar 2,4 km) dan jarak vertikal sekitar 500–700 kaki, di bawah standar minimum yang ditetapkan FAA di sekitar bandara.

Baca Juga :  Usai Kryvyi Rih, Giliran Ibu Kota Ukraina Dihantam Rudal Rusia

Latar Belakang Prosedur Ketat

Prosedur yang dilanggar berasal dari kebijakan yang diterapkan setelah tragedi 29 Januari 2025. Saat itu, helikopter Black Hawk Angkatan Darat AS bertabrakan di udara dengan pesawat American Airlines regional yang sedang mendarat di Bandara Reagan. Kecelakaan itu menewaskan seluruh 67 orang di kedua pesawat dan menjadi bencana udara paling mematikan di AS dalam hampir seperempat abad.

Sejak itu, FAA mewajibkan penghentian sementara (ground stop) semua lepas landas dan pendaratan di Bandara Reagan setiap kali helikopter, termasuk Marine One, melintas di jalur yang berpotensi konflik. Tujuannya agar lalu lintas helikopter dan jet komersial tidak bercampur di ruang udara sibuk tersebut.

Respons Resmi

FAA menegaskan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden keselamatan ini. “Berdasarkan tinjauan keselamatan awal, terjadi kehilangan separasi sementara, setelah itu pesawat terus saling menjauh. Pengendali lalu lintas udara tetap berhubungan dengan pilot pesawat komersial dan pilot Marine One,” bunyi pernyataan FAA.

Gedung Putih menekankan bahwa Presiden Trump tidak pernah berada dalam bahaya. “Penerbangan Marine One dikemudikan oleh beberapa pilot terbaik di dunia, dan pada titik mana pun Presiden tidak berada dalam bahaya,” kata juru bicara Kush Desai.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Getaran Kuat Terasa hingga Taipei, Namun Kerusakan Minim

Korps Marinir AS juga membela kru helikopter. Mereka menyatakan tidak ada “close call”, menara Bandara Reagan tidak menunda atau mengubah profil penerbangan Marine One, dan informasi lalu lintas diberikan tepat waktu.

Mengapa Insiden Ini Menarik Perhatian?

Insiden ini terjadi hanya sekitar 18 bulan setelah tragedi 2025 yang menewaskan 67 orang. Banyak pihak mempertanyakan apakah prosedur baru sudah dijalankan secara konsisten. Beberapa laporan menyebutkan adanya gangguan komunikasi radio antara Marine One dan menara pengawas sebelum lepas landas.

Baik FAA maupun National Transportation Safety Board (NTSB) sedang mengumpulkan data lebih lanjut. Hasil investigasi diharapkan dapat memperjelas apakah ada kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan yang sudah diperketat.

Hingga saat ini, tidak ada laporan cedera atau kerusakan. Kedua pesawat dan Marine One mendarat dengan aman. Namun, kejadian ini kembali mengingatkan betapa rapuhnya keselamatan penerbangan di ruang udara padat di sekitar ibu kota Amerika Serikat.

Berita Terkait

Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal
Pemilu Sela AS 2026, Kontrol Kongres Jadi Taruhan Besar bagi Pemerintahan Trump
AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama
Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri
Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat
Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat
Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal
Serangan Rudal Houthi Hantam Istana Al-Maashiq di Aden, Lima Tewas dan 16 Luka-luka
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:31 WIB

Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 11:21 WIB

Pemilu Sela AS 2026, Kontrol Kongres Jadi Taruhan Besar bagi Pemerintahan Trump

Minggu, 1 November 2026 - 11:08 WIB

AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat

Berita Terbaru

Babak playoff MPL ID Season 18 dibuka dengan hasil mengejutkan. Pada hari pertama di Surabaya, Rabu (4/11/2026), dua nama besar langsung tersingkir.

TEKNOLOGI

Shock Playoff MPL ID S18, ONIC dan EVOS Gugur di Hari Pertama

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:03 WIB

Kepolisian Republik Indonesia menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta dua perwira tinggi lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal.

INTERNASIONAL

Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:31 WIB