Mengenalkan Pengelolaan Uang pada Anak, Panduan Bertahap dari Usia Dini hingga Remaja

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengajarkan anak mengelola uang sebaiknya dimulai sejak dini dan disesuaikan dengan tahap usianya.

Mengajarkan anak mengelola uang sebaiknya dimulai sejak dini dan disesuaikan dengan tahap usianya.

JAKARTA, koranmetro.com – Mengajarkan anak mengelola uang sebaiknya dimulai sejak dini dan disesuaikan dengan tahap usianya. Bukan soal membuat anak menjadi “ahli keuangan”, melainkan menanamkan kebiasaan, nilai, dan pemahaman dasar agar mereka lebih bijak saat dewasa. Pendekatan yang tepat di setiap fase usia akan membuat proses belajar terasa alami dan tidak membebani.

Usia Balita (2–5 Tahun): Mengenalkan Konsep Sederhana

Di usia ini, anak belum memahami nilai uang secara abstrak. Fokus utamanya adalah pengenalan dasar:

  • Perlihatkan bahwa uang digunakan untuk menukar barang.
  • Ajak anak bermain peran, misalnya “toko-tokoan”, agar mereka memahami konsep membeli dan menjual.
  • Biasakan membedakan antara “ingin” dan “butuh” lewat percakapan sehari-hari.
  • Berikan celengan sederhana agar anak melihat uang bisa dikumpulkan.

Hindari penjelasan rumit. Yang penting adalah pengalaman konkret dan pengulangan.

Usia Anak (6–9 Tahun): Mulai Latihan Kecil

Anak di usia ini sudah mulai memahami angka dan bisa dilibatkan dalam praktik sederhana:

  • Berikan uang saku dalam jumlah kecil dan ajarkan cara menggunakannya.
  • Perkenalkan tiga pos sederhana: ditabung, dibelanjakan, dan dibagikan (misalnya untuk berbagi).
  • Libatkan saat berbelanja, misalnya membandingkan harga atau menghitung kembalian.
  • Hargai keputusan mereka, termasuk jika salah memilih, lalu diskusikan akibatnya dengan tenang.
Baca Juga :  Jelang Ramadan, Ayam Broiler Mulai Rp28 Ribuan di Transmart, Yuk Borong!

Tujuan utama di tahap ini adalah membangun kebiasaan mencatat dan menunda keinginan.

Usia Prapubertas (10–12 Tahun): Memperkuat Tanggung Jawab

Anak mulai mampu berpikir lebih logis dan memahami konsekuensi:

  • Tingkatkan sedikit jumlah uang saku dan beri ruang untuk mengelola sendiri.
  • Ajarkan membuat daftar keinginan dan memprioritaskan.
  • Perkenalkan konsep menabung untuk tujuan tertentu (misalnya membeli barang yang diinginkan).
  • Diskusikan perbedaan kebutuhan, keinginan, dan godaan iklan atau tren teman.

Orang tua bisa mulai mengajak anak melihat tagihan sederhana atau menjelaskan dari mana uang keluarga berasal, tanpa membebani mereka dengan masalah finansial orang dewasa.

Usia Remaja (13–18 Tahun): Menuju Kemandirian

Remaja siap untuk pemahaman yang lebih kompleks:

  • Libatkan dalam perencanaan anggaran pribadi, termasuk kebutuhan sekolah, transportasi, dan hiburan.
  • Perkenalkan konsep menabung jangka menengah dan pentingnya dana darurat kecil.
  • Diskusikan risiko utang, cicilan, dan belanja impulsif.
  • Ajarkan cara membedakan penawaran yang menguntungkan dan yang menjebak.
  • Jika memungkinkan, dukung pengalaman mendapatkan penghasilan sendiri melalui kegiatan yang sesuai usia.
Baca Juga :  Turis China Tersambar Pohon Saat Sibuk Merekam Video dan Jatuh dari Ketinggian

Di tahap ini, orang tua berperan lebih sebagai pendamping dan penasihat, bukan pengambil keputusan tunggal.

Prinsip yang Berlaku di Semua Usia

Beberapa hal penting tetap relevan sejak dini hingga remaja:

  • Jadilah contoh. Anak belajar lebih banyak dari perilaku orang tua daripada nasihat semata.
  • Bicarakan uang secara terbuka dan tenang, tanpa rasa takut atau malu.
  • Beri ruang untuk salah, lalu bahas bersama.
  • Sesuaikan dengan karakter dan kematangan anak, bukan hanya usia kronologis.
  • Hindari menjadikan uang sebagai alat ancaman atau hadiah berlebihan.

Mengajarkan anak mengelola uang adalah proses bertahap yang tumbuh bersama usia dan pengalaman mereka. Dari pengenalan konsep sederhana di masa balita hingga pengambilan keputusan yang lebih mandiri di usia remaja, setiap tahap memiliki peran penting.

Berita Terkait

Berbagi Rumah dengan Kucing Bisa Menenangkan Pikiran
Memahami Window of Tolerance, Kunci Mengelola Perasaan Kewalahan
Kurang Oksigen Saat Tidur Bisa Picu Hipertensi, Dokter Ingatkan Bahaya Dengkur
Lima Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Mengancam Kesehatan Mata
Batik Atthaya, Ketika Melestarikan Batik Juga Menjadi Ruang Pemulihan Penyintas Skizofrenia
Ahli Kaki Ingatkan, Jangan Terlalu Lama Pakai Sandal Jepit di Dalam Rumah
Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku
Tiga Zodiak yang Bakal Merasa Lebih Ringan dan Bahagia di Tanggal 10 Oktober 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:13 WIB

Berbagi Rumah dengan Kucing Bisa Menenangkan Pikiran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Memahami Window of Tolerance, Kunci Mengelola Perasaan Kewalahan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Kurang Oksigen Saat Tidur Bisa Picu Hipertensi, Dokter Ingatkan Bahaya Dengkur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Lima Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Mengancam Kesehatan Mata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Batik Atthaya, Ketika Melestarikan Batik Juga Menjadi Ruang Pemulihan Penyintas Skizofrenia

Berita Terbaru

Babak playoff MPL ID Season 18 dibuka dengan hasil mengejutkan. Pada hari pertama di Surabaya, Rabu (4/11/2026), dua nama besar langsung tersingkir.

TEKNOLOGI

Shock Playoff MPL ID S18, ONIC dan EVOS Gugur di Hari Pertama

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:03 WIB

Kepolisian Republik Indonesia menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta dua perwira tinggi lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal.

INTERNASIONAL

Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:31 WIB