JAKARTA, koranmetro.com – 6 Maret 2026 – Di tengah maraknya SUV listrik mainstream seperti BYD Atto 3 atau Wuling Binguo, Chery melalui sub-brand iCAR menghadirkan sesuatu yang benar-benar beda: iCAR V23. Mobil ini baru saja debut di Indonesia lewat IIMS 2026 dan langsung mencuri perhatian berkat desain boxy retro yang mirip perpaduan Suzuki Jimny, Toyota FJ Cruiser, dan sedikit sentuhan Land Rover Defender versi mini. Tapi, apakah iCAR V23 hanya soal penampilan? Kami sempat test drive unit AWD-nya di trek campuran kota dan off-road ringan, dan inilah kesan jujur setelah beberapa jam menggebernya.
Desain Eksterior: Boxy, Tangguh, dan Instagrammable Langsung terlihat dari depan, V23 punya vibe off-roader sejati. Ground clearance sekitar 210 mm (versi AWD), approach angle 43 derajat, dan departure angle 41 derajat membuatnya terlihat siap menaklukkan jalan rusak atau tanjakan curam. Fender detachable, bumper off-road modular, plus pintu belakang side-hinged dengan “backpack” penyimpanan darurat menambah kesan adventure. Velg 18 inci dan ban all-terrain membuatnya standout di jalan raya. Warna Off-Road Orange yang kami coba benar-benar eye-catching—banyak pejalan kaki berhenti untuk foto!
Interior: Modern, Nyaman, Tapi Tetap Fun Masuk ke kabin, kesan premium langsung terasa meski harganya kompetitif (diperkirakan mulai Rp 789 jutaan untuk varian tertinggi di Indonesia). Layar sentuh 15.4 inci Quad HD mendominasi dashboard, responsif berkat chip Qualcomm Snapdragon 8155, mendukung wireless Apple CarPlay dan Android Auto. Material jok empuk, berlapis kulit sintetis berkualitas, plus grab handle ala off-roader di atap dan pintu memberikan nuansa petualang. Ruang kaki belakang cukup lega untuk 4 orang dewasa, meski headroom agak terbatas karena atap kotak. Bagasi 234-744 liter (dengan jok dilipat) praktis untuk city run atau weekend trip.
Performa di Jalan Raya: Senyap, Responsif, dan Hemat Kami test drive varian AWD dengan dual motor menghasilkan total 211 hp (155 kW) dan torsi 292 Nm. Akselerasi 0-100 km/h diklaim 7,5 detik—cukup nendang untuk ukuran compact EV. Di jalan tol dan arteri kota, V23 terasa lincah dan stabil. Steering ringan tapi presisi, suspensi nyaman menyerap lubang kota tanpa terlalu bouncy. Mode berkendara ada 6 pilihan, termasuk Eco, Normal, Sport, Snow, Mud, dan Sand—semuanya langsung terasa beda, terutama di mode Sport yang bikin tarikan lebih agresif. Yang paling menyenangkan: suara senyap khas EV, hanya hembusan angin dan suara ban yang terdengar. Konsumsi energi sekitar 16-17 kWh/100 km, dengan baterai 81.7 kWh CATL NMC memberikan range realistis 400-450 km (NEDC/CLTC lebih optimis hingga 550 km).
Off-Road Ringan: Bukan Jimny Killer, Tapi Bisa Diandalkan Di trek gravel dan lumpur ringan (bukan off-road ekstrem), V23 mengejutkan. Sistem iWD (Intelligent Wheel Drive) AWD bekerja baik mendistribusikan tenaga, plus torque instan EV membuatnya mudah keluar dari kemacetan tanah. Suspensi agak firm di medan kasar, tapi tetap nyaman. Tidak sebanding mobil bensin off-roader dedicated seperti Jimny, tapi untuk urban adventurer atau jalan rusak pedesaan, V23 lebih dari cukup. Fitur 540° camera dan off-road dashboard membantu banget saat manuver di spot sempit.
Worth It untuk yang Cari yang Beda iCAR V23 bukan mobil listrik biasa. Ia menggabungkan gaya retro ikonik, teknologi EV modern, dan kemampuan light off-road dengan harga yang kompetitif. Cocok buat yang bosan SUV crossover mainstream, ingin tampil beda, tapi tetap praktis sehari-hari. Kekurangannya? Range charging cepat (fast charge 30-80% sekitar 30 menit), tapi infrastruktur charging di Indonesia masih jadi pertimbangan. Secara keseluruhan, setelah test drive, V23 ini bikin ketagihan—terutama saat parkir di mall dan semua mata tertuju padanya.









