Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran.

JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump di Gedung Putih pada Jumat (1 Mei 2026) atau Sabtu dini hari WIB, memicu kekhawatiran baru atas ketegangan antara kedua negara.

“Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,” kata Trump kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa Iran “meminta hal-hal yang tidak bisa saya setujui”. Trump juga kembali melontarkan ancaman keras, menyatakan bahwa AS memiliki opsi kuat jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan.

Latar Belakang Ketegangan

Proposal Iran yang ditolak Trump terkait upaya penyelesaian konflik, termasuk isu program nuklir dan pembukaan Selat Hormuz. Meski negosiasi masih berlangsung melalui jalur tidak langsung (melalui Pakistan), Trump menilai tawaran Teheran masih jauh dari harapan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Jet Tempur Pakistan Bombardir Afghanistan, 46 Orang Tewas

Trump menekankan bahwa kepemimpinan Iran “sangat terpecah-belah” dan terbagi menjadi beberapa kelompok, sehingga menyulitkan tercapainya kesepakatan yang solid. Ia juga mengingatkan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer jika diperlukan, meski lebih memilih jalur diplomasi.

Respons Iran dan Situasi Terkini

Iran melalui Menteri Luar Negerinya menyatakan tetap terbuka untuk diplomasi, asal Amerika Serikat mengubah pendekatannya. Teheran menilai ancaman Trump sebagai retorika arogan dan tidak berdasar.

Konflik yang melibatkan AS dan Iran telah memengaruhi stabilitas regional, termasuk pasokan minyak global melalui Selat Hormuz. Ancaman Trump menambah ketegangan di tengah upaya mediasi internasional.

Baca Juga :  Geger Video AI Trump Cium Kaki Elon Musk Beredar di Kementerian AS, Isu atau Fakta?

Implikasi Lebih Luas

Pernyataan Trump ini terjadi di tengah dinamika politik global yang kompleks. Banyak pihak khawatir eskalasi lebih lanjut bisa memicu instabilitas ekonomi dunia, terutama harga minyak yang sudah fluktuatif.

Pemerintahan Trump tampaknya ingin mencapai kesepakatan nuklir baru yang lebih ketat dibandingkan kesepakatan era sebelumnya, dengan menekankan pencegahan Iran memiliki senjata nuklir secara permanen.

Situasi ini masih terus berkembang. Para pengamat internasional memantau langkah selanjutnya dari kedua belah pihak, apakah menuju kesepakatan damai atau eskalasi baru.

Berita Terkait

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter

Berita Terbaru