Nova Arianto Selaraskan Visi Bermain, Timnas U-20 Siap Linier dengan Garuda Senior di TC Surabaya

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

6 Maret 2026 – Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menegaskan komitmennya untuk menyamakan langkah filosofi permainan skuad Garuda Muda.

6 Maret 2026 – Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menegaskan komitmennya untuk menyamakan langkah filosofi permainan skuad Garuda Muda.

JAKARTA, koranmetro.com – 6 Maret 2026 – Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menegaskan komitmennya untuk menyamakan langkah filosofi permainan skuad Garuda Muda dengan Timnas Senior di bawah arahan pelatih kepala John Herdman. Hal ini menjadi fokus utama dalam pemusatan latihan (TC) pertama Timnas U-20 yang sedang berlangsung di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

Dalam sesi wawancara dengan media setelah latihan hari ini, Nova menjelaskan bahwa keseragaman filosofi antar jenjang usia merupakan kunci sukses pembinaan jangka panjang. “Tujuan kami di TC pertama ini adalah bagaimana sekarang timnas U-20 linear dengan timnas senior. Dan fokus kami dalam minggu ini adalah bagaimana kami menyeragamkan secara game plan atau secara filosofi yang akan dibuat di timnas senior,” ujar Nova Arianto seperti dikutip dari berbagai sumber terpercaya.

Program TC ini diikuti sekitar 25-28 pemain muda potensial, termasuk talenta-talenta yang sebelumnya pernah berada di bawah binaan Nova saat menangani Timnas U-17. Latihan difokuskan pada fondasi permainan: organisasi pertahanan yang solid, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, serta pola menyerang yang terstruktur. Nova menekankan bahwa pendekatan ini sengaja disesuaikan dengan arahan yang diterima dari John Herdman, pelatih asal Kanada yang kini memimpin Timnas Senior Indonesia.

Baca Juga :  Pelatih Myanmar Mengapresiasi Pertandingan Melawan Tim Muda Indonesia

Menurut Nova, kesamaan visi bermain ini sangat krusial agar para pemain muda tidak mengalami kesulitan adaptasi ketika dipromosikan ke level lebih tinggi, baik ke Timnas U-23 maupun skuad senior. “Jika Indonesia U-20 ingin satu linier dengan Timnas U-23 hingga senior, maka gaya bermain yang diterapkan akan sama. Ini mempermudah transisi pemain muda ke level Garuda utama,” tambahnya.

TC Surabaya ini juga menjadi persiapan awal menuju dua agenda besar di tahun 2026: Piala AFF U-19 dan Kualifikasi Piala Asia U-20. Nova tidak hanya membangun taktik, tapi juga menempa mental bertanding serta karakter disiplin para pemain. Ia menegaskan bahwa seleksi dan pemilihan skuad akan berjalan adil, murni berdasarkan kecocokan dengan filosofi permainan yang diusung, bukan latar belakang klub atau nama besar.

Baca Juga :  Raul Yakin Mbappe Mudah Beradaptasi, Menanti Sang Bintang Beraksi

Langkah Nova Arianto ini mendapat apresiasi dari kalangan pengamat sepak bola tanah air. Dengan pengalaman sebagai asisten pelatih sebelumnya dan sukses membina generasi muda, Nova diharapkan bisa menjadi jembatan emas antara pembinaan usia muda dan pencapaian prestasi di level senior. Bahkan, pelatih John Herdman dikabarkan turut memantau langsung proses TC ini, menandakan dukungan penuh dari PSSI terhadap program linierisasi ini.

Dengan fondasi yang sedang dibangun di Surabaya, Timnas U-20 Indonesia tampaknya siap memasuki era baru: generasi muda yang tidak hanya berbakat, tapi juga siap bersaing dengan gaya bermain yang sama seperti para seniornya. Masa depan Garuda tampak semakin cerah, asal konsistensi filosofi ini terus dijaga lintas jenjang usia.

Berita Terkait

Casemiro dan Sesko Bawa MU Makin Dekat ke Liga Champions
Barcelona Menang Tipis, Lamine Yamal Jadi Penentu Sekaligus Korban Cedera
Drama di Allianz Arena, Bayern Munchen Kalahkan Real Madrid 4-3, Stanisic Murka ke Rüdiger
Inter Milan Raih Kemenangan Dramatis 4-3 atas Como, Sukacita di Kubu Nerazzurri, Bianconeri Ikut Tersenyum
Kejutan di Bernabeu, Bayern Munchen Curi Kemenangan 2-1 atas Real Madrid, Kane dan Diaz Jadi Pahlawan
Frustrasi Biasa, Bukan Masalah, Hansi Flick Bela Emosi Lamine Yamal Usai Kemenangan Dramatis atas Atletico Madrid
Ketidakstabilan Chelsea vs Kesabaran Arsenal, Cucurella Kritik Pemecatan Maresca dan Soroti Keberhasilan Arteta
Vinicius Jr Cetak Gol Penentu, Real Madrid Raih Kemenangan Dramatis 3-2 atas Atletico Madrid
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:14 WIB

Casemiro dan Sesko Bawa MU Makin Dekat ke Liga Champions

Kamis, 23 April 2026 - 11:38 WIB

Barcelona Menang Tipis, Lamine Yamal Jadi Penentu Sekaligus Korban Cedera

Kamis, 16 April 2026 - 11:22 WIB

Drama di Allianz Arena, Bayern Munchen Kalahkan Real Madrid 4-3, Stanisic Murka ke Rüdiger

Senin, 13 April 2026 - 12:21 WIB

Inter Milan Raih Kemenangan Dramatis 4-3 atas Como, Sukacita di Kubu Nerazzurri, Bianconeri Ikut Tersenyum

Rabu, 8 April 2026 - 11:19 WIB

Kejutan di Bernabeu, Bayern Munchen Curi Kemenangan 2-1 atas Real Madrid, Kane dan Diaz Jadi Pahlawan

Berita Terbaru