JAKARTA, koranmetro.com – Komando Armada I TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan mineral bernilai miliaran rupiah di perairan Batam. Tim patroli TNI AL menyita 25 kontainer berisi mineral mentah yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri.
Menurut keterangan resmi yang dirilis oleh Koarmada I, penggerebekan berlangsung pada Rabu malam (27/5) di sekitar perairan Batam setelah tim intelijen mendapatkan informasi adanya kapal barang yang mencurigakan. Kapal tersebut dicegat oleh Kapal Perang TNI AL dan langsung dilakukan pemeriksaan mendalam.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 25 kontainer yang berisi mineral jenis bauksit dan timah mentah tanpa dilengkapi dokumen ekspor yang sah. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Operasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah maritim Indonesia, khususnya mencegah penyelundupan sumber daya alam strategis,” ujar Komandan Armada I Laksamana Muda TNI Yudi Cahyadi dalam keterangan tertulis.
Pihak berwenang masih mendalami asal-usul mineral tersebut serta pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan. Beberapa awak kapal telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Mineral dan Batubara (Bapetambara) menyambut baik aksi TNI AL ini. “Kejadian ini menunjukkan masih maraknya praktik penambangan dan perdagangan ilegal mineral di wilayah Kepri. Kami akan berkoordinasi dengan TNI AL dan Bea Cukai untuk memperketat pengawasan,” katanya.
Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi para pelaku penyelundupan sumber daya alam Indonesia. Selama tahun 2025–2026, TNI AL telah beberapa kali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan mineral, kayu, dan komoditas strategis lainnya di wilayah perbatasan.









