Mudik Gratis ala TNI AL, Pemudik di Kapal Perang Nikmati Menu Ayam untuk Buka Puasa dan Sahur

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah semangat Ramadan dan mudik Lebaran 1447 H/2026 M,

Di tengah semangat Ramadan dan mudik Lebaran 1447 H/2026 M,

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah semangat Ramadan dan mudik Lebaran 1447 H/2026 M, program mudik gratis menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menjadi sorotan. Salah satu keistimewaannya: para pemudik tidak hanya mendapat angkutan gratis, tapi juga fasilitas makan buka puasa dan sahur secara lengkap selama perjalanan laut—dan menunya didominasi ayam yang disukai banyak orang!

Pada Minggu, 15 Maret 2026, TNI AL memberangkatkan 1.239 pemudik dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuju Bangka Belitung menggunakan KRI Semarang-594 (jenis Landing Platform Dock). Saat berbincang langsung dengan pemudik di geladak tank, Asops KSAL Laksma TNI Yayan Sofiyan memastikan bahwa prajurit TNI AL akan menyiapkan menu khas untuk ibadah puasa.

“Siap, ayam rendang dan ayam gulai,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para pemudik yang sudah onboard. Jawaban ini menunjukkan komitmen TNI AL untuk membuat perjalanan mudik tetap nyaman dan bermakna spiritual, meski di atas kapal perang militer.

Baca Juga :  Hakim PN Surabaya Ungkap Detail Pembagian Uang Suap dalam Kasus Ronald Tannur

Program Mudik Gratis Kapal Perang 2026

TNI AL bekerja sama dengan berbagai pihak (termasuk Baznas RI) untuk menyediakan armada kapal perang dalam program ini. Beberapa rute utama tahun ini meliputi:

  • Jakarta ke Bangka Belitung (KRI Semarang-594).
  • Jakarta ke Semarang dan Surabaya (dengan kapal LPD lain).
  • Kuota total mencapai ribuan pemudik, prioritas bagi pemudik sepeda motor, keluarga prajurit, masyarakat umum, dan yang membutuhkan.

Fasilitas gratis termasuk:

  • Tiket mudik (kapal + motor jika dibawa).
  • Makan sahur dan buka puasa selama pelayaran.
  • Logistik pendukung seperti air minum dan kebutuhan dasar.

Menu ayam menjadi pilihan utama karena mudah disiapkan dalam jumlah besar di dapur kapal, bergizi, dan disukai banyak kalangan. Variasi seperti ayam rendang (khas Minang), ayam gulai, atau ayam goreng/rebus sering muncul di program serupa sebelumnya—memberi rasa rumah di tengah laut.

Baca Juga :  Dukungan India untuk Indonesia: Prabowo Sampaikan Rasa Terima Kasihnya

Pengalaman Pemudik

Banyak pemudik yang ikut program ini memuji inisiatif TNI AL. Perjalanan laut menghindari kemacetan darat, lebih aman, dan punya nuansa unik: berbuka puasa sambil melihat matahari terbenam di laut, atau sahur ditemani hembusan angin segar. Suasana kebersamaan di geladak kapal juga menambah kekhidmatan ibadah.

Program ini bukan yang pertama—TNI AL rutin menggelar mudik gratis kapal perang sejak beberapa tahun terakhir, dan selalu mendapat antusiasme tinggi, terutama di masa Ramadan.

Bagi warga yang ingin ikut tahun ini atau tahun depan, pantau pengumuman resmi dari TNI AL, Baznas, atau Kementerian Perhubungan. Syarat biasanya sederhana: KTP, bukti vaksin (jika ada), dan pendaftaran online atau di posko.

Berita Terkait

Laut Indonesia Lebih Vital dari Selat Hormuz, Prabowo Ingatkan Strategi Maritim Nasional
WFH Setiap Jumat Wajib Diterapkan, Wamendagri Tegaskan Instruksi Keras kepada Gubernur Kalsel
Respons Komdigi atas Pembatasan Konten Magdalene, Tindak Lanjut Aduan Masyarakat, Bukan Sensor
Duka Pahlawan Perdamaian, Indonesia Kecam Keras Serangan di Lebanon dan Desak PBB Ambil Tindakan Nyata
Dari Vonis Bebas hingga Dugaan Intimidasi, Komisi III DPR Bedah Polemik Kasus Videografer Amsal Sitepu
Duka Mendalam dari Lebanon, Gugurnya Tiga Prajurit TNI dan Seruan Indonesia untuk Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB
Sejarah Megalodon, Hiu Raksasa Purba yang Pernah Menguasai Lautan Purba, dan Jejaknya di Museum Megalodon
Nadiem Makarim Jalani Operasi Keempat di Tengah Hari Raya, Tetap Hadir dalam Sidang Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:25 WIB

Laut Indonesia Lebih Vital dari Selat Hormuz, Prabowo Ingatkan Strategi Maritim Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 11:09 WIB

Respons Komdigi atas Pembatasan Konten Magdalene, Tindak Lanjut Aduan Masyarakat, Bukan Sensor

Senin, 6 April 2026 - 11:52 WIB

Duka Pahlawan Perdamaian, Indonesia Kecam Keras Serangan di Lebanon dan Desak PBB Ambil Tindakan Nyata

Jumat, 3 April 2026 - 11:25 WIB

Dari Vonis Bebas hingga Dugaan Intimidasi, Komisi III DPR Bedah Polemik Kasus Videografer Amsal Sitepu

Rabu, 1 April 2026 - 11:10 WIB

Duka Mendalam dari Lebanon, Gugurnya Tiga Prajurit TNI dan Seruan Indonesia untuk Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB

Berita Terbaru

Di antara beragam jenis batik yang ada di Indonesia, Batik Peranakan menempati posisi yang sangat istimewa.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Batik Peranakan, Keindahan Perpaduan Harmonis Budaya Tionghoa dan Jawa

Minggu, 12 Apr 2026 - 11:40 WIB