JKARTA, koranmetro.com – Iran kembali melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kali ini, sasaran adalah sebuah pangkalan militer AS di Yordania yang dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, termasuk fasilitas penyimpanan pesawat tempur F-35.
Serangan ini terjadi pada Rabu malam (10 Juni 2026) dan menjadi eskalasi terbaru setelah ketegangan tinggi antara Iran dan AS-Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Kronologi Serangan
Menurut sumber militer yang dikutip beberapa media, Iran meluncurkan puluhan drone dan rudal jelajah menuju pangkalan AS di wilayah utara Yordania. Beberapa proyektil berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam area parkir pesawat serta gudang logistik.
Seorang pejabat Iran yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut serangan ini sebagai “respons langsung” terhadap serangan sebelumnya yang dilakukan AS dan Israel terhadap fasilitas Iran.
Kerusakan dan Korban
- Fasilitas penyimpanan dan pemeliharaan F-35 dilaporkan mengalami kerusakan berat.
- Beberapa pesawat tempur generasi kelima AS dikabarkan terdampak.
- Belum ada konfirmasi resmi jumlah korban jiwa dari pihak AS.
- Yordania, sebagai negara tuan rumah, menyatakan sedang mengevaluasi dampak serangan terhadap wilayahnya.
Respons Berbagai Pihak
Amerika Serikat Pentagon mengonfirmasi adanya serangan dan menyebutnya sebagai “tindakan agresif yang tidak dapat diterima”. Presiden AS dilaporkan telah menggelar rapat darurat dengan para jenderal militer untuk menentukan langkah balasan.
Iran Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan “pembalasan yang setimpal” dan memperingatkan AS serta Israel untuk tidak melakukan provokasi lebih lanjut.
Israel Israel belum memberikan pernyataan resmi, tetapi sumber di Tel Aviv menyebutkan bahwa negara tersebut sedang memantau situasi dengan ketat dan siap membantu AS jika diperlukan.
Yordania Pemerintah Yordania mengecam serangan tersebut dan menyatakan bahwa wilayah kedaulatannya tidak boleh dijadikan arena konflik pihak lain.
Latar Belakang Eskalasi
Serangan ini merupakan kelanjutan dari ketegangan yang meningkat sejak awal 2026, setelah serangkaian insiden di Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Kedua belah pihak saling tuding sebagai pihak yang memulai eskalasi.
Serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania menandai babak baru dalam konflik regional yang semakin memanas. Dunia internasional kini menanti langkah balasan dari AS, yang berpotensi memicu eskalasi lebih luas di Timur Tengah.









