Ditekan AS karena Warga Israel Dilarang Masuk Malaysia, Anwar Ibrahim Ogah Tunduk

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, kembali menegaskan sikap tegas negaranya terhadap Israel. Meski mendapat tekanan dari Amerika Serikat,

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, kembali menegaskan sikap tegas negaranya terhadap Israel. Meski mendapat tekanan dari Amerika Serikat,

JAKARTA, koranmetro.com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, kembali menegaskan sikap tegas negaranya terhadap Israel. Meski mendapat tekanan dari Amerika Serikat, Anwar menolak untuk mengubah kebijakan yang melarang warga Israel memasuki Malaysia. Sikap ini mencerminkan komitmen Malaysia terhadap prinsip keadilan dan solidaritas dengan Palestina.

Latar Belakang Tekanan AS

Amerika Serikat disebut-sebut menekan Malaysia agar membuka pintu bagi warga Israel, terutama dalam konteks kerja sama ekonomi dan keamanan. Namun, Anwar Ibrahim dengan tegas menyatakan bahwa Malaysia tidak akan mengubah kebijakannya selama Israel masih melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga :  Myanmar Kembali Diguncang Gempa

Sikap Anwar Ibrahim

Dalam beberapa kesempatan, Anwar menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk solidaritas moral Malaysia terhadap perjuangan Palestina. Ia juga menekankan bahwa Malaysia sebagai negara berdaulat berhak menentukan kebijakan imigrasi sesuai dengan prinsip dan nilai yang dianut.

“Malaysia tidak akan tunduk pada tekanan manapun. Kami tetap konsisten mendukung perjuangan Palestina,” tegas Anwar.

Reaksi Masyarakat Malaysia

Sikap Anwar Ibrahim ini mendapat dukungan luas dari rakyat Malaysia. Banyak yang mengapresiasi ketegasan PM dalam mempertahankan prinsip kemanusiaan dan keadilan internasional.

Baca Juga :  Panda Tua di Hong Kong Melahirkan Bayi Kembar, Keajaiban Langka dalam Dunia Satwa

Dampak Diplomatik

Meski mendapat tekanan dari AS, Malaysia tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai negara. Anwar Ibrahim menekankan bahwa kebijakan luar negeri Malaysia bersifat independen dan berlandaskan pada prinsip keadilan, bukan tekanan dari negara lain.

Sikap tegas Anwar Ibrahim dalam menolak tekanan AS menunjukkan kepemimpinan yang berprinsip. Kebijakan melarang warga Israel masuk ke Malaysia tetap dipertahankan sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Langkah ini semakin memperkuat citra Malaysia sebagai negara yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan internasional.

Berita Terkait

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat

Berita Terbaru

Pemerintahan Amerika Serikat merinci skema keterlibatan Pentagon dalam pengelolaan cadangan minyak Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan swasta.

INTERNASIONAL

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Rabu, 2 Sep 2026 - 11:29 WIB