Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Serangan terhadap Jalur Logistik Militer AS Memanaskan Ketegangan Regional

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran kembali menunjukkan kekuatan militernya di kawasan Teluk Persia dengan melakukan serangkaian aksi yang menargetkan jalur pasokan militer Amerika Serikat.

Iran kembali menunjukkan kekuatan militernya di kawasan Teluk Persia dengan melakukan serangkaian aksi yang menargetkan jalur pasokan militer Amerika Serikat.

JAKARTA, koranmetro.com – Iran kembali menunjukkan kekuatan militernya di kawasan Teluk Persia dengan melakukan serangkaian aksi yang menargetkan jalur pasokan militer Amerika Serikat. Langkah ini sekaligus menjadi pernyataan tegas Teheran atas kendali penuh terhadap Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi arteri utama perdagangan minyak dunia.

Latar Belakang Ketegangan

Aksi Iran ini terjadi di tengah eskalasi konflik regional yang melibatkan AS dan sekutunya. Menurut laporan, pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran menargetkan beberapa kapal yang dianggap melanggar aturan di Selat Hormuz dan Laut Oman. Peringatan radio VHF dikeluarkan kepada semua kapal, dengan ancaman tembakan jika tidak mematuhi.

Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, merupakan jalur kritis bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Kendali atas selat ini memberikan leverage strategis besar bagi Iran dalam dinamika geopolitik global.

Baca Juga :  24 Pesawat Militer China Terdeteksi Kepung Wilayah Taiwan, Tensi Meningkat di Selat Taiwan

Detail Serangan dan Respons

Laporan menyebutkan adanya ledakan di dekat Chabahar serta serangan terhadap kapal-kapal yang mengabaikan peringatan. Selain itu, Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap aset militer AS di beberapa negara Teluk, termasuk Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Target mencakup depot bahan bakar, sistem komunikasi, dan pangkalan militer.

Iran menyatakan aksi ini sebagai respons terhadap provokasi AS dan untuk melindungi kepentingan nasional serta sekutunya di kawasan. Teheran menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengawasan penuh mereka dan tidak akan ragu menggunakan kekuatan untuk menjaga keamanan.

Baca Juga :  Dramatis di Selat Hormuz, Kapal Kargo Thailand Diserang, Oman Evakuasi 20 Awak

Implikasi Regional dan Global

  • Ekonomi Global: Gangguan di Selat Hormuz berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu rantai pasok energi.
  • Keamanan Kawasan: Aksi ini memperburuk ketegangan antara Iran dan koalisi Barat, meningkatkan risiko konflik lebih luas.
  • Diplomasi: Berbagai pihak internasional, termasuk PBB dan negara-negara Teluk, mendesak deeskalasi untuk mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi.

AS dan sekutunya belum memberikan respons resmi lengkap, namun patroli militer di kawasan diperketat.

Aksi Iran di Selat Hormuz menunjukkan bahwa negara tersebut siap mempertahankan posisinya sebagai kekuatan utama di Teluk Persia. Sementara dunia menyaksikan perkembangan ini dengan cemas, harapan tetap ada agar dialog diplomatik dapat meredakan ketegangan sebelum berdampak lebih luas pada stabilitas global.

Berita Terkait

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Berita Terbaru