Veda Akui Sulit Kejar Rombongan Depan Usai Finis Posisi 8 di Moto3 Jerman

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil finis di posisi ke-8 pada balapan Moto3 di Sirkuit Sachsenring, Jerman.

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil finis di posisi ke-8 pada balapan Moto3 di Sirkuit Sachsenring, Jerman.

JAKARTA, koranmetro.com – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil finis di posisi ke-8 pada balapan Moto3 di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Meski berhasil meraih poin, Veda mengakui kesulitan mengejar rombongan depan sepanjang race.

Performa Veda di Sachsenring

Veda tampil cukup kompetitif sejak sesi latihan. Ia berhasil start dari posisi yang cukup baik. Namun, di balapan utama, Veda kesulitan untuk menempel rombongan terdepan yang memiliki ritme lebih cepat.

Baca Juga :  Macet dan Cuaca Panas, Ancaman Serius bagi Baterai Mobil Hybrid dan Electric Vehicle

“Balapan hari ini cukup sulit. Rombongan depan sangat cepat dan sulit dikejar. Saya sudah berusaha maksimal, tapi gapnya terlalu jauh,” ujar Veda setelah balapan.

Analisis Balapan

Meski finis di urutan ke-8, Veda tetap menunjukkan perkembangan positif dibandingkan race sebelumnya. Ia berhasil bertahan di grup tengah dan konsisten menyelesaikan balapan tanpa insiden besar.

Tim teknis Veda menyatakan bahwa setup motor masih perlu penyesuaian agar bisa lebih kompetitif melawan rider-rider top di kelas Moto3.

Baca Juga :  MG Hadirkan Lini Kendaraan Listrik Lengkap di IIMS 2025

Harapan ke Depan

Veda dan timnya kini fokus mempersiapkan balapan berikutnya. Mereka berharap bisa terus meningkatkan performa dan meraih hasil yang lebih baik di sisa musim ini.

Finis ke-8 di Moto3 Jerman menjadi hasil positif bagi Veda Ega Pratama, meski ia mengakui masih kesulitan mengejar rombongan depan. Pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga untuk terus berkembang di kejuaraan dunia.

Berita Terkait

Membangun Mobil Nasional, Pelajaran Indonesia dari Pengalaman Malaysia
Mitsubishi Pastikan Pengembangan Hybrid untuk Pajero dan Triton, Namun Butuh Waktu
MotoGP 2027 Resmi Jadwalkan Tes Pramusim, Sepang dan Buriram Jadi Panggung Awal Era 850cc
Toyota Siapkan Celica Baru, Hybrid AWD yang Diincar Jadi Lawan Honda Prelude
Antre Panjang Honda CRF250 Rally, Mengapa Inden Bisa Membentang hingga 2027?
Adu Mewah Bus Jakarta–Solo, Cititrans Busline vs PO Raya
Meski Kredit Ringan, Motor Listrik Masih Sepi Peminat, Ini Penyebabnya
Innova Zenix Hybrid Kembali Juara, Tiggo Cross Masuk 10 Besar di Juli 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:28 WIB

Membangun Mobil Nasional, Pelajaran Indonesia dari Pengalaman Malaysia

Selasa, 8 September 2026 - 11:23 WIB

Mitsubishi Pastikan Pengembangan Hybrid untuk Pajero dan Triton, Namun Butuh Waktu

Kamis, 3 September 2026 - 11:28 WIB

MotoGP 2027 Resmi Jadwalkan Tes Pramusim, Sepang dan Buriram Jadi Panggung Awal Era 850cc

Selasa, 1 September 2026 - 11:24 WIB

Toyota Siapkan Celica Baru, Hybrid AWD yang Diincar Jadi Lawan Honda Prelude

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Antre Panjang Honda CRF250 Rally, Mengapa Inden Bisa Membentang hingga 2027?

Berita Terbaru