JAKARTA, koranmetro.com – Cabang bulu tangkis pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akan dimulai pada Minggu, 20 September 2026. Nomor beregu putra dan putri menjadi pembuka kompetisi sebelum berlanjut ke nomor perorangan. Bagi Indonesia, fase beregu ini menjadi ujian penting sekaligus peluang meraih medali emas.
Jadwal Kompetisi Bulu Tangkis
Berdasarkan rangkaian acara Asian Games 2026, pertandingan bulu tangkis digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium dengan pembagian sebagai berikut:
- Beregu putra dan putri: 20–24 September 2026
- Nomor perorangan: 25–29 September 2026
Undian untuk nomor beregu dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026. Hasil undian ini akan menentukan peta jalan Indonesia di fase awal turnamen.
Target dan Harapan Indonesia
Tim bulu tangkis Indonesia datang dengan target yang cukup jelas. Di nomor beregu putra, Merah Putih menempati posisi unggulan berdasarkan akumulasi peringkat pemain. Target utamanya adalah medali emas. Sementara di sektor putri, harapan lebih diarahkan untuk memberikan hasil maksimal, terutama dari sektor ganda.
Skuad Indonesia diperkuat nama-nama utama di sektor tunggal maupun ganda. Jonatan Christie menjadi salah satu andalan di tunggal putra, sementara sektor ganda putra dan putri juga diisi pasangan-pasangan berpengalaman.
Tantangan dari Negara ASEAN
Meski menjadi unggulan, jalan Indonesia di beregu putra dipastikan tidak mudah. Thailand dan Malaysia disebut-sebut sebagai dua negara Asia Tenggara yang berpotensi menjadi tantangan serius, terutama jika bertemu di babak perempat final.
Kedua negara tersebut memiliki kekuatan yang cukup merata di beberapa sektor. Dalam sistem beregu, konsistensi di semua partai menjadi penentu, bukan hanya andalan di satu atau dua nomor saja.
Selain rival regional, Indonesia tentu tetap harus waspada terhadap kekuatan tradisional seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang selalu menjadi kandidat kuat di Asian Games.
Persiapan yang Matang
Menjelang kompetisi, tim Indonesia telah menjalani pemusatan latihan di Tokyo sebagai tahap akhir adaptasi. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan kondisi fisik, ritme permainan, serta perbedaan waktu sebelum bertanding di Aichi-Nagoya.
PBSI menempatkan fokus pada kematangan taktik, kondisi fisik, serta kekompakan tim. Di sistem beregu, kerja sama dan mental kolektif sering menjadi faktor penentu, terutama saat menghadapi tekanan skor yang ketat.
Apa yang Bisa Diharapkan?
Fase beregu biasanya menjadi penentu momentum awal bagi kontingen bulu tangkis. Hasil positif di nomor ini dapat memberikan kepercayaan diri menjelang nomor perorangan. Sebaliknya, hasil yang kurang memuaskan bisa menjadi beban mental tersendiri.
Bagi Indonesia, Asian Games 2026 menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan posisi di level Asia. Dengan status unggulan di beregu putra, harapan masyarakat jelas tertuju pada satu hal: medali emas.
Namun, seperti turnamen beregu pada umumnya, segalanya akan ditentukan di lapangan. Siapakah yang mampu tampil paling stabil selama lima hari fase beregu nanti? Jawabannya akan mulai terbaca sejak 20 September 2026.









