JAKARTA, koranmetro.com – Jonatan Christie harus mengakhiri perjalanannya di China Masters 2026 setelah kalah dua gim langsung dari Jason Gunawan. Bertanding di Shenzhen Arena, Kamis (3/9/2026), unggulan pertama asal Indonesia itu tumbang dengan skor 16-21, 16-21 dalam waktu sekitar 45 menit.
Kekalahan ini membuat Jojo gagal melangkah ke babak perempat final turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Jalannya Pertandingan
Jonatan sempat membuka gim pertama dengan baik. Ia unggul 2-0, lalu 4-1, dan 5-2. Namun laju poinnya kemudian mandek. Jason Gunawan, wakil Hong Kong yang merupakan pemain keturunan Indonesia, berhasil menyamakan kedudukan 5-5 dan berbalik unggul 8-5.
Pada interval, Jason memimpin 11-9. Jonatan sempat mengejar hingga unggul tipis 14-13, tetapi Jason kembali mengambil alih kendali, menjauh 16-14, lalu menutup gim pertama 21-16.
Gim kedua berjalan dengan pola serupa. Jason tampil lebih percaya diri, sementara Jonatan kesulitan menemukan irama permainan. Setelah sempat ketat di tengah, Jason kembali unggul 15-13 dan menutup laga dengan skor yang sama, 21-16.
Rekor dan Konteks
Hasil ini menjadi kemenangan perdana Jason Gunawan atas Jonatan Christie (head-to-head 1-0). Sebelumnya, Jason lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Koki Watanabe (Jepang).
Jonatan sendiri masuk ke babak kedua sebagai unggulan pertama usai mengalahkan Leong Jun Hao (Malaysia) 21-17, 21-19. Di China Masters, Jojo juga sempat membidik tambahan poin untuk perburuan tiket BWF World Tour Finals 2026.
Dampak bagi Indonesia
Dengan tersingkirnya Jonatan, harapan tunggal putra Indonesia di China Masters 2026 terhenti di babak 16 besar. Fokus selanjutnya beralih ke wakil ganda putra yang masih bertahan di turnamen yang digelar di Shenzhen tersebut.
Bagi Jason Gunawan, kemenangan ini menjadi pencapaian penting: menyingkirkan unggulan pertama dan memastikan tempat di perempat final.
Kekalahan Jonatan Christie dari Jason Gunawan menjadi kejutan di China Masters 2026. Meski berstatus unggulan pertama dan nomor satu dunia, Jojo tak mampu menahan laju lawannya yang tampil lebih stabil di dua gim.
Hasil ini menjadi pengingat bahwa di level World Tour, status unggulan tidak selalu menjamin lolos ke babak berikutnya. Bagi Jonatan, fokus berikutnya adalah memulihkan performa dan terus mengumpulkan poin di turnamen-turnamen sisa musim.









