JAKARTA, koranmetro.com – Banyak orang menganggap dengkuran saat tidur sebagai hal biasa. Padahal, kebiasaan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pernapasan yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius, salah satunya hipertensi.
Dokter Spesialis Neurologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Manfaluthy Hakim, menjelaskan bahwa kekurangan oksigen saat tidur dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi.
Bagaimana Kekurangan Oksigen Saat Tidur Terjadi?
Saat seseorang mendengkur keras dan mengalami jeda napas (sleep apnea), saluran napas sempat tersumbat. Akibatnya, aliran oksigen ke tubuh dan otak terganggu. Kondisi ini membuat tubuh mengalami stres berulang sepanjang malam.
“Orang yang tidur ngorok memiliki risiko untuk terjadi satu, hipertensi. Dua, obesitas. Tiga, gangguan-gangguan metabolik,” ujar dr. Hakim.
Gangguan pernapasan saat tidur juga merusak arsitektur tidur. Akibatnya, sistem tubuh yang seharusnya diatur oleh otak selama tidur tidak berjalan optimal.
Dampak pada Tubuh
Ketika kadar oksigen naik-turun berulang kali, tubuh merespons dengan melepaskan hormon stres. Pembuluh darah menyempit, detak jantung meningkat, dan tekanan darah pun naik. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, risiko hipertensi meningkat signifikan.
Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga bisa menimbulkan gejala lain seperti:
- Sulit berkonsentrasi (brain fog)
- Mudah lelah di siang hari
- Gangguan metabolisme
Siapa yang Perlu Waspada?
Risiko lebih tinggi pada orang yang:
- Mendengkur keras secara rutin
- Mengalami jeda napas saat tidur
- Kelebihan berat badan
- Sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi
Bahkan pada penderita hipertensi yang sudah rutin minum obat, gangguan napas saat tidur bisa membuat tekanan darah sulit dikendalikan.
Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Anda atau pasangan sering mendengkur keras disertai jeda napas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan tidur (sleep study) dapat membantu memastikan apakah terdapat sleep apnea.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko:
- Menjaga berat badan ideal
- Tidur miring, bukan terlentang
- Menghindari alkohol sebelum tidur
- Berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait
Kekurangan oksigen saat tidur bukan masalah sepele. Kondisi ini bisa menjadi salah satu pemicu hipertensi dan gangguan metabolik lainnya. Mengenali tanda-tanda gangguan pernapasan saat tidur sejak dini sangat penting agar komplikasi jangka panjang dapat dicegah.









