Eva Chen dan Cybertron, Inovasi AI Pertama untuk Menangkal Ancaman Siber

- Jurnalis

Kamis, 27 Maret 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam dunia keamanan siber yang terus berkembang, Trend Micro telah lama dikenal sebagai pelopor dalam melindungi perusahaan dan individu dari ancaman digital.

Dalam dunia keamanan siber yang terus berkembang, Trend Micro telah lama dikenal sebagai pelopor dalam melindungi perusahaan dan individu dari ancaman digital.

JAKARTA, koranmetro.com – Dalam dunia keamanan siber yang terus berkembang, Trend Micro telah lama dikenal sebagai pelopor dalam melindungi perusahaan dan individu dari ancaman digital. Di balik kesuksesan perusahaan ini, ada sosok Eva Chen, CEO Trend Micro, yang memimpin dengan visi jauh ke depan. Pada Februari 2025, Chen memperkenalkan terobosan terbaru mereka: Trend Cybertron, model kecerdasan buatan (AI) pertama di industri yang dirancang khusus untuk mencegah serangan siber secara proaktif. Inovasi ini menandai pergeseran besar dari pendekatan reaktif tradisional menuju strategi pencegahan yang cerdas dan prediktif.

Eva Chen: Visioner di Balik Trend Micro

Eva Chen bukan nama baru di dunia teknologi. Sebagai salah satu pendiri Trend Micro pada 1988 bersama suaminya Steve Chang dan saudarinya Jenny Chang, Chen telah mendedikasikan lebih dari tiga dekade untuk membangun solusi keamanan siber yang andal. Setelah menjabat sebagai Chief Technology Officer selama bertahun-tahun, ia mengambil alih posisi CEO pada 2005, menggantikan Steve Chang yang kini menjadi chairman. Di bawah kepemimpinannya, Trend Micro berkembang menjadi pemimpin global, melindungi lebih dari 500.000 perusahaan dan jutaan individu di 175 negara.

Chen dikenal karena pendekatannya yang inovatif. Ia percaya bahwa keamanan siber harus selangkah lebih maju dari ancaman, bukan hanya mengejar setelah serangan terjadi. Filosofi ini tercermin dalam peluncuran Trend Cybertron, yang ia gambarkan sebagai “agen AI keamanan siber yang tak tertandingi” dalam sebuah pernyataan pada 25 Februari 2025. “Kami menggabungkan data berkualitas tinggi dalam jumlah besar untuk meningkatkan kemampuan kami, membuat pengelolaan risiko siber jadi lebih mudah dan proaktif,” ujar Chen.

Baca Juga :  Gangguan WhatsApp Business Hari Ini, Panggilan Telepon Tak Keluar Suara, Begini Solusinya

Trend Cybertron: AI Pertama untuk Pencegahan Serangan

Trend Cybertron bukan sekadar alat AI biasa. Ini adalah model bahasa besar (large language model/LLM) pertama yang dikembangkan khusus untuk keamanan siber, diluncurkan sebagai bagian dari platform Trend Vision One. Berbeda dengan solusi AI lain yang fokus pada deteksi setelah serangan, Cybertron dirancang untuk memprediksi dan mencegah ancaman sebelum mereka berkembang menjadi risiko nyata. Dengan memanfaatkan 35 tahun data ancaman, intelijen global dari lebih 250 juta sensor, dan keahlian manusia, Cybertron menjadi “otak siber” yang mampu menganalisis permukaan serangan (attack surface) organisasi secara menyeluruh.

Fitur utama Cybertron meliputi:

  • Prediksi Risiko: Menggunakan data real-time dan historis untuk mengantisipasi ancaman potensial.
  • Pencegahan Proaktif: Menghentikan serangan sebelum terjadi dengan prioritas otomatis berdasarkan analisis risiko.
  • Visibilitas Total: Memberikan wawasan mendalam tentang setiap lapisan keamanan, dari endpoint hingga cloud.

Menurut Rachel Jin, Chief Enterprise Platform Officer Trend Micro, “Cybertron mewakili perubahan paradigma dalam keamanan siber—menggabungkan AI canggih dengan puluhan tahun intelijen manusia untuk memberikan keamanan yang benar-benar proaktif.” Dalam uji coba awal, pelanggan melaporkan pengurangan risiko pelanggaran data hingga 17%, sebuah angka yang menunjukkan potensi besar teknologi ini.

Dampak dan Kolaborasi

Peluncuran Cybertron tak lepas dari kolaborasi dengan NVIDIA, raksasa teknologi yang menyediakan perangkat lunak AI dan infrastruktur seperti NVIDIA NIM untuk mempercepat pengembangan. Model awal Cybertron, dengan 8 miliar parameter, sudah menunjukkan hasil luar biasa. Trend Micro bahkan berencana merilis versi 70 miliar parameter di masa depan untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

Baca Juga :  Kisah Pilu Anak Magang, Resign Demi Pertahankan Hadiah GPU Nvidia RTX 5060 yang Diincar Perusahaan

Pada Maret 2025, Trend Micro mengambil langkah berani dengan mengumumkan bahwa Cybertron akan menjadi open-source. Kevin Simzer, COO Trend Micro, menjelaskan, “Data adalah saus rahasia Cybertron. Dengan membukanya untuk komunitas global, kami ingin membuat dunia digital lebih aman bersama-sama.” Langkah ini memungkinkan peneliti dan organisasi lain untuk membangun solusi berbasis Cybertron, memperluas dampaknya.

Mengubah Narasi Keamanan Siber

Frank Dickson dari IDC memuji inisiatif ini: “Keamanan siber selama ini berpusat pada deteksi. Trend Micro mengubah narasi—tak perlu mendeteksi serangan jika itu tak pernah terjadi.” Cybertron memungkinkan tim keamanan melihat ancaman dari sudut pandang penyerang, mencegah risiko sebelum menjadi kenyataan, dan mengurangi beban kerja tim yang sering kelelahan oleh banjir peringatan.

Bagi Eva Chen, Cybertron adalah bukti komitmen Trend Micro untuk inovasi. Dari memblokir 147 miliar ancaman pada 2024 hingga melindungi 82 juta aset di seluruh dunia, perusahaan terus mendorong batas-batas teknologi. “Ini bukan hanya kemenangan bagi pelanggan kami, tapi tentang menjadikan dunia yang terhubung lebih aman,” kata Chen.

Dengan Eva Chen di kemudi dan Cybertron sebagai senjata terbaru, Trend Micro menetapkan standar baru dalam keamanan siber. Model AI pertama ini bukan hanya alat, tapi simbol perubahan—dari mengejar ancaman menjadi mencegahnya. Saat Cybertron mulai diadopsi secara luas, satu hal jelas: masa depan keamanan siber ada di tangan yang proaktif, dan Eva Chen memastikan Trend Micro memimpin jalannya.

Berita Terkait

Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk
Warga Singapura Berusia 22 Tahun Mengaku Otak Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun
Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan
Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A
Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Hadir di Indonesia, Dijual Mulai Rp20,9 Juta
TCL P80 Ultra Resmi Debut di IFA 2026, Ponsel Pertama dengan Layar AMOLED NxtPaper yang Mirip Kertas
Sony Hadirkan Live TV Gratis di PS5, Lebih dari 100 Channel Tanpa Biaya Langganan
Android Masih Dominan, iOS dan HarmonyOS Berebut Ruang di Peta OS Smartphone Global
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:22 WIB

Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk

Minggu, 13 September 2026 - 10:58 WIB

Warga Singapura Berusia 22 Tahun Mengaku Otak Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun

Jumat, 11 September 2026 - 11:12 WIB

Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A

Minggu, 6 September 2026 - 11:39 WIB

Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Hadir di Indonesia, Dijual Mulai Rp20,9 Juta

Berita Terbaru