High-Impact vs Low-Impact, Panduan Memilih Olahraga yang Tepat untuk Tubuh Anda

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memilih jenis olahraga tidak boleh hanya mengikuti tren. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh, tujuan,

Memilih jenis olahraga tidak boleh hanya mengikuti tren. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh, tujuan,

JAKARTA, koranmetro.com – Memilih jenis olahraga tidak boleh hanya mengikuti tren. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh, tujuan, dan kemampuan fisik Anda. Dua kategori besar yang sering dibahas adalah olahraga High-Impact dan Low-Impact. Kedua jenis ini sama-sama bermanfaat, tetapi memiliki efek yang berbeda pada tubuh.

Apa Itu High-Impact dan Low-Impact?

High-Impact Exercise Olahraga yang melibatkan gerakan dengan kedua kaki meninggalkan tanah secara bersamaan, sehingga menghasilkan benturan atau tekanan tinggi pada sendi dan tulang.

Low-Impact Exercise Olahraga yang menjaga setidaknya satu kaki tetap menyentuh lantai atau tidak melibatkan benturan keras, sehingga lebih ramah pada sendi.

Perbandingan High-Impact dan Low-Impact

Aspek High-Impact Low-Impact
Contoh Olahraga Lari, lompat tali, HIIT, basket, aerobik lompat Bersepeda, berenang, yoga, pilates, jalan cepat, elliptical
Efek pada Tulang Meningkatkan kepadatan tulang Kurang efektif untuk kepadatan tulang
Pembakaran Kalori Lebih tinggi dalam waktu singkat Sedikit lebih rendah, tapi bisa berkelanjutan
Risiko Cedera Lebih tinggi Sangat rendah
Cocok untuk Orang muda, atlet, ingin turun berat cepat Pemula, lansia, overweight, pemulihan cedera
Manfaat Jantung Sangat baik Baik, terutama jika dilakukan lama
Baca Juga :  4 Shio yang Diprediksi Rezekinya Melimpah di Bulan Juni 2026

Kelebihan dan Kekurangan

High-Impact: Kelebihan:

  • Membangun kekuatan tulang dan otot lebih cepat
  • Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan
  • Efisien membakar kalori dan lemak
  • Meningkatkan kepadatan tulang (bagus cegah osteoporosis)

Kekurangan:

  • Risiko cedera sendi, lutut, dan punggung lebih tinggi
  • Tidak cocok untuk orang dengan masalah sendi atau obesitas

Low-Impact: Kelebihan:

  • Lebih aman untuk sendi dan tulang belakang
  • Cocok untuk semua usia dan tingkat kebugaran
  • Memungkinkan latihan dalam durasi lebih lama
  • Bagus untuk pemulihan dan rehabilitasi

Kekurangan:

  • Pembakaran kalori lebih lambat
  • Kurang efektif untuk meningkatkan kepadatan tulang

Cara Memilih Sesuai Kebutuhan Tubuh

  • Usia di bawah 30 tahun & sehat → Boleh rutin high-impact 2–3 kali seminggu
  • Usia 40 tahun ke atas → Kombinasikan keduanya (2 low + 1 high)
  • Memiliki masalah lutut, pinggang, atau obesitas → Prioritaskan low-impact
  • Ingin menurunkan berat badan cepat → Tambahkan high-impact secara bertahap
  • Pemulihan cedera → Mulai dari low-impact
  • Ibu hamil → Hampir seluruhnya low-impact
  • Atlet / ingin performa tinggi → Dominan high-impact dengan recovery yang baik
Baca Juga :  Tips Bikin Alpukat Cepat Matang, Cuma Butuh Merica dan Tusuk Gigi

Tips Penting

  1. Selalu lakukan pemanasan dan pendinginan
  2. Mulai perlahan jika baru pertama kali mencoba high-impact
  3. Dengarkan tubuh — nyeri berbeda dengan sakit
  4. Kombinasi terbaik: 2–3 hari high-impact + 2–3 hari low-impact
  5. Gunakan alas kaki yang tepat untuk high-impact
  6. Konsultasi dokter atau personal trainer jika punya riwayat penyakit

Tidak ada olahraga yang secara mutlak lebih baik. High-impact bagus untuk kekuatan tulang dan pembakaran kalori cepat, sedangkan low-impact lebih unggul dalam keamanan dan keberlanjutan. Kunci keberhasilan adalah memilih sesuai kondisi tubuh dan konsisten melakukannya.

Berita Terkait

Batik Atthaya, Ketika Melestarikan Batik Juga Menjadi Ruang Pemulihan Penyintas Skizofrenia
Ahli Kaki Ingatkan, Jangan Terlalu Lama Pakai Sandal Jepit di Dalam Rumah
Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku
Tiga Zodiak yang Bakal Merasa Lebih Ringan dan Bahagia di Tanggal 10 Oktober 2026
Kenapa Otak Kita Ketagihan Kombinasi Pedas Manis? 3 Penjelasan Ilmiah di Balik “Swicy”
Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak
IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober
Energi Fajar yang Menggelegar, Saat Semangat Pagi Bertemu Inovasi Sepatu di Jakarta Speed Race 2026
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Batik Atthaya, Ketika Melestarikan Batik Juga Menjadi Ruang Pemulihan Penyintas Skizofrenia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Ahli Kaki Ingatkan, Jangan Terlalu Lama Pakai Sandal Jepit di Dalam Rumah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Tiga Zodiak yang Bakal Merasa Lebih Ringan dan Bahagia di Tanggal 10 Oktober 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Kenapa Otak Kita Ketagihan Kombinasi Pedas Manis? 3 Penjelasan Ilmiah di Balik “Swicy”

Berita Terbaru