Polemik Makalah MBG untuk Nobel, Istana dan Kemendikti Tegaskan Bukan Inisiatif Pemerintah

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah makalah ilmiah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026 menjadi sorotan publik.

Sebuah makalah ilmiah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026 menjadi sorotan publik.

JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah makalah ilmiah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026 menjadi sorotan publik. Makalah setebal 69 halaman itu mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis, lengkap dengan afiliasi Presiden Republik Indonesia. Dokumen tersebut diunggah di platform Social Science Research Network (SSRN) dan viral di media sosial.

Pemerintah, melalui Istana Kepresidenan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), memberikan tanggapan tegas. Mereka menegaskan bahwa makalah tersebut bukan produk resmi pemerintah dan nama-nama yang tercantum diduga dicatut tanpa izin.

Respons Istana

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa makalah itu kemungkinan besar tidak berasal dari pemerintah. “Kayaknya bukan dari pemerintah itu. Saya rasa enggak ada dari pemerintah, entah siapa itu kita harus cek,” ujarnya di Istana.

Baca Juga :  Jaksa Tegaskan, Abolisi untuk Tom Lembong Tak Batalkan Proses Hukum Korupsi Impor Gula

Sementara Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memilih tidak memberikan komentar panjang. Ia menekankan bahwa pemerintah lebih fokus menjalankan program MBG dengan sebaik-baiknya, bukan membahas polemik makalah tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, juga mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi terkait dokumen itu.

Temuan Kemendiktisaintek

Kemendiktisaintek membentuk tim investigasi khusus sejak 4 Agustus 2026. Hasil koordinasi awal menunjukkan bahwa sejumlah pihak yang namanya tercantum dalam makalah mengaku tidak mengetahui, tidak pernah dimintai persetujuan, dan tidak terlibat dalam penyusunan maupun pengunggahan dokumen tersebut.

Lebih lanjut, penulis utama yang berinisial DD (Dian Damayanti) dilaporkan belum menyandang jabatan guru besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen di perguruan tinggi yang dicantumkan. Pihak terkait sudah membuat surat pernyataan dan meminta maaf.

Kemendiktisaintek juga mengingatkan bahwa SSRN hanyalah repositori terbuka tempat peneliti bisa mengunggah naskah. Platform tersebut bukan lembaga yang berwenang dalam proses nominasi atau penentuan Hadiah Nobel.

Baca Juga :  DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores

Isi Makalah

Makalah berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth” menyoroti program MBG sebagai upaya menggabungkan kesejahteraan sosial, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi. Selain nama Prabowo, tercantum pula nama-nama dari beberapa perguruan tinggi serta lampiran surat yang diklaim berasal dari Kementerian Dalam Negeri.

Polemik ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam mencantumkan nama pejabat publik pada karya ilmiah. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus menjalankan program MBG sesuai tujuan utamanya, yakni meningkatkan gizi masyarakat, sambil menelusuri asal-usul makalah yang menjadi sumber kontroversi. Investigasi masih berlangsung dan hasilnya dijanjikan akan disampaikan kepada publik.

Berita Terkait

Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat
Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029
Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi
Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang
Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken
WNA Rusia Diamankan Imigrasi usai Dokumentasikan Aksi KNPB di Wamena
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia

Kamis, 10 September 2026 - 11:12 WIB

Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat

Selasa, 8 September 2026 - 11:07 WIB

Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39 WIB

Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi

Rabu, 2 September 2026 - 11:17 WIB

Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru