JAKARTA, koranmetro.com – Thailand Open telah menjadi salah satu ajang badminton bergengsi yang kerap menjadi saksi kejayaan bulu tangkis Indonesia. Turnamen ini, yang kini masuk dalam BWF World Tour Super 500, sering kali menjadi panggung bagi para pebulutangkis Merah Putih untuk menorehkan prestasi gemilang. Di antara banyak nama besar, dua legenda Indonesia—Susi Susanti (kini Susi Susanti Haditono) dan Greysia Polii—meninggalkan jejak yang sulit terlupakan, dengan rekor-rekor yang menegaskan dominasi Indonesia di negeri Gajah Putih.
Susi Susanti: Ratu Thailand Open yang Tak Tergantikan
Susi Susanti, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 dan ikon bulu tangkis Indonesia, mencatatkan rekor luar biasa di Thailand Open. Ia berhasil merebut gelar women’s singles sebanyak empat kali berturut-turut dari tahun 1991 hingga 1994. Prestasi ini masih menjadi rekor hingga kini.
- 1991: Mengalahkan Lee Heung-soon (Korea Selatan) dengan skor 11–7, 11–4.
- 1992: Mengalahkan Bang Soo-hyun (Korea Selatan) 11–7, 11–4.
- 1993: Mengalahkan Somharuthai Jaroensiri (Thailand) 12–10, 11–2.
- 1994: Mengalahkan Lim Xiaoqing (Swedia/China) 11–5, 12–10.
Dominasi Susi di Thailand Open bukan hanya soal jumlah gelar, melainkan juga kualitas permainan. Saat itu, ia sedang berada di puncak karier, mendominasi berbagai turnamen bergengsi seperti All England (4 kali juara) dan menjadi juara dunia. Kemenangan-kemenangannya di Thailand menjadi bagian penting dari era keemasan bulu tangkis Indonesia di awal 1990-an, di mana Susi bersama suaminya Alan Budikusuma juga membawa harum nama bangsa di kancah internasional.
Greysia Polii: Sang Spesialis Thailand Open di Ganda Putri
Greysia Polii, yang dikenal sebagai bagian dari pasangan emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu, juga memiliki catatan istimewa di Thailand Open. Greysia menjadi salah satu pebulutangkis Indonesia paling sukses di kategori ganda putri di turnamen ini. Ia meraih gelar di berbagai edisi dengan pasangan berbeda, menunjukkan adaptasi dan ketangguhan yang tinggi.
Beberapa prestasi menonjol Greysia di Thailand Open:
- 2013 (Grand Prix Gold): Juara bersama Nitya Krishinda Maheswari, mengalahkan pasangan Jepang di final.
- 2017: Juara bersama Apriyani Rahayu (gelar pertama mereka sebagai pasangan) setelah hanya berpasangan sekitar sebulan.
- 2018: Kembali juara bersama Apriyani, mempertahankan gelar.
- 2021 (Yonex Thailand Open Super 1000): Juara bersama Apriyani Rahayu, mengalahkan pasangan tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.
Greysia dan Apriyani dikenal sebagai pasangan yang tangguh, mampu mengalahkan lawan-lawan kuat seperti pasangan China dan Korea. Kemenangan di Thailand Open menjadi modal penting menuju prestasi puncak mereka, medali emas Olimpiade Tokyo 2020—yang menjadi emas pertama Indonesia di nomor ganda putri Olimpiade.
Lebih dari Sekadar Gelar
Prestasi Indonesia di Thailand Open mencerminkan kekuatan bulu tangkis nasional yang konsisten dari era klasik hingga modern. Susi Susanti mewakili era singles yang gemilang, sementara Greysia Polii melanjutkan tradisi kejayaan di ganda. Kedua legenda ini tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga menginspirasi generasi berikutnya seperti Anthony Ginting, Jonatan Christie, hingga pasangan ganda muda Indonesia.
Hingga kini, Thailand Open tetap menjadi ajang favorit pebulutangkis Indonesia. Rekor Susi yang empat kali juara berturut-turut dan ketangguhan Greysia di ganda menjadi bukti bahwa “Indonesia memang selalu bersinar di Thailand”. Prestasi ini terus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk menorehkan sejarah baru di masa depan.









