Menperin Dorong Pengembangan Kawasan Industri untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

koranmetro.com – Menteri Perindustrian menegaskan pentingnya pengembangan kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan energi dan pangan nasional. Di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga energi, perubahan iklim, dan ketidakpastian rantai pasok, kawasan industri dinilai harus bertransformasi menjadi pusat produksi yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Menurut Menperin, konsep kawasan industri ke depan tidak cukup hanya menyediakan lahan dan infrastruktur dasar bagi pelaku usaha. Kawasan industri perlu dirancang sebagai ekosistem yang mampu mendukung efisiensi energi, pemanfaatan sumber daya terbarukan, serta penguatan industri berbasis pangan. Dengan pendekatan tersebut, sektor industri diharapkan menjadi bagian dari solusi atas persoalan strategis nasional, bukan justru menambah beban.

Dalam konteks ketahanan energi, Menperin mendorong kawasan industri untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan sistem energi terintegrasi. Pemanfaatan energi surya, biomassa, hingga pengolahan limbah menjadi energi alternatif dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya menekan emisi karbon dan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global yang semakin menuntut praktik berkelanjutan.

Baca Juga :  Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat

Sementara itu, penguatan ketahanan pangan diarahkan melalui pengembangan kawasan industri yang mendukung hilirisasi sektor agro. Kawasan industri berbasis pangan diharapkan mampu menampung industri pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan secara terpadu. Dengan pengolahan yang lebih dekat ke sumber bahan baku, nilai tambah produk dapat meningkat sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen akibat keterbatasan fasilitas pascapanen.

Menperin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan kawasan industri yang tangguh. Penyediaan infrastruktur pendukung seperti air bersih, listrik, logistik, serta akses teknologi menjadi faktor kunci keberhasilan. Selain itu, regulasi yang adaptif dan insentif yang tepat diharapkan mampu menarik investasi sekaligus memastikan pengembangan kawasan industri berjalan searah dengan kepentingan nasional.

Baca Juga :  Bikin Chat Lebih Seru! Panduan Mengubah Warna Bubble Chat di WhatsApp

Pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan ketahanan energi dan pangan juga dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pemerataan ekonomi. Kawasan industri di luar Pulau Jawa, misalnya, dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan daerah dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal dan berkelanjutan.

Dengan visi tersebut, Menperin berharap kawasan industri Indonesia ke depan tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga simbol kemandirian nasional. Melalui penguatan ketahanan energi dan pangan, sektor industri diharapkan mampu menghadapi dinamika global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

71 Miliarder di Bawah 40 Tahun, Separuh Kekayaan Datang dari AI
Mentan Amran Bakal Sikat Pedagang Minyakita Nakal: Jangan Permainkan Harga!
Pupuk Kaltim Jual 836 Ribu Ton Pupuk di 10 Provinsi saat Gelar Program ODP
Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat
Inovasi Tracking Bagasi, Kolaborasi Samsung dan Turkish Airlines Ubah Cara Penumpang Melacak Koper
Gelembung AI Menggantung, Tapi Nvidia Masih Melaju Kencang: Apakah Ini Titik Balik atau Jebakan?
Lonjakan Kerugian Satoshi Nakamoto, Bitcoin Anjlok, Kekayaan Misteriusnya Hilang Rp 714 Triliun
Krisis Bitcoin Akhir Tahun, Harga Terjun di Bawah $87.000, Bear Market Mengancam Pasar Kripto 2025
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:37 WIB

Menperin Dorong Pengembangan Kawasan Industri untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

Senin, 29 Desember 2025 - 23:47 WIB

Mentan Amran Bakal Sikat Pedagang Minyakita Nakal: Jangan Permainkan Harga!

Jumat, 26 Desember 2025 - 23:19 WIB

Pupuk Kaltim Jual 836 Ribu Ton Pupuk di 10 Provinsi saat Gelar Program ODP

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:24 WIB

Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:35 WIB

Inovasi Tracking Bagasi, Kolaborasi Samsung dan Turkish Airlines Ubah Cara Penumpang Melacak Koper

Berita Terbaru

Di penghujung tahun 2025, Indonesia kembali dihadapkan pada cobaan berat berupa serangkaian bencana alam yang melanda Pulau Sumatra.

NASIONAL

Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa

Kamis, 1 Jan 2026 - 11:23 WIB