Petualangan Matahari Lambat, Menjelajahi Desa Wotawati dengan Honda Step WGN

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah karst Gunungkidul yang ikonik, ada sebuah dusun kecil bernama Wotawati (di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta)

Di tengah karst Gunungkidul yang ikonik, ada sebuah dusun kecil bernama Wotawati (di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta)

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah karst Gunungkidul yang ikonik, ada sebuah dusun kecil bernama Wotawati (di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta) yang menyimpan fenomena alam unik: matahari terbit terlambat dan malam datang lebih cepat dibandingkan wilayah sekitar. Fenomena ini membuat Wotawati dijuluki “desa kesiangan” atau “dusun matahari terlambat”, dan kini semakin populer sebagai destinasi wisata alternatif yang asri dan misterius.

Fenomena ini murni disebabkan oleh geografi ekstrem: dusun ini terletak di dasar lembah purba Bengawan Solo, diapit dua punggungan perbukitan kars tinggi yang menjulang. Bukit-bukit ini bertindak seperti “tembok alami” yang menghalangi sinar matahari pagi. Di desa tetangga, sinar matahari sudah menyinari rumah-rumah sejak pukul 06.30–07.00 WIB, tapi di Wotawati, cahaya baru menyentuh tanah sekitar pukul 08.00–09.00 WIB. Sebaliknya, sore hari matahari tenggelam lebih awal (sekitar pukul 16.00–16.30 WIB), sehingga durasi siang di sini lebih singkat — kadang hanya 7–8 jam efektif dibandingkan 12 jam di dataran tinggi.

Keunikan ini bukan hanya soal waktu, tapi juga menciptakan suasana magis: pagi yang dingin berkabut lama, rumah-rumah masih gelap saat tetangga sudah beraktivitas, dan malam yang datang tiba-tiba, membuat desa terasa seperti berada di dunia lain. Warga setempat sudah terbiasa — mereka menyesuaikan jadwal bertani, sekolah, dan aktivitas harian dengan “waktu Wotawati” ini.

Baca Juga :  QJMotor SRK 125 R1 Meluncur, Sportbike 125cc Berkelas dengan Winglet Aerodinamis

Belakangan, Wotawati tidak hanya dikenal karena fenomena alamnya. Desa ini juga dikembangkan menjadi desa wisata bertema Majapahit — rumah-rumah warga direnovasi dengan arsitektur joglo dan ornamen kerajaan kuno, lengkap dengan spot foto estetik, homestay sederhana, dan pengalaman budaya lokal. Pengunjung bisa menikmati trekking ringan di lembah, melihat sawah terasering, atau sekadar duduk santai sambil menunggu “matahari datang terlambat”.

Menguji Fenomena dengan Honda Step WGN

Baru-baru ini (Maret 2026), redaksi otomotif Kompas.com melakukan perjalanan eksplorasi ke Wotawati menggunakan Honda Step WGN e:HEV — MPV hybrid premium yang baru diluncurkan di Indonesia. Mobil ini dipilih karena cocok untuk perjalanan keluarga ke daerah pedesaan: ruang kabin luas (layout 2-2-3 dengan captain seat baris kedua), suspensi nyaman menaklukkan jalan berbatu karst, dan efisiensi BBM hybrid yang impresif (sekitar 20–25 km/liter di medan campuran).

Selama perjalanan dari Yogyakarta menuju Girisubo, Step WGN menunjukkan keunggulannya:

  • Kabin super lega — ideal untuk membawa keluarga atau rombongan, dengan kursi baris kedua yang bisa digeser dan diputar untuk menikmati pemandangan lembah.
  • Mode hybrid mulus — di jalan menanjak perbukitan, mesin bensin 2.0L Atkinson-cycle bekerja bersama motor listrik tanpa getaran berlebih, menghemat bahan bakar saat menjelajah desa.
  • Fitur keselamatan Honda Sensing — membantu di jalan sempit dan berkelok, terutama saat kabut pagi tebal di lembah.
  • Ruang bagasi besar — muat perlengkapan camping atau oleh-oleh desa wisata.
Baca Juga :  Perubahan Syarat dan Biaya Perpanjangan SIM dan STNK 2025: Apa Saja!

Saat tiba di Wotawati sekitar pukul 07.30 WIB, langit masih gelap dan rumah-rumah belum terkena sinar. Tim redaksi sempat menunggu di pinggir jalan sambil menikmati kopi lokal, hingga akhirnya sinar matahari “terlambat” menyusup di antara bukit sekitar pukul 08.45 WIB — momen yang terasa magis dan Instagramable. Step WGN diparkir di spot terbuka, dan foto-foto dengan latar lembah serta rumah Majapahit-style menjadi highlight perjalanan.

Mengapa Wotawati Layak Dikunjungi?

  • Fenomena alam langka yang bisa dirasakan langsung (bukan hanya teori astronomi).
  • Suasana desa asri, tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota.
  • Tema wisata budaya Majapahit yang unik di Gunungkidul.
  • Akses mudah dari Yogyakarta (sekitar 1,5–2 jam berkendara), cocok untuk day trip atau staycation.

Bagi yang ingin merasakan sendiri “waktu lambat” di Wotawati, datanglah pagi-pagi dan bawa kendaraan nyaman seperti Honda Step WGN agar perjalanan tetap menyenangkan. Di sini, matahari memang terlambat — tapi pengalaman yang didapat justru datang tepat waktu untuk mengisi kenangan!

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Bertahan di Posisi Keenam Klasemen Moto3 2026 Usai GP Inggris
Promo GIIAS 2026, Potongan Harga LSUV Capai Puluhan Juta, Stargazer X Jadi yang Paling Menggiurkan
VinFast VF MPV 7 di GIIAS 2026, Peluang Membeli MPV Listrik 7-Seater dengan Skema Lebih Ringan
Canter Extra Long Bus Resmi Diperkenalkan Mitsubishi Fuso di GIIAS 2026
Ini Bocoran Harga Wuling Aira EV, di Bawah Rp 200 Juta?
Daihatsu Kerek Harga Xenia, Cek Daftar Harga Terbaru 2026
Denza Luncurkan D9 PHEV Varian Murah, Harga Lebih Terjangkau untuk Pasar Indonesia
Veda Akui Sulit Kejar Rombongan Depan Usai Finis Posisi 8 di Moto3 Jerman
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Veda Ega Pratama Bertahan di Posisi Keenam Klasemen Moto3 2026 Usai GP Inggris

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Promo GIIAS 2026, Potongan Harga LSUV Capai Puluhan Juta, Stargazer X Jadi yang Paling Menggiurkan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:19 WIB

VinFast VF MPV 7 di GIIAS 2026, Peluang Membeli MPV Listrik 7-Seater dengan Skema Lebih Ringan

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:17 WIB

Canter Extra Long Bus Resmi Diperkenalkan Mitsubishi Fuso di GIIAS 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:42 WIB

Ini Bocoran Harga Wuling Aira EV, di Bawah Rp 200 Juta?

Berita Terbaru