Prabowo di WEF Davos, Porsi Makanan MBG Bakal Lampaui McDonald’s dalam Sebulan

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

koranmetro.com – Kehadiran Presiden terpilih Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos kembali menarik perhatian publik internasional. Namun kali ini, bukan hanya isu geopolitik atau pertahanan yang menjadi sorotan, melainkan pernyataannya soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai ambisius dan berskala sangat besar. Dalam salah satu sesi diskusi, Prabowo menyebut bahwa jumlah porsi makanan yang disalurkan melalui program MBG berpotensi melampaui total porsi McDonald’s di Indonesia hanya dalam waktu satu bulan.

Pernyataan tersebut sontak memicu diskusi luas di kalangan peserta WEF. Prabowo menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini dirancang untuk menjangkau puluhan juta anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya secara konsisten setiap hari.

Dalam paparannya, Prabowo menjelaskan bahwa skala logistik MBG memang sangat besar, bahkan setara dengan jaringan restoran cepat saji global. Namun perbedaannya terletak pada tujuan. Jika restoran cepat saji berorientasi pada profit, MBG difokuskan pada pemenuhan gizi, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan daya saing bangsa dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Momen Hangat Prabowo Dijamu Makan Malam oleh Presiden India di Istana Rashtrapati Bhavan

Ia juga menekankan bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk merealisasikan program tersebut. Dengan basis pertanian, peternakan, dan perikanan yang luas, MBG diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal. Rantai pasok pangan akan melibatkan petani, nelayan, UMKM, hingga koperasi daerah, sehingga dampak ekonominya tidak hanya terasa di pusat, tetapi juga di pelosok.

Pernyataan soal “melampaui McDonald’s” dinilai bukan sekadar perbandingan sensasional. Bagi Prabowo, analogi tersebut digunakan untuk menggambarkan skala operasional dan konsistensi distribusi. Setiap hari, jutaan porsi makanan akan diproduksi dan disalurkan dengan standar kebersihan, gizi, dan pengawasan yang ketat. Ini menuntut manajemen modern, teknologi logistik, serta koordinasi lintas sektor yang solid.

Di forum Davos, pendekatan ini mendapat perhatian karena jarang ada program sosial yang dirancang dengan skala industri. Beberapa pelaku usaha global melihat MBG sebagai peluang kolaborasi, khususnya di bidang teknologi pangan, rantai dingin, dan sistem distribusi berbasis data. Prabowo pun membuka pintu kerja sama internasional selama tetap mengutamakan kepentingan nasional.

Baca Juga :  Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana

Di dalam negeri, wacana ini memunculkan optimisme sekaligus tantangan. Publik menaruh harapan besar agar MBG tidak hanya masif di atas kertas, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan. Transparansi anggaran, kualitas menu, serta pengawasan pelaksanaan akan menjadi kunci keberhasilan program ini.

Dengan membawa isu MBG ke panggung WEF Davos, Prabowo ingin menunjukkan bahwa kebijakan sosial bisa menjadi bagian dari strategi ekonomi global. Jika berhasil, MBG bukan hanya akan melampaui jaringan restoran cepat saji dalam jumlah porsi, tetapi juga meninggalkan jejak sebagai salah satu program gizi terbesar di dunia yang lahir dari negara berkembang.

Berita Terkait

Menperin Dorong Pengembangan Kawasan Industri untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan
71 Miliarder di Bawah 40 Tahun, Separuh Kekayaan Datang dari AI
Mentan Amran Bakal Sikat Pedagang Minyakita Nakal: Jangan Permainkan Harga!
Pupuk Kaltim Jual 836 Ribu Ton Pupuk di 10 Provinsi saat Gelar Program ODP
Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat
Inovasi Tracking Bagasi, Kolaborasi Samsung dan Turkish Airlines Ubah Cara Penumpang Melacak Koper
Gelembung AI Menggantung, Tapi Nvidia Masih Melaju Kencang: Apakah Ini Titik Balik atau Jebakan?
Lonjakan Kerugian Satoshi Nakamoto, Bitcoin Anjlok, Kekayaan Misteriusnya Hilang Rp 714 Triliun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:53 WIB

Prabowo di WEF Davos, Porsi Makanan MBG Bakal Lampaui McDonald’s dalam Sebulan

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:37 WIB

Menperin Dorong Pengembangan Kawasan Industri untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:07 WIB

71 Miliarder di Bawah 40 Tahun, Separuh Kekayaan Datang dari AI

Senin, 29 Desember 2025 - 23:47 WIB

Mentan Amran Bakal Sikat Pedagang Minyakita Nakal: Jangan Permainkan Harga!

Jumat, 26 Desember 2025 - 23:19 WIB

Pupuk Kaltim Jual 836 Ribu Ton Pupuk di 10 Provinsi saat Gelar Program ODP

Berita Terbaru

Liga Inggris

Michael Carrick Beri Peringatan Usai Man United Gasak Man City

Minggu, 18 Jan 2026 - 19:55 WIB