DPR Soroti Krisis Keracunan MBG, Kepala BGN Ungkap 6.457 Lebih Korban di Seluruh Nusantara

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana mengungkapkan data mencengangkan terkait kasus keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana mengungkapkan data mencengangkan terkait kasus keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

JAKARTA, koranmetro.com – Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana mengungkapkan data mencengangkan terkait kasus keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lebih dari 6.457 penerima manfaat, mayoritas anak-anak usia sekolah, dilaporkan mengalami dampak keracunan akibat ketidakpatuhan Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Rapat yang digelar pada Selasa (1/10) ini menjadi panggung bagi BGN untuk memaparkan temuan mendalam atas maraknya kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan di berbagai daerah. Dadan memetakan kasus tersebut ke dalam tiga wilayah utama: Wilayah I (Sumatera), Wilayah II (Pulau Jawa), dan Wilayah III (Indonesia Timur termasuk Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Data ini menunjukkan urgensi penanganan yang terintegrasi, karena korban terus bertambah,” ujar Dadan, seperti dilansir dari sumber resmi.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Menggagalkan Sebuah Kasino Ilegal di Kawasan Perumahan Semarang

Menurut laporan BGN, hingga akhir September 2025, terdapat 70 kasus keracunan yang tercatat, dengan total 5.914 penerima MBG terdampak pada tahap awal. Namun, update terbaru menunjukkan peningkatan signifikan menjadi lebih dari 6.457 orang, dipicu oleh temuan Ombudsman Republik Indonesia yang menyoroti kelalaian dalam pengawasan rantai pasok makanan. Di Wilayah II Pulau Jawa saja, 41 kasus telah menimpa 3.610 anak, sementara wilayah lain juga mengalami lonjakan serupa.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Irma Chaniago, menekankan bahwa kasus ini bukan sekadar insiden sporadis. “Keracunan massal seperti ini tak bisa diremehkan. Ini menyangkut nyawa generasi muda kita,” tegas Irma, yang sebelumnya sempat mengkritik respons emosional pejabat BGN tanpa aksi konkret. DPR mendesak investigasi mendalam, termasuk pemeriksaan potensi sabotase, bahan pangan rusak, atau pengolahan tidak higienis sebagai penyebab utama.

Baca Juga :  Paris dan Kalkulasi Diplomasi Prabowo, Membangun Kemitraan Strategis di Tengah Dinamika Global

Sebagai respons cepat, BGN telah menutup sementara sejumlah SPPG yang terbukti melanggar SOP, sambil memperketat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat terpisah Kemendagri dengan kepala daerah dijadwalkan besok untuk membahas pencegahan KLB serupa. Pemerintah juga telah secara resmi meminta maaf atas kegagalan program unggulan ini, yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah di tengah target nasional.

Para pakar gizi memperingatkan bahwa tanpa reformasi sistemik, program MBG berisiko gagal mencapai tujuan nasional. DPR berjanji akan memantau implementasi rekomendasi, termasuk audit independen oleh Ombudsman, untuk memastikan keamanan pangan bagi jutaan penerima manfaat di masa depan. Hingga kini, korban yang dirawat menunjukkan gejala ringan hingga sedang, tetapi pengawasan jangka panjang tetap diperlukan untuk mencegah komplikasi kesehatan.

Berita Terkait

Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel
Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Berita Terbaru

Sandal jepit memang praktis dan nyaman dipakai di rumah. Bentuknya sederhana,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Ahli Kaki Ingatkan, Jangan Terlalu Lama Pakai Sandal Jepit di Dalam Rumah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 11:01 WIB