Tren Silent Concert, Menikmati Musik dengan Cara Baru

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah maraknya konser besar dengan tata suara megah, muncul tren baru di dunia hiburan: silent concert atau konser hening. Konsep ini menghadirkan pengalaman mendengarkan musik secara personal menggunakan headphone nirkabel. Setiap penonton menerima satu set headphone yang tersambung ke sistem audio utama, memungkinkan mereka menikmati konser tanpa kebisingan eksternal.

Tren ini mulai populer di kota-kota besar karena menghadirkan sensasi berbeda. Tanpa suara bising dari pengeras suara, penonton bisa fokus menikmati detail musik secara jernih, dari dentingan gitar hingga harmoni vokal. Bagi penyelenggara, silent concert juga lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi suara yang sering menjadi masalah di area padat penduduk.

Baca Juga :  Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Saran Epidemiolog agar Tetap Aman

Konsep ini pertama kali berkembang di Eropa, lalu menyebar ke Asia, termasuk Indonesia. Beberapa musisi indie kini memanfaatkan format ini untuk menciptakan keintiman antara mereka dan pendengar. Dengan kontrol audio pribadi, setiap penonton bahkan bisa memilih kanal musik yang berbeda — misalnya satu saluran untuk versi akustik dan saluran lain untuk remix elektronik.

Selain memberikan pengalaman unik, silent concert juga mendukung inklusivitas. Penonton dengan sensitivitas suara tinggi atau gangguan pendengaran bisa menyesuaikan volume sesuai kenyamanan. Bahkan, beberapa acara menggabungkan visual art dan pencahayaan lembut, menciptakan suasana meditatif yang tidak ditemukan di konser konvensional.

Baca Juga :  Tren Slow Fashion, Gaya Hidup Ramah Lingkungan yang Semakin Diminati

Meski masih tergolong niche, silent concert menunjukkan arah baru hiburan modern — lebih personal, adaptif, dan ramah terhadap lingkungan sekitar. Dengan inovasi teknologi dan konsep yang menekankan kenyamanan audiens, tren ini berpotensi menjadi bagian penting dari masa depan industri musik di Indonesia.

Berita Terkait

Kenapa Otak Kita Ketagihan Kombinasi Pedas Manis? 3 Penjelasan Ilmiah di Balik “Swicy”
Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak
IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober
Energi Fajar yang Menggelegar, Saat Semangat Pagi Bertemu Inovasi Sepatu di Jakarta Speed Race 2026
Mengapa Ide Brilian Sering Muncul saat Mandi? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Batagor Bandung Resmi Jadi Camilan Terbaik Indonesia Versi TasteAtlas
Melatih Anak Pandai Menyelesaikan Masalah, Tips Sederhana dari Psikolog
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Saran Epidemiolog agar Tetap Aman
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Kenapa Otak Kita Ketagihan Kombinasi Pedas Manis? 3 Penjelasan Ilmiah di Balik “Swicy”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak

Selasa, 29 September 2026 - 11:24 WIB

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober

Sabtu, 26 September 2026 - 11:30 WIB

Energi Fajar yang Menggelegar, Saat Semangat Pagi Bertemu Inovasi Sepatu di Jakarta Speed Race 2026

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mengapa Ide Brilian Sering Muncul saat Mandi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Berita Terbaru