WiFi Rumah Bisa Mengenali Identitas Anda Tanpa Kamera, Peneliti Ungkap Akurasi Hampir 100%

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi WiFi di rumah Anda ternyata tidak hanya untuk internet. Penelitian terbaru membuktikan bahwa sinyal WiFi biasa mampu “melihat”

Teknologi WiFi di rumah Anda ternyata tidak hanya untuk internet. Penelitian terbaru membuktikan bahwa sinyal WiFi biasa mampu “melihat”

JAKARTA, koranmetro.com – Teknologi WiFi di rumah Anda ternyata tidak hanya untuk internet. Penelitian terbaru membuktikan bahwa sinyal WiFi biasa mampu “melihat” dan bahkan mengenali identitas seseorang hanya dari pantulan gelombang radio, tanpa kamera, tanpa ponsel, dan tanpa perangkat wearable.

Temuan ini menggemparkan dunia teknologi karena potensi kegunaannya sekaligus ancaman privasi yang serius.

Temuan Penelitian Terbaru

Pada Mei 2026, tim peneliti dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT) Jerman berhasil mengembangkan sistem bernama BFId (Beamforming Feedback Identification).

  • Akurasi: Hingga 99,5%
  • Jumlah partisipan uji coba: 197 orang (dataset terbesar yang pernah ada untuk teknologi ini)
  • Cara kerja: Menganalisis data beamforming yang secara rutin dikirimkan oleh router WiFi standar

Router WiFi modern menggunakan teknologi beamforming untuk mengarahkan sinyal ke perangkat. Saat seseorang bergerak di ruangan, tubuhnya mengganggu dan memantulkan sinyal tersebut. Pola pantulan ini unik untuk setiap orang — mirip sidik jari — karena perbedaan bentuk tubuh, cara berjalan (gait), dan postur.

Baca Juga :  Starlink Hentikan Pendaftaran Baru di Indonesia, Apa Penyebabnya?

Yang mengejutkan, sistem ini bisa bekerja tanpa akses ke jaringan WiFi dan tanpa perangkat apa pun yang dibawa target.

Bagaimana WiFi Bisa “Melihat”?

WiFi bekerja menggunakan gelombang radio (biasanya 2.4 GHz atau 5 GHz). Saat gelombang ini bertemu dengan manusia:

  • Tubuh manusia menyerap sebagian sinyal
  • Memantulkan sebagian lainnya
  • Menciptakan pola interferensi yang khas

Dengan memanfaatkan Channel State Information (CSI) dan data beamforming, AI dapat mengubah pola-pola ini menjadi identitas yang dapat dikenali.

Teknologi serupa juga dikembangkan oleh peneliti Italia bernama WhoFi, yang mampu mengidentifikasi orang dengan akurasi tinggi hanya dari gangguan sinyal WiFi.

Manfaat Positif Teknologi Ini

Meski kontroversial, teknologi WiFi sensing memiliki banyak potensi positif:

  • Deteksi jatuh pada lansia (fall detection)
  • Smart home yang lebih cerdas (lampu otomatis, keamanan rumah)
  • Pemantauan kesehatan pernapasan dan detak jantung tanpa sensor
  • Sistem keamanan yang mendeteksi intrusi tanpa kamera
  • Monitoring pasien di rumah sakit
Baca Juga :  Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Hadir di Indonesia, Dijual Mulai Rp20,9 Juta

Ancaman Privasi yang Serius

Para peneliti sendiri mengingatkan akan bahaya teknologi ini:

  • Bisa digunakan untuk pengawasan massal
  • Sulit dideteksi karena tidak meninggalkan jejak visual
  • Bekerja di balik dinding
  • Tidak memerlukan hardware khusus — router biasa saja sudah cukup

Profesor Thorsten Strufe dari KIT menyatakan bahwa setiap router WiFi berpotensi menjadi alat pengawasan jika tidak ada perlindungan yang memadai.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Untuk melindungi privasi:

  1. Matikan fitur beamforming pada router jika memungkinkan
  2. Gunakan router dengan enkripsi yang lebih baik
  3. Nonaktifkan WiFi saat tidak digunakan (terutama malam hari)
  4. Dukung regulasi yang mewajibkan perlindungan data beamforming
  5. Gunakan VPN dan jaga keamanan jaringan rumah

WiFi rumah yang selama ini kita anggap “hanya untuk internet” ternyata mampu menjadi mata tak kasat mata. Penemuan ini menandai era baru WiFi sensing yang sangat powerful, di mana gelombang radio bisa menggantikan fungsi kamera dalam mendeteksi kehadiran dan identitas manusia.

Berita Terkait

macOS 27 Golden Gate Resmi Tersedia di Indonesia, Ini Fitur-Fitur Barunya
Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk
Warga Singapura Berusia 22 Tahun Mengaku Otak Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun
Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan
Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A
Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Hadir di Indonesia, Dijual Mulai Rp20,9 Juta
TCL P80 Ultra Resmi Debut di IFA 2026, Ponsel Pertama dengan Layar AMOLED NxtPaper yang Mirip Kertas
Sony Hadirkan Live TV Gratis di PS5, Lebih dari 100 Channel Tanpa Biaya Langganan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:17 WIB

macOS 27 Golden Gate Resmi Tersedia di Indonesia, Ini Fitur-Fitur Barunya

Senin, 14 September 2026 - 12:22 WIB

Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk

Minggu, 13 September 2026 - 10:58 WIB

Warga Singapura Berusia 22 Tahun Mengaku Otak Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun

Jumat, 11 September 2026 - 11:12 WIB

Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A

Berita Terbaru

Batagor, makanan khas Jawa Barat asal Bandung, berhasil menduduki peringkat pertama sebagai camilan terbaik di Indonesia versi TasteAtlas.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Batagor Bandung Resmi Jadi Camilan Terbaik Indonesia Versi TasteAtlas

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:38 WIB