Paus Leo XIV Tegaskan Sikap Antiperang, Trump, Saya Tidak Peduli

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Leo XIV kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah secara konsisten menyampaikan pesan-pesan damai dan antiperang di tengah berbagai konflik global yang sedang berlangsung.

Paus Leo XIV kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah secara konsisten menyampaikan pesan-pesan damai dan antiperang di tengah berbagai konflik global yang sedang berlangsung.

JAKARTA, koranmetro.com – Paus Leo XIV kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah secara konsisten menyampaikan pesan-pesan damai dan antiperang di tengah berbagai konflik global yang sedang berlangsung. Namun, respons dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump cukup mengejutkan: ia mengaku tidak peduli dengan seruan Paus.

Dalam beberapa kesempatan terakhir, Paus Leo XIV kerap menyampaikan kritik terhadap perang dan kekerasan, termasuk konflik di Timur Tengah, Ukraina, dan wilayah lain yang tengah memanas. Pesan-pesan yang disampaikan melalui homili, audiensi umum, dan pernyataan resmi Vatikan selalu menekankan pentingnya dialog, perdamaian, dan penghentian kekerasan.

“Perang selalu merupakan kekalahan bagi umat manusia. Tidak ada pemenang dalam perang, yang ada hanyalah penderitaan,” ujar Paus Leo XIV dalam salah satu pidatonya baru-baru ini.

Reaksi Trump yang Blak-blakan

Menanggapi sikap Paus yang vokal menentang perang, Presiden Donald Trump memberikan respons yang sangat khas dirinya. Saat ditanya oleh wartawan tentang pesan antiperang yang sering disampaikan Paus Leo XIV, Trump menjawab dengan singkat dan tegas:

Baca Juga :  China Pencegahan Perang Nuklir antara Korea Utara dan Amerika Serikat

“Saya menghormati Paus, tapi saya tidak peduli dengan apa yang dia katakan tentang perang. Saya harus melindungi kepentingan Amerika. Itu yang paling penting.”

Pernyataan Trump ini langsung menjadi bahan perdebatan luas di media internasional. Banyak pihak menilai respons tersebut mencerminkan perbedaan mendasar antara pendekatan diplomatik Vatikan yang menekankan perdamaian dengan pendekatan “America First” yang diusung Trump.

Latar Belakang Ketegangan

Hubungan antara Trump dan Vatikan memang sering kali kurang harmonis. Sejak masa kepemimpinannya yang pertama, Trump kerap berbeda pandangan dengan Paus Fransiskus (pendahulu Leo XIV) terkait isu imigrasi, perubahan iklim, dan perang.

Kini, dengan Paus Leo XIV yang juga dikenal progresif dan vokal dalam isu kemanusiaan, ketegangan tersebut tampaknya berlanjut. Meski demikian, Trump tetap menyatakan bahwa ia menghormati institusi Vatikan sebagai pemimpin spiritual umat Katolik dunia.

Reaksi Masyarakat dan Analis

Pernyataan Trump menuai beragam reaksi. Di kalangan umat Katolik, banyak yang kecewa dengan sikap presiden tersebut. Sementara itu, pendukung Trump cenderung membela bahwa seorang pemimpin negara harus memprioritaskan kepentingan nasional di atas segalanya.

Baca Juga :  PM Egede Kecam Rencana Delegasi AS ke Greenland, Sangat Agresif

Para analis politik menilai bahwa perbedaan pandangan antara Paus Leo XIV dan Trump mencerminkan dua filosofi yang bertolak belakang: satu berbasis nilai kemanusiaan dan perdamaian, sementara yang lain berbasis kekuatan dan kepentingan nasional.

Kemunculan Paus Leo XIV yang kerap menyuarakan pesan antiperang semakin menegaskan posisi Vatikan sebagai suara moral di tengah konflik global. Di sisi lain, respons blak-blakan Donald Trump menunjukkan bahwa perbedaan pandangan antara kekuasaan spiritual dan kekuasaan politik masih sangat kentara.

Apakah sikap Paus Leo XIV akan berpengaruh terhadap kebijakan luar negeri AS, atau justru akan semakin memperlebar jurang perbedaan? Hanya waktu yang akan menjawab. Yang jelas, suara perdamaian dari Vatikan terus bergema, meski diabaikan oleh sebagian pemimpin dunia.

Berita Terkait

Iran Serang Balik Pangkalan AS di Yordania, Fasilitas F-35 Dilaporkan Rusak Berat
Tragedi Kemanusiaan di Gaza, Bayi 7 Bulan Tewas Ditembak, Sang Ibu Luka Berat
Iran Mengkaji Proposal Damai AS, Trump Klaim Perundingan Masih Berjalan Positif
Iran Kembalikan Produksi Gas di South Pars, Bukti Ketangguhan Ekonomi di Tengah Tekanan
Kontroversi Uang $250 Baru, Wajah Trump Diusulkan Jadi Ikon Peringatan 250 Tahun Amerika
Trump Dorong Normalisasi Hubungan Israel dengan Negara Muslim Pasca-Perang
Iran Umumkan Senjata Canggih Baru, “Siap Digunakan Jika AS Bertindak”
Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:41 WIB

Iran Serang Balik Pangkalan AS di Yordania, Fasilitas F-35 Dilaporkan Rusak Berat

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:36 WIB

Tragedi Kemanusiaan di Gaza, Bayi 7 Bulan Tewas Ditembak, Sang Ibu Luka Berat

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:47 WIB

Iran Mengkaji Proposal Damai AS, Trump Klaim Perundingan Masih Berjalan Positif

Senin, 1 Juni 2026 - 11:46 WIB

Iran Kembalikan Produksi Gas di South Pars, Bukti Ketangguhan Ekonomi di Tengah Tekanan

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kontroversi Uang $250 Baru, Wajah Trump Diusulkan Jadi Ikon Peringatan 250 Tahun Amerika

Berita Terbaru

Puma Speedcat Multiverse adalah koleksi terbaru dari Puma yang mengajak setiap orang untuk mengeksplorasi identitas dan gaya mereka melalui sepatu.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Puma Speedcat Multiverse, Menemukan Gaya Pribadi Melalui Sepatu Ikonik

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:45 WIB