Jejak Emas Indonesia di Thailand Open, Dominasi Susi Susanti dan Greysia Polii yang Legendaris

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Thailand Open telah menjadi salah satu ajang badminton bergengsi yang kerap menjadi saksi kejayaan bulu tangkis Indonesia. Turnamen ini,

Thailand Open telah menjadi salah satu ajang badminton bergengsi yang kerap menjadi saksi kejayaan bulu tangkis Indonesia. Turnamen ini,

JAKARTA, koranmetro.com – Thailand Open telah menjadi salah satu ajang badminton bergengsi yang kerap menjadi saksi kejayaan bulu tangkis Indonesia. Turnamen ini, yang kini masuk dalam BWF World Tour Super 500, sering kali menjadi panggung bagi para pebulutangkis Merah Putih untuk menorehkan prestasi gemilang. Di antara banyak nama besar, dua legenda Indonesia—Susi Susanti (kini Susi Susanti Haditono) dan Greysia Polii—meninggalkan jejak yang sulit terlupakan, dengan rekor-rekor yang menegaskan dominasi Indonesia di negeri Gajah Putih.

Susi Susanti: Ratu Thailand Open yang Tak Tergantikan

Susi Susanti, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 dan ikon bulu tangkis Indonesia, mencatatkan rekor luar biasa di Thailand Open. Ia berhasil merebut gelar women’s singles sebanyak empat kali berturut-turut dari tahun 1991 hingga 1994. Prestasi ini masih menjadi rekor hingga kini.

  • 1991: Mengalahkan Lee Heung-soon (Korea Selatan) dengan skor 11–7, 11–4.
  • 1992: Mengalahkan Bang Soo-hyun (Korea Selatan) 11–7, 11–4.
  • 1993: Mengalahkan Somharuthai Jaroensiri (Thailand) 12–10, 11–2.
  • 1994: Mengalahkan Lim Xiaoqing (Swedia/China) 11–5, 12–10.

Dominasi Susi di Thailand Open bukan hanya soal jumlah gelar, melainkan juga kualitas permainan. Saat itu, ia sedang berada di puncak karier, mendominasi berbagai turnamen bergengsi seperti All England (4 kali juara) dan menjadi juara dunia. Kemenangan-kemenangannya di Thailand menjadi bagian penting dari era keemasan bulu tangkis Indonesia di awal 1990-an, di mana Susi bersama suaminya Alan Budikusuma juga membawa harum nama bangsa di kancah internasional.

Baca Juga :  Jonatan Christie Melaju ke Perempat Final Setelah Atasi Lin Chun-Yi

Greysia Polii: Sang Spesialis Thailand Open di Ganda Putri

Greysia Polii, yang dikenal sebagai bagian dari pasangan emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu, juga memiliki catatan istimewa di Thailand Open. Greysia menjadi salah satu pebulutangkis Indonesia paling sukses di kategori ganda putri di turnamen ini. Ia meraih gelar di berbagai edisi dengan pasangan berbeda, menunjukkan adaptasi dan ketangguhan yang tinggi.

Beberapa prestasi menonjol Greysia di Thailand Open:

  • 2013 (Grand Prix Gold): Juara bersama Nitya Krishinda Maheswari, mengalahkan pasangan Jepang di final.
  • 2017: Juara bersama Apriyani Rahayu (gelar pertama mereka sebagai pasangan) setelah hanya berpasangan sekitar sebulan.
  • 2018: Kembali juara bersama Apriyani, mempertahankan gelar.
  • 2021 (Yonex Thailand Open Super 1000): Juara bersama Apriyani Rahayu, mengalahkan pasangan tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.
Baca Juga :  Devin/Faathir dan Tiwi/Fadia Melonjak di Ranking Dunia BWF Terbaru

Greysia dan Apriyani dikenal sebagai pasangan yang tangguh, mampu mengalahkan lawan-lawan kuat seperti pasangan China dan Korea. Kemenangan di Thailand Open menjadi modal penting menuju prestasi puncak mereka, medali emas Olimpiade Tokyo 2020—yang menjadi emas pertama Indonesia di nomor ganda putri Olimpiade.

Lebih dari Sekadar Gelar

Prestasi Indonesia di Thailand Open mencerminkan kekuatan bulu tangkis nasional yang konsisten dari era klasik hingga modern. Susi Susanti mewakili era singles yang gemilang, sementara Greysia Polii melanjutkan tradisi kejayaan di ganda. Kedua legenda ini tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga menginspirasi generasi berikutnya seperti Anthony Ginting, Jonatan Christie, hingga pasangan ganda muda Indonesia.

Hingga kini, Thailand Open tetap menjadi ajang favorit pebulutangkis Indonesia. Rekor Susi yang empat kali juara berturut-turut dan ketangguhan Greysia di ganda menjadi bukti bahwa “Indonesia memang selalu bersinar di Thailand”. Prestasi ini terus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk menorehkan sejarah baru di masa depan.

Berita Terkait

Messi Kembali Mengamuk, Inter Miami Bungkam Atletico San Luis 4-2 di Pembuka Leagues Cup 2026
Aldila Sutjiadi Juara Ganda di Washington, Sabet Gelar WTA 500 Kedua Musim Ini
Leo/Daniel dan Rehan/Gloria Jadi Harapan Terakhir Indonesia di Perempat Final Taipei Open 2026
Hasil China Open 2026, Sabar/Reza Coreng Debut Pasangan Baru Malaysia
Tantangan Fajar/Fikri Akhiri Puasa Gelar Ganda Putra di Japan Open 2026
Perjalanan Epik Timnas Voli Indonesia, Juara AVC Cup 2026 yang Menggetarkan
Devin/Faathir dan Tiwi/Fadia Melonjak di Ranking Dunia BWF Terbaru
Brasil Bekuk Haiti 3-0, Selecao Kembali Jadi Tim Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Messi Kembali Mengamuk, Inter Miami Bungkam Atletico San Luis 4-2 di Pembuka Leagues Cup 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Aldila Sutjiadi Juara Ganda di Washington, Sabet Gelar WTA 500 Kedua Musim Ini

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:24 WIB

Leo/Daniel dan Rehan/Gloria Jadi Harapan Terakhir Indonesia di Perempat Final Taipei Open 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:02 WIB

Hasil China Open 2026, Sabar/Reza Coreng Debut Pasangan Baru Malaysia

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:18 WIB

Tantangan Fajar/Fikri Akhiri Puasa Gelar Ganda Putra di Japan Open 2026

Berita Terbaru

Mengajarkan anak mengelola uang sebaiknya dimulai sejak dini dan disesuaikan dengan tahap usianya.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Mengenalkan Pengelolaan Uang pada Anak, Panduan Bertahap dari Usia Dini hingga Remaja

Rabu, 5 Agu 2026 - 11:05 WIB