Tren Fiber Maxxing, Apakah Lebih Banyak Serat Selalu Lebih Baik?

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di media sosial, terutama TikTok, tren fiber maxxing sedang ramai dibicarakan. Istilah ini merujuk pada upaya sengaja meningkatkan asupan serat sebanyak mungkin setiap hari.

Di media sosial, terutama TikTok, tren fiber maxxing sedang ramai dibicarakan. Istilah ini merujuk pada upaya sengaja meningkatkan asupan serat sebanyak mungkin setiap hari.

JAKARTA, koranmetro.com – Di media sosial, terutama TikTok, tren fiber maxxing sedang ramai dibicarakan. Istilah ini merujuk pada upaya sengaja meningkatkan asupan serat sebanyak mungkin setiap hari. Banyak kreator berbagi resep tinggi serat—dari chia pudding, salad kacang-kacangan, hingga smoothie “poop-friendly”—dengan janji pencernaan lebih lancar, perut lebih kenyang, dan kesehatan usus yang lebih baik.

Namun, muncul pertanyaan penting: apakah benar tubuh membutuhkan serat dalam jumlah sangat tinggi? Atau justru ada batasnya?

Apa Itu Fiber Maxxing?

Fiber maxxing adalah praktik memaksimalkan konsumsi serat harian, sering kali melampaui rekomendasi resmi. Tren ini muncul sebagai “penerus” protein maxxing yang sempat mendominasi beberapa tahun terakhir. Banyak orang mulai fokus pada makanan kaya serat seperti oat, kacang-kacangan, biji chia, alpukat, berry, dan sayuran.

Rekomendasi asupan serat menurut panduan kesehatan umumnya:

  • Wanita dewasa: sekitar 25 gram per hari
  • Pria dewasa: sekitar 30–38 gram per hari

Ironisnya, sebagian besar orang dewasa justru hanya mengonsumsi sekitar 15 gram sehari—jauh di bawah target.

Baca Juga :  Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Saran Epidemiolog agar Tetap Aman

Manfaat Serat yang Sudah Terbukti

Serat memang memiliki banyak manfaat ilmiah:

  • Membantu memperlancar buang air besar
  • Menjadi prebiotik yang memberi makan bakteri baik di usus
  • Meningkatkan rasa kenyang sehingga membantu kontrol nafsu makan
  • Menstabilkan kadar gula darah
  • Membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL)
  • Berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker

Karena itu, para ahli gizi umumnya mendukung upaya meningkatkan asupan serat, terutama bagi mereka yang selama ini kekurangan.

Bahaya Jika Berlebihan atau Terlalu Cepat

Masalah muncul ketika “maxxing” diartikan sebagai “semakin banyak semakin baik”. Meningkatkan serat secara drastis dalam waktu singkat bisa menyebabkan:

  • Kembung dan gas berlebih
  • Kram perut
  • Diare atau justru sembelit (jika cairan kurang)
  • Ketidaknyamanan pencernaan secara umum

Selain itu, terlalu fokus pada serat bisa membuat asupan protein, lemak sehat, atau nutrisi lain terabaikan. Bagi penderita kondisi tertentu seperti IBS, SIBO, atau divertikulitis, serat tinggi justru bisa memperburuk gejala.

Baca Juga :  7 Kegiatan Seru Malam Tahun Baru di Rumah Selain Pesta Barbeku

Cara Aman Meningkatkan Serat

Para ahli menyarankan pendekatan bertahap:

  1. Naikkan asupan secara perlahan (misalnya 5 gram per minggu).
  2. Perbanyak cairan—serat membutuhkan air agar bekerja optimal.
  3. Utamakan makanan utuh (whole foods) daripada hanya mengandalkan suplemen bubuk.
  4. Variasikan jenis serat (soluble dan insoluble) dari berbagai sumber: sayur, buah, kacang, biji-bijian, dan biji-bijian utuh.
  5. Dengarkan tubuh. Jika muncul ketidaknyamanan, kurangi dulu kemudian naikkan lagi secara bertahap.

Fiber maxxing membawa perhatian positif terhadap nutrisi yang selama ini sering diabaikan. Meningkatkan asupan serat hingga mencapai rekomendasi harian adalah langkah baik bagi kebanyakan orang. Namun, “semakin banyak semakin baik” tidak selalu berlaku.

Yang lebih penting daripada mengejar angka setinggi mungkin adalah konsistensi, keragaman sumber serat, dan peningkatan yang bertahap. Tubuh tidak butuh serat sebanyak mungkin—ia butuh serat dalam jumlah cukup, dari sumber yang tepat, dan disertai gaya hidup seimbang.

Berita Terkait

Batik Atthaya, Ketika Melestarikan Batik Juga Menjadi Ruang Pemulihan Penyintas Skizofrenia
Ahli Kaki Ingatkan, Jangan Terlalu Lama Pakai Sandal Jepit di Dalam Rumah
Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku
Tiga Zodiak yang Bakal Merasa Lebih Ringan dan Bahagia di Tanggal 10 Oktober 2026
Kenapa Otak Kita Ketagihan Kombinasi Pedas Manis? 3 Penjelasan Ilmiah di Balik “Swicy”
Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak
IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober
Energi Fajar yang Menggelegar, Saat Semangat Pagi Bertemu Inovasi Sepatu di Jakarta Speed Race 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Batik Atthaya, Ketika Melestarikan Batik Juga Menjadi Ruang Pemulihan Penyintas Skizofrenia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Ahli Kaki Ingatkan, Jangan Terlalu Lama Pakai Sandal Jepit di Dalam Rumah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Tiga Zodiak yang Bakal Merasa Lebih Ringan dan Bahagia di Tanggal 10 Oktober 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Kenapa Otak Kita Ketagihan Kombinasi Pedas Manis? 3 Penjelasan Ilmiah di Balik “Swicy”

Berita Terbaru